SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kabupaten Lebak kini semakin dilirik sebagai tujuan investasi strategis oleh negara-negara asing. Dengan potensi lahan yang luas dan iklim usaha yang stabil, kini Bumi Multatuli menjelma menjadi magnet baru bagi modal internasional, terutama di sektor industri dan perumahan.
Data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak menunjukkan, empat negara telah mengucurkan dana dalam jumlah signifikan sepanjang awal tahun 2025. Korea Selatan tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp48 miliar, disusul oleh Malaysia sebesar Rp1 miliar, Tiongkok Rp741 juta, dan Thailand Rp27 juta.
Robertus Erwin Haryanto, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada DPMPTSP Lebak, menjelaskan bahwa tren pertumbuhan investasi mengalami perkembangan positif, terutama di sektor industri. “Situasi investasi di Lebak sejauh ini cukup stabil dan kondusif. Hal itu terlihat dari realisasi triwulan pertama tahun ini yang berhasil menembus angka Rp272 miliar,” kata Erwin, Kamis (15/5/2025).
Menurut Erwin, lima sektor utama yang menjadi kontributor terbesar terhadap investasi tersebut meliputi transportasi, perumahan, industri, pertambangan, serta perdagangan dan reparasi. “Transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang sekitar Rp77 miliar. Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 76 miliar. Kemudian industri lainnya Rp51 miliar, pertambangan Rp31 miliar, dan terakhir perdagangan serta reparasi Rp10 miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan sinyal baik terhadap iklim investasi di Lebak yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah berharap masuknya investasi asing dan domestik dapat terus meningkat, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. “Dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, kami berharap Lebak tak hanya menjadi lokasi investasi, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten,” pungkas Erwin.
Kabupaten Lebak, yang semakin dilirik oleh investor mencanegara menunjukan Lebak kian Maju dan diyakini bisa berdaya saing dengan wilayah lainnya khususnya di wilayah Provinsi Banten. Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, meminta kepada organisasi Masyarakat (ormas) agar tidak mengganggu investor yang akan masuk ke Lebak tanpa alasan yang jelas. Bahkan, orang nomor dua di Bumi Multatuli tersebut tidak segan-segan menindak tegas ormas tersebut.
Baca Juga: Realisasi Investasi di Banten Capai Rp66,3 Triliun, Kabupaten Tangerang Urutan Teratas
Permintaan Wabup Amir bukan tanpa alasan, karena sebuah daerah akan terus berkembang secara pertumbuhan ekonominya itu melalui banyaknya investor yang masuk. Namun, jika diganggu dinilai dapat mengganggu para investor sehingga membuat mereka tak nyaman hingga menyabut investasinya di Lebak.
“Itu sebetulnya perhatian di tingkat pusat, termasuk juga di Lebak. Jangan sampai oknum ormas ini misalkan ada yang mau bangun perusahaan disamperin. Jika ada oknum ormas yang ketahuan menganggu iklim investasi di Lebak tanpa alasan yang jelas, saya akan bertindak tegas,” ucap Amir Hamzah.
Menurutnya, hal itu dinilai bisa menyulitkan pembukaan lowongan kerja baru bagi masyarakat sehingga tidak bisa mengangkat kemampuan fiskal di Kabupaten Lebak. “Kita akan koordinasi dengan seluruh ormas membahas bagaimana cara memperlancar investasi di Kabupaten Lebak. Jadi ormas juga turut mengamankan,” tandasnya. (mulyana)
























