SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dalam rangka mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Tangerang mewacanakan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus bagi anak-anak disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB), Kamis (15/5).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk mewujudkan dapur SPPG yang dirancang khusus sesuai kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami sudah koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menyiapkan lahan yang akan dijadikan dapur MBG, khusus anak-anak SLB,” ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal.
Rudi menjelaskan, penyediaan dapur SPPG tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap program prioritas Pemerintah Pusat.
“Ini bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap program Pemerintah Pusat,” katanya.
Menurutnya, keberadaan dapur SPPG untuk anak-anak SLB sangat penting, mengingat makanan untuk mereka harus memenuhi ketentuan khusus, seperti bebas gluten, kasein, fenol, maupun bahan tambahan yang berisiko memicu perilaku agresif, terutama bagi anak-anak dengan autisme.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
“Tentu sangat diperlukan karena ada ketentuan kandungan makanan yang harus diperhatikan untuk anak-anak SLB,” tegasnya.
Adapun luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan dapur SPPG khusus ini diperkirakan antara 800 hingga 1.000 meter persegi. Standar tersebut dinilai penting untuk memastikan dapur yang dibangun aman, nyaman, dan steril, demi menjamin kualitas serta kebersihan makanan yang disajikan.
“Lahannya sekitar 800 sampai 1.000 meter persegi. Itu akan menjadi standar kami dalam menyiapkan SPPG,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudi menyampaikan bahwa untuk mendukung program MBG secara menyeluruh, Pemkab Tangerang juga akan terus menambah jumlah dapur SPPG di setiap desa. Dalam pelaksanaannya, pembangunan dapur akan melibatkan Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saat ini sudah ada 10 SPPG. Ke depan, Insya Allah, kami akan membangun SPPG di setiap desa dengan melibatkan Koperasi Merah Putih dan BUMDes,” ujarnya.
Adapun 10 SPPG yang telah tersedia berada di Kelurahan Curug (Kecamatan Curug), Kelurahan Tigaraksa (Kecamatan Tigaraksa), Kutabumi (Kecamatan Pasar Kemis), Cisoka (Kecamatan Cisoka), Desa Pasir Nangka, Desa Sodong (Kecamatan Tigaraksa), Desa Ranca Kelapa (Kecamatan Panongan), Desa Telagasari (Kecamatan Balaraja), Desa Sukamulya (Kecamatan Cikupa), dan Desa Panongan (Kecamatan Panongan).
Baca Juga: Porseda 2026 Ponpes Tarbiyatul Mubtadiin, Tanamkan Cinta Budaya dan Toleransi
Sementara itu, perwakilan BGN Kabupaten Tangerang, Hijru Falahami, menyambut baik inisiatif Pemkab dalam penambahan SPPG. Menurutnya, dengan jumlah anak sekolah yang tinggi, ketersediaan SPPG saat ini masih belum mencukupi.
“Ini sangat baik dan perlu didukung, karena jumlah SPPG memang masih kurang. Idealnya, setiap desa memiliki satu SPPG,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















