Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Banten Region

Viaduk Baleker, Saksi Bisu Sejarah Kereta Api Labuan – Rangkasbitung

Oleh Mardiana
Minggu, 18 Mei 2025 09:58 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
IMG-20250518-WA0009
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Tidak banyak yang tahu di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ada bangunan saksi bisu sejarah perkeretaapian yang masih berdiri kokoh yaitu, bangunan eks Stasiun Labuan lengkap dengan jalur rel dan jembatan kereta api atau sering disebut Viaduk.

Berdasarkan informasi dan hasil penelusuran wartawan satelitnews.com, viaduk yang terletak di Kampung Baleker, Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Untuk diketahui, secara etimologis kata viaduk berasal dari bahasa Latin. Viadauct yang artinya melalui jalan atau menuju sesuatu arah. Sedangkan dari maknanya, merupakan sebuah jembatan atau jalan di atas jalan raya, jalan kereta api, di atas lembah atau sungai yang lebar.

Nah Viaduk Baleker ini, berada tepat di bawah jembatan yang membentang di Jalan Raya Labuan – Carita, Kabupaten Pandeglang. Tak ada penanda apapun di sana, sehingga pengendara yang melewatinya seringkali tidak sadar kalau di bawah jembatan yang mereka lintasi ada viaduk kereta api.

Dikutip dari buku kereta api di Pandeglang terbitan Balai Arkeologi Jawa Barat, jembatan ini melintas pada jalur rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Labuan dengan Stopplaast Kalumpang.

Panjang jembatan sekitar 18 meter, dengan lebar 6 meter. Tiang penopang jembatan berbentuk persegi, dengan lebar 1,50 m dan panjang 5,50 m, sehingga di bawah jembatan membentuk tiga lorong memanjang dengan langit-langit berbentuk setengah lingkaran.

BeritaTerbaru

DIPERIKSA KESEHATAN : Sejumlah kerbau untuk kurban diperiksa kesehatan oleh petugas agar tidak ada hewan berpenyakit dijual bebas. (ISTIMEWA)

Kebutuhan Hewan Kurban Di Banten Diprediksi Meningkat

Selasa, 12 Mei 2026 16:34 WIB
RAKOR - Jelang Iduladha, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah intensifkan Rakor bersama jajaran Forkopimda. (ISTIMEWA)

Bupati Serang Intensifkan Rakor Bersama Forkopimda

Selasa, 12 Mei 2026 16:30 WIB
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo. (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

DKPP Kabupaten Serang Pastikan Hewan Kurban Aman Dikonsumsi Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 16:27 WIB
Direktur FBN, Lulu Jamaludin, berfoto bersama dengan para mahasiswa UIN SMHB. (ISTIMEWA)

Sejumlah Mahasiswa UIN SMH Banten Teliti Gerakan Sosial Relawan FBN

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB

Menurut keterangan Johani (70), warga setempat, Viaduk Baleker sering disebut sebagai jembatan Gunggurung oleh warga lokal. Kata dia, nama itu berasal dari kata Gunggurung yang dalam dialek Sunda Banten artinya adalah selokan besar yang ada jembatannya. Bisa disimpulkan, Gunggurung adalah sebutan lokal untuk kata Viaduk.

Kata Johani atau dikenal dengan panggilan Enjoh, dulu di bagian atas struktur lengkungan pada Viaduk Baleker ada semacam plakat yang tertulis 1905. Ia menduga, itu adalah keterangan waktu awal pembangunan struktur jembatan Viaduk tersebut.

Keterangan Enjoh itu, kami kroscek dan kemungkinan benar karena dari buku Kisah Peninggalan Kereta Api Banten terbitan Pusat Data Informasi, dan Kepustakaan Kereta Anak Bangsa diketahui, jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan sepanjang 56 km mulai dibuka dan beroperasi pada 18 Juni 1906. Artinya, butuh waktu satu tahun pembangunan Viaduk tersebut, sampai dapat digunakan.

Dari buku itu diketahui, jalur dari Rangkasbitung menuju Labuan melalui beberapa stasiun dan halte sebagai berikut: Warunggunung, Tjibuah, Pasirtangkil, Pandeglang, Tjibiuk, Tjimenjan, Kadukatjang, Sekong, Tjipeutjang, Tjikaduwen, Saketi, Sodong, Kenanga, Menes, Babakanlor, Kalumpang dan Labuan. Stasiun yang utama di jalur ini adalah Stasiun Rangkasbitung, Pandeglang, Saketi, Menes dan Labuan.

Stasiun KA Rangkasbitung tergolong stasiun besar, stasiun ini menjadi
persimpangan jalur menuju Merak, Jakarta dan Labuan. Pada masa lalu, di area stasiun ini juga berdiri Dipo Lokomotif Uap.

“Waktu saya masih remaja, saya sekolah ke Rangkasbitung naik kereta. Biasanya barengan dengan kami anak sekolah, penumpang kereta api saat itu adalah para pedagang sayuran genjer, jantung pisang serta para pedagang ikan asin dan ikan pindang, yang mau menjajakan dagangannya ke Rangkasbitung atau bahkan ke Tangerang dan Jakarta”, tutur Enjoh, menceritakan situasi di dalam kereta api rute Labuan – Rangkasbitung, pada masanya.

Ia mengaku, tak ingat persis berapa harga tiket namun besarannya tidak sampai 100 perak.

“Maklum, kami anak sekolah kadang digratiskan sama bapak kepala stasiun yaitu, Bapak Senen dan bapak kondektur kereta api Mas Sugalimin,” ujar Enjoh, sambil menambahkan kedua petugas kereta api itu adalah para perantau asal Jawa Tengah.

Enjoh juga mengingat, di era dia, kereta api dari Labuan ada dua keberangkatan. Yaitu subuh dan setelah dzuhur.

Dari pantauan kami di lokasi, baleker kondisinya saat ini tidak terawat karena area yang dahulu merupakan rel, sudah tertimbun oleh tanah. Di sepanjang area rel itu, dari Kampung Baleker hingga Stasiun Labuan yang berada di Kampung Listrik, sudah berjajar rumah-rumah penduduk sehingga sebagian besar besi relnya sudah tidak tampak.

Area lengkungan viaduk juga, sudah dipenuhi oleh semak-semak belukar sehingga keindahan struktur bangunannya hampir tidak terlihat. Tidak ada papan penanda atau keterangan, yang dipasang di lokasi tersebut walaupun bangunan itu bisa dikategorikan sebagai bangunan cagar budaya.

Barang siapa yang ingin mengunjunginya, juga akan kesulitan karena di bagian atas jembatan atau di Jalan Raya Labuan tidak ada penanda lokasi. Hanya ada tulisan, berlambang dinas pekerjaan umum di badan jembatan dengan tulisan jembatan viadauct, Km 155 Jakarta, yang menandakan bahwa lokasi tersebut letaknya 155 km dari ibukota Jakarta.

Paling, untuk yang mau mengunjunginya, maka bisa berpatokan bahwa lokasi tersebut berada di sebelum SPBU pertama ketika kita memasuki perkotaan Kecamatan Labuan. Lokasi tepatnya berada di RT 11 RW 04, Kampung Baleker, Desa Sukamaju,Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan pengakuan beberapa warga dan sumber yang ditemui, jalur rel Kereta Api Labuan – Rangkasbitung ditutup pada tahun 1984, karena kalah bersaing dengan angkutan daratainnya di jalan raya.

“Kami harap, masyarakat dan pemerintah masih dapat terus memelihara keberadaan bekas jalur Kereta Api (KA) Labuan -: Rangkasbitung, sebelum nantinya akan direaktivasi oleh PT KAI bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, dengan membuka jalur baru,” tutur Oni, seorang warga.

Diakuinya, selain besi jalur. Masih banyak lagi benda – benda penanda atau bukti keberadaan jalur KA Labuan – Rangkasbitung kala itu. Seperti eks bangunan rumah kepala stasiun, water torn alias menara air untuk kereta uap sama keran spoor, untuk alirin airnya dari menara ke kuali uap di lokomotif, serta benda lainnya. (mardiana)

Tags: kabupaten pandeglangkecamatan labuanKereta Api Labuan - RangkasbitungViaduk Baleker
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat
Banten Region

Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat

Senin, 11 Mei 2026 19:32 WIB
Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang
Banten Region

Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat
Banten Region

Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat

Senin, 11 Mei 2026 17:50 WIB
Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah, melepas jamaah calon haji asal Kabupaten Serang, Senin (11/5/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Serang Lepas 388 Jemaah Calon Haji

Senin, 11 Mei 2026 17:45 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(DOKUMEN/SATELIT NEWS)
Banten Region

ASN Melanggar WFH, Gubernur Banten Diminta Buat Aturan Tegas dan Mengikat

Senin, 11 Mei 2026 17:38 WIB
MEMBERIKAN PERNYATAAN - Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan pernyataan kepada wartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Viral Botol Miras Di Mapolsek Baros, Kapolda Banten Instruksikan Sanksi Tegas

Senin, 11 Mei 2026 17:33 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Ombudsman Banten: Laris Manis Bisa Selamatkan Biaya Masyarakat hingga Miliaran

Ombudsman Banten: Laris Manis Bisa Selamatkan Biaya Masyarakat hingga Miliaran

Senin, 11 Mei 2026 19:35 WIB
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Kasus Anak Tewas Tersetrum JPU Tangsel Terang

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Kasus Anak Tewas Tersetrum PJU Tangsel Terang

Minggu, 10 Mei 2026 16:27 WIB
IMG_20260507_183834

Delapan Desa di Lebak Gelar Pemilihan PAW Kades

Kamis, 7 Mei 2026 18:43 WIB
SOSIALISASI - Kegiatan Sosialisasi Indikasi Geografis, Merek Kolektif dan Perseroan Perorangan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, di salah satu hotel di Pandeglang, Senin (11/5/2026). (ISTIMEWA)

Pelaku UMKM Di Pandeglang Dapat Pengesahan Badan Hukum Perseroan Perorangan

Senin, 11 Mei 2026 16:38 WIB
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menyelenggarakan kegiatan Workshop Kemahasiswaan bertemakan Transformasi Penulisan Ilmiah melalui Integrasi Smart Technology dan Etika Akademik di Era Digital, Kamis (30/4/2026) lalu. (ISTIMEWA)

FTK UIN Banten Gelar Workshop Penulisan Ilmiah Melalui Integrasi Smart Technology dan Etika Akademik

Jumat, 8 Mei 2026 14:21 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.