Jumat, 24 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Viaduk Baleker, Saksi Bisu Sejarah Kereta Api Labuan – Rangkasbitung

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 18 Mei 2025 09:58 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Tidak banyak yang tahu di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ada bangunan saksi bisu sejarah perkeretaapian yang masih berdiri kokoh yaitu, bangunan eks Stasiun Labuan lengkap dengan jalur rel dan jembatan kereta api atau sering disebut Viaduk.

Berdasarkan informasi dan hasil penelusuran wartawan satelitnews.com, viaduk yang terletak di Kampung Baleker, Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Untuk diketahui, secara etimologis kata viaduk berasal dari bahasa Latin. Viadauct yang artinya melalui jalan atau menuju sesuatu arah. Sedangkan dari maknanya, merupakan sebuah jembatan atau jalan di atas jalan raya, jalan kereta api, di atas lembah atau sungai yang lebar.

Nah Viaduk Baleker ini, berada tepat di bawah jembatan yang membentang di Jalan Raya Labuan – Carita, Kabupaten Pandeglang. Tak ada penanda apapun di sana, sehingga pengendara yang melewatinya seringkali tidak sadar kalau di bawah jembatan yang mereka lintasi ada viaduk kereta api.

Dikutip dari buku kereta api di Pandeglang terbitan Balai Arkeologi Jawa Barat, jembatan ini melintas pada jalur rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Labuan dengan Stopplaast Kalumpang.

Panjang jembatan sekitar 18 meter, dengan lebar 6 meter. Tiang penopang jembatan berbentuk persegi, dengan lebar 1,50 m dan panjang 5,50 m, sehingga di bawah jembatan membentuk tiga lorong memanjang dengan langit-langit berbentuk setengah lingkaran.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Karang Taruna Pandeglang Segera Konsolidasi Hingga Tingkat Desa

Menurut keterangan Johani (70), warga setempat, Viaduk Baleker sering disebut sebagai jembatan Gunggurung oleh warga lokal. Kata dia, nama itu berasal dari kata Gunggurung yang dalam dialek Sunda Banten artinya adalah selokan besar yang ada jembatannya. Bisa disimpulkan, Gunggurung adalah sebutan lokal untuk kata Viaduk.

Kata Johani atau dikenal dengan panggilan Enjoh, dulu di bagian atas struktur lengkungan pada Viaduk Baleker ada semacam plakat yang tertulis 1905. Ia menduga, itu adalah keterangan waktu awal pembangunan struktur jembatan Viaduk tersebut.

BeritaTerbaru

UPACARA HAN 2026 - Pelaksanaan upacara Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026, tingkat Kabupaten Serang, Kamis (23/7/2026). (ISTIMEWA)

Bupati Zakiyah Ajak Semua Elemen Masyarakat Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Kamis, 23 Jul 2026 17:33 WIB
PELANTIKAN - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, melantik 4 pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pandeglang, Kamis (23/7/2026). (ISTIMEWA)

Lantik 4 Pejabat Eselon II, Bupati Dewi: Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

Kamis, 23 Jul 2026 15:38 WIB
SALURKAN BANTUAN - Jajaran Polres Pandeglang salurkan bantuan air bersih. (ISTIMEWA)

Tangani Kekeringan, Jajaran Polres Pandeglang Turut Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 23 Jul 2026 13:45 WIB
Pengamat Kebijakan Publik, Ikhsan Ahmad. (ISTIMEWA)

Anggaran TA Pemprov Fantastis, Pengamat Sebut Eksekutif dan Legislatif Teledor

Kamis, 23 Jul 2026 13:35 WIB

Keterangan Enjoh itu, kami kroscek dan kemungkinan benar karena dari buku Kisah Peninggalan Kereta Api Banten terbitan Pusat Data Informasi, dan Kepustakaan Kereta Anak Bangsa diketahui, jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan sepanjang 56 km mulai dibuka dan beroperasi pada 18 Juni 1906. Artinya, butuh waktu satu tahun pembangunan Viaduk tersebut, sampai dapat digunakan.

Dari buku itu diketahui, jalur dari Rangkasbitung menuju Labuan melalui beberapa stasiun dan halte sebagai berikut: Warunggunung, Tjibuah, Pasirtangkil, Pandeglang, Tjibiuk, Tjimenjan, Kadukatjang, Sekong, Tjipeutjang, Tjikaduwen, Saketi, Sodong, Kenanga, Menes, Babakanlor, Kalumpang dan Labuan. Stasiun yang utama di jalur ini adalah Stasiun Rangkasbitung, Pandeglang, Saketi, Menes dan Labuan.

Stasiun KA Rangkasbitung tergolong stasiun besar, stasiun ini menjadi
persimpangan jalur menuju Merak, Jakarta dan Labuan. Pada masa lalu, di area stasiun ini juga berdiri Dipo Lokomotif Uap.

“Waktu saya masih remaja, saya sekolah ke Rangkasbitung naik kereta. Biasanya barengan dengan kami anak sekolah, penumpang kereta api saat itu adalah para pedagang sayuran genjer, jantung pisang serta para pedagang ikan asin dan ikan pindang, yang mau menjajakan dagangannya ke Rangkasbitung atau bahkan ke Tangerang dan Jakarta”, tutur Enjoh, menceritakan situasi di dalam kereta api rute Labuan – Rangkasbitung, pada masanya.

Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Warga Patia Pandeglang Terima Bantuan Air Bersih

Ia mengaku, tak ingat persis berapa harga tiket namun besarannya tidak sampai 100 perak.

“Maklum, kami anak sekolah kadang digratiskan sama bapak kepala stasiun yaitu, Bapak Senen dan bapak kondektur kereta api Mas Sugalimin,” ujar Enjoh, sambil menambahkan kedua petugas kereta api itu adalah para perantau asal Jawa Tengah.

Enjoh juga mengingat, di era dia, kereta api dari Labuan ada dua keberangkatan. Yaitu subuh dan setelah dzuhur.

Dari pantauan kami di lokasi, baleker kondisinya saat ini tidak terawat karena area yang dahulu merupakan rel, sudah tertimbun oleh tanah. Di sepanjang area rel itu, dari Kampung Baleker hingga Stasiun Labuan yang berada di Kampung Listrik, sudah berjajar rumah-rumah penduduk sehingga sebagian besar besi relnya sudah tidak tampak.

Area lengkungan viaduk juga, sudah dipenuhi oleh semak-semak belukar sehingga keindahan struktur bangunannya hampir tidak terlihat. Tidak ada papan penanda atau keterangan, yang dipasang di lokasi tersebut walaupun bangunan itu bisa dikategorikan sebagai bangunan cagar budaya.

Barang siapa yang ingin mengunjunginya, juga akan kesulitan karena di bagian atas jembatan atau di Jalan Raya Labuan tidak ada penanda lokasi. Hanya ada tulisan, berlambang dinas pekerjaan umum di badan jembatan dengan tulisan jembatan viadauct, Km 155 Jakarta, yang menandakan bahwa lokasi tersebut letaknya 155 km dari ibukota Jakarta.

Paling, untuk yang mau mengunjunginya, maka bisa berpatokan bahwa lokasi tersebut berada di sebelum SPBU pertama ketika kita memasuki perkotaan Kecamatan Labuan. Lokasi tepatnya berada di RT 11 RW 04, Kampung Baleker, Desa Sukamaju,Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan pengakuan beberapa warga dan sumber yang ditemui, jalur rel Kereta Api Labuan – Rangkasbitung ditutup pada tahun 1984, karena kalah bersaing dengan angkutan daratainnya di jalan raya.

“Kami harap, masyarakat dan pemerintah masih dapat terus memelihara keberadaan bekas jalur Kereta Api (KA) Labuan -: Rangkasbitung, sebelum nantinya akan direaktivasi oleh PT KAI bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, dengan membuka jalur baru,” tutur Oni, seorang warga.

Diakuinya, selain besi jalur. Masih banyak lagi benda – benda penanda atau bukti keberadaan jalur KA Labuan – Rangkasbitung kala itu. Seperti eks bangunan rumah kepala stasiun, water torn alias menara air untuk kereta uap sama keran spoor, untuk alirin airnya dari menara ke kuali uap di lokomotif, serta benda lainnya. (mardiana)

Tags: kabupaten pandeglangkecamatan labuanKereta Api Labuan - RangkasbitungViaduk Baleker
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Direktur Eksekutif PPASDA, Muhammad Irvan Mahmud Asia. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Sudaryono Dinilai Sosok Tepat Pimpin BGN

Kamis, 23 Jul 2026 13:28 WIB
Banten Region

Acep Dimyati Kembali Pimpin PKB Lebak

Kamis, 23 Jul 2026 12:35 WIB
SALURKAN BANTUAN - Anggota TNI Kodim 0601/Pandeglang salurkan bantuan air bersih, Rabu (22/7/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Danrem 064/MY Dan Dandim 0601/Pandeglang Salurkan Bantuan Air Bersih

Rabu, 22 Jul 2026 19:34 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea (kiri), menunjukkan barang bukti BBL. (ISTIMEWA)
Banten Region

Upaya Penyelundupan 50 Ribu Benih Bening Lobster Senilai Rp7,5 Miliar Digagalkan

Rabu, 22 Jul 2026 19:27 WIB
Kabid Humas Polda Banten, Kombespol Maruli Ahiles Hutapea. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Amankan 1 Tersangka Dugaan Pengeroyokan dan Penculikan Warga Lebak

Rabu, 22 Jul 2026 18:41 WIB
KUNJUNGAN - Anggota Fraksi Partai Gerinda Kabupaten Serang, mengunjungi kediaman Marni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Pastikan Marni Tetap Melanjutkan Sekolah

Rabu, 22 Jul 2026 18:35 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

3.450 Pekerja Rentan di Lebak Diusulkan Dapat Jaminan Sosial

3.450 Pekerja Rentan di Lebak Diusulkan Dapat Jaminan Sosial

Selasa, 21 Jul 2026 15:52 WIB
SOSIALISASI - Tagana Kabupaten Pandeglang bersama Perkumpulan Boedak Saung, kembali melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan kepada para pelajar tingkat SMA. (ISTIMEWA)

Lagi, Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan Kepada Pelajar di Pandeglang Dimasifkan

Jumat, 17 Jul 2026 17:04 WIB
Sumur Mengering, Warga Lebak Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

Sumur Mengering, Warga Lebak Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

Senin, 20 Jul 2026 19:23 WIB
Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik dan Gudang di Periuk Tangerang

Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik dan Gudang di Periuk Tangerang

Selasa, 21 Jul 2026 14:38 WIB
MENYAPA PONDOK PESANTREN - PAC GP Ansor Majasari, Kabupaten Pandeglang, melaksanakan program Ansor Menyapa Pesantren, Sabtu (18/7/2026). (ISTIMEWA)

Program Ansor Menyapa Pesantren di Pandeglang, Perkuat Sinergi Dalam Khidmah Keumatan

Minggu, 19 Jul 2026 16:39 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.