SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap melangkah lebih serius dalam menangani persoalan persampahan. Tahun ini, setidaknya melalui UPT TPA Cipeucang akan dilakukan penambahan 25 unit dump truck dan 50 bak amrol baru yang diklaim dapat meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah.
Rencananya, dari 25 truk yang akan dibeli, masing-masing akan dilengkapi dua bak amrol, sehingga total ada 50 bak baru. Dengan estimasi, truk-truk ini mampu menampung hingga 7 kubik sampah atau sekitar 5 ton per angkut.
“Kita ada rencana mau peremajaan armada itu sekitar 25 unit. Itu semua baru dan penambahan amrol ada di sekitar 50 unit. Jadi satu armada itu punya dua amrol,” ujar Kepala UPT tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Desna Gera Andika saat dikonfirmasi, Senin (19/5).
Langkah ini menjadi bagian dari program peremajaan armada yang sudah lama harusnya dilakukan. Pasalnya, peremajaan armada ini bukan sekadar penyegaran, melainkan kebutuhan mendesak. Beberapa kendaraan pengangkut sampah yang sudah tua dan terkesan tidak layak beroperasi.
Saat ini, wacana tersebut sudah masuk dalam dokumen DPA perubahan dan direncanakan mulai terealisasi pada saat pengesahan perubahan anggaran sekitar bulan September tahun ini. Karena pengadaan dilakukan secara bertahap, keseluruhan armada baru ditargetkan siap operasional paling lambat November.
“Bertahap, karena tidak mungkin ada satu perusahaan yang punya 25 armada karena kan kita minta baru. Jadi bertahap mungkin sampai di bulan Oktober atau November semuanya sudah siap,” jelasnya.
Baca Juga: Kejar Groundbreaking 2028, Pemkot Tangsel Siapkan Rp40 M untuk Tahap Awal PSEL Cipeucang
Penambahan ini diharapkan jadi solusi konkret atas keluhan masyarakat terkait keterlambatan pengangkutan dan armada yang kerap bermasalah di jalan. Dobrakan ini juga untuk pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Desna tak menampik bahwa kondisi armada pengangkut sampah di kota berjuluk anggrek cukup memperihatinkan. Ada yang rusak berat hingga ringan, apabila diperbaiki akan jauh memakan biaya ketimbang menggantinya dengan yang baru. Tetapi, ia menggaransi persoalan itu akan terurai dengan upaya-upaya yang dilakukan saat ini.
“Rencana kita mau hapus aset ya. Kita hapus asetnya, karena kita lihat dari biaya perbaikannya, lebih bagus kita menambah armada baru atau diperbaiki. Dan kalau memang hasilnya itu lebih besar biaya perbaikannya, ya kita lelang aset. Jadi kita menambahkan armada untuk menggantikan armada-armada kita yang rusak berat. Biar pelayanan sampah kita lebih maksimal,” ungkapnya.
Desna merinci, adapun saat ini aset armada pengangkut sampah tercatat sekitar 112 unit. Terdapat tiga kategori yakni konvektor, amrol, dan dumptruk. “Amrol itu ada 60 kalau tidak salah 56 sampai 60, konvektor itu ada 4 kalau gak salah, sisanya itu ada pick up sama Dumptruk, cuma yang mayoritas terbanyak adalah amrol,” pungkasnya. (eko)
