SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kericuhan terjadi di area Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (21/5/2025) malam, dipicu oleh perebutan pengelolaan lahan parkir antara anggota ormas dan pihak perusahaan swasta yang memenangkan tender pengelolaan parkir.
Salah satu warga sekitar, Wawan (47), mengatakan bahwa gesekan itu sudah dimulai sejak siang hari. Kata dia, kerumah orang sudah terlihat begitu banyak saat sore hari menjelang maghrib.
“Dari siang memang sudah kumpul, gesekan sedikit sudah ada, makin sore makin banyak yang datang sampailah jam 8 malem itu. Bentrok antara ormas sama pihak PT masalah lahan parkir di RSU ini,” ujarnya saat ditemui, Kamis (22/5).
Aparat kepolisian bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa hingga puluhan kali meletupkan senjata api . Puluhan anggota ormas terlibat dalam insiden tersebut turut diamankan.
“Banyak anggota ormasnya, polisinya juga banyak bersenjata lengkap, tembakan peringatan juga dikeluarkan mungkin sampai 10 kali. Sempat pada berhamburan tapi ditangkepin ada puluhan,” katanya.
Diketahui, ormas tersebut sudah lama mengelola lahan parkir di kawasan RSU Tangsel secara informal. Namun, sejak sebuah perusahaan swasta (PT) resmi memenangkan tender pengelolaan parkir dari pihak rumah sakit, ketegangan mulai muncul. Diduga, pihak ormas tidak terima dan ingin tetap mengelola lahan parkir secara mandiri.
Baca Juga: 137 Aduan Terkait Haji dan Umrah, 34 Kasus ke Polisi
“Sudah lama ormas itu jaga disini, cuma dia sudah diajak kerjasama mungkin mau ngelola sendiri. PT ini menang tender,” ucapnya.
Pantauan di lokasi, nampak tidak ada aktivitas juru parkir seperti biasanya. Sebelumnya, juru parkir yang merupakan anggota kelompok ormas Pemuda Pancasila (PP) duduk didepan area parkir untuk menyodorkan karcis biaya dari pengunjung rumah sakit yang datang.
Sekarang, hanya ada boks mesin pintu parkir otomatis yang belum rampung dipasang. Walaupun tidak ada penjagaan di pintu masuk untuk menarik karcis, area parkir kendaraan bermotor roda dua maupun empat terlihat ramai penuh.
Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan insiden tersebut. Kata dia, total terdapat 30 orang yang diamankan untuk selanjutnya dimintai keterangan.
“Sudah diamankan 30 orang, saat ini sedang pemeriksaan di Jatanras Ditreskrimum PMJ,” jelasnya. (eko)
























