SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Singapura, yang dikenal sebagai Negeri Singa, tercatat menjadi negara dengan investasi terbesar di Kabupaten Tangerang sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, total investasi dari Singapura mencapai Rp 4,4 triliun.
Posisi kedua ditempati oleh China dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun, disusul Korea Selatan Rp 1,05 triliun, Hongkong Rp 719 miliar, dan Jepang Rp 416 miliar. Secara keseluruhan, kelima negara tersebut menyumbang investasi senilai Rp 7,8 triliun di Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Mudji Widodo, menjelaskan bahwa kelima negara tersebut merupakan penyumbang investasi asing terbesar di wilayah Kabupaten Tangerang sepanjang 2024.
“Total nilai investasi dari lima negara tersebut mencapai Rp 7,8 triliun, dan didominasi oleh Singapura,” ujarnya kepada Satelit News, Minggu (25/5).
Selain investasi asing, sejumlah pemodal dalam negeri juga turut menanamkan modalnya di Kabupaten Tangerang pada 2024. Jika digabungkan, total nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 26,2 triliun.
Investasi ini tersebar di lima sektor utama, yakni perumahan, kawasan industri dan perkantoran, perdagangan dan reparasi, industri makanan, industri karet dan plastik, serta sektor jasa lainnya.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
“Total nilai investasi sepanjang 2024, baik dari PMDN maupun PMA, mencapai Rp 26,2 triliun yang tersebar di lima sektor utama,” jelas Mudji.
Namun demikian, Mudji mengakui bahwa capaian investasi pada 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2023, total investasi di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar Rp 29,6 triliun, dengan kontribusi dari lima negara utama (Singapura, Korea Selatan, China, Hongkong, dan Jepang) mencapai Rp 11,6 triliun.
“Nilai investasi pada 2024 memang lebih rendah dibandingkan 2023. Salah satu penyebabnya adalah penurunan investasi dari Singapura dan Hongkong,” ungkapnya.
Ia merinci, pada 2023 nilai investasi dari Singapura mencapai Rp 6,8 triliun dan Hongkong Rp 1,7 triliun. Namun, pada 2024 angka tersebut turun menjadi masing-masing Rp 4,4 triliun dan Rp 719 miliar.
“Mudah-mudahan pada tahun 2025 mendatang, tren investasi kembali meningkat,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















