SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Persiapan terus dilakukan oleh Pemkot Tangerang usai penandatanganan berita acara serah terima operasional (BASTO) Pasar Anyar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Diharapkan dengan wajah baru usai proses revitalisasi, Pasar Anyar “menjelma” menjadi pasar yang mampu menggaet minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional usai operasional pasar resmi dilakukan.
Pada Selasa (27/5/2025) siang, Wali kota Tangerang Sachrudin melakukan kembali inspeksi meninjau kondisi pasar. Sachrudin tiba di pasar yang kini bangunannya didominasi dengan cat warna hijau muda pada bagian depan itu kurang lebih pukul 10.00 WIB.
Di sana ia turut didamping Kepala Dinas Perindagkop & UKM Suli Rosadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wawan Fauzi serta Direktur Perumda Pasar Tangerang Titien Mulyati. Begitu tiba, dirinya langsung bergegas memeriksa sejumlah kios dan lapak. Mulai dari kios pedagang basah seperti tempat penjualan daging dan sayuran, hingga di bagian belakang di seluruh lantai.
Sachrudin memberikan sejumlah catatan penting kepada pihak kontraktor serta dinas terkait mengenai kesiapan fisik bangunan dan sarana prasarana penunjang di Pasar Anyar. “Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, kita ingin memastikan seluruh bangunan benar- benar siap digunakan tanpa kendala teknis. Kedua, aspek keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang berbelanja harus menjadi prioritas utama,” tegas Sachrudin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar serta memastikan tersedianya fasilitas pendukung yang memadai, seperti area parkir yang representatif, toilet yang bersih, dan sirkulasi udara yang baik di dalam pasar.
Salah satu yang juga mendapat atensi dari Sachrudin adalah TPS yang terletak di bagian belakang. Sachrudin meminta agar TPS tersebut tidak dijadikan tempat pembuangan sampah semata, melainkan menjadi tempat pengelolaan sampah.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
Hal ini bertujuan agar sampah yang dihasilkan bisa diproses di tempat sebelum nanti dikirim ke tempat pembuangan akhir sehingga bisa mengurangi sampah langsung di sumber. Rencananya, pada TPA tersebut akan dipisahkan antara sampah organik dan nonorganic, termasuk mengantisipasi air lindi yang dihasilkan dengan dibuatkan kanal.
“Sebelum kita lakukan operasional, kita melakukan manajemen kebersihan dan keamanan. Nanti usai dilakukan manajemen kebersihan dan keamanan, lalu kita kembalikan para pedagang yang direlokasi di depan ke sini lagi, secara bertahap. Nah hari ini kita lakukan pemantauan kesiapannya,” ujar Sachrudin kepada awak media.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga memuji perubahan fisik Pasar Anyar yang dinilainya berubah sangat signifikan. Apalagi Sachrudin mengaku begitu mengetahui kondisi Pasar Anyar sejak masih kecil lantaran sering diajak berbelanja. “Nah, waktu itu lumpurnya semata kaki, kalau sekarang bersih,” ujarnya.
Lebih jauh Sachrudin juga mengungkap bahwa kegiatan di Pasar Anyar bukan saja menjadi lokasi jual beli melainkan menjadi destinasi wisata belanja. “Jadi orang ke sini sambil berwisata belanja, ada ketertarikan, apalagi ada keluhan sekarang ketika direlokasi terjadi penurunan omzet karena memang sumpek,” urainya.
Untuk itu, Wali kota Tangerang melanjutkan, demi mendukung eksistensi Pasar Anyar wajah baru ini, nantinya Jalan Ahmad Yani hingga Kiasnawi bakal disterilkan dari para PKL. “Nanti PKL kita akan relokasi ke satu tempat. Jadi biar (suasananya) nggak “kebanting”, karena pasarnya sudah begitu bagus. Tapi kalau jalan menuju Pasar Anyar dan daerah sekitar kumuh dan macet, maka orang nggak yakin ke Pasar Anyar,” bebernya.
Karena itu, dirinya bertekad akan membuat orang berbelanja ke Pasar Anyar merasa aman dan nyaman. “Operasional akan dilakukan dalam waktu dekat, maka sebelumnya kita lakukan manajemen kebersihan dan keamanan harus jadi perhatian,” ucapnya. Sementara ketika disinggung hasil inspeksi berdasarkan pengamatannya, Sachrudin menyebut semuanya telah siap. “Makanya sekarang tinggal mempersiapkan keamanan dan kebersihannya saja, karena ini masyarakat butuh keamanan dan kebersihannya,” jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK
Sementara Direktur Perumda Pasar Tangerang Titien Mulyati menyatakan, rencananya operasional akan dimulai uji coba dengan menempatkan para pedagang basah yang direncanakan mulai Juni 2025 ini, khususnya para pedagang daging.
“Awalnya mungkin 25 orang dahulu dari 300-an lebih untuk uji coba sebelum operasionalnya resmi berjalan,” ungkapnya. Diketahui, Pasar Anyar kini memiliki tiga lantai. Pasar yang telah berdiri sejak tahun 1967 tersebut bertransformasi menjadi pasar tradisional modern.
Dengan tiga lantai yang dirancang fungsional, lantai pertama akan difokuskan untuk produk basah seperti sayuran, daging, ikan, dan sembako. Pasar ini juga kini dilengkapi dengan eskalator yang berada pada sisi selatan.
Lantai kedua akan diisi produk kering seperti pakaian, aksesori, hingga emas. Di lantai ini juga tersedia area komersial dan pelayanan publik. Sementara lantai ketiga akan difungsikan sebagai pusat aktivitas sosial, mulai dari sarana olahraga seperti lapangan badminton, masjid, hingga kantin untuk para pengunjung maupun pedagang. (made)























