SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pelatih kawakan Carlo Ancelotti segera melakoni debutnya bersama Timnas Brasil. Namun, Ancelotti tidak menyertakan Neymar di dalam skuad Selecao.
Pelatih top Italia itu baru saja diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru Brasil. Ancelotti dijadwalkan memainkan pertandingan pertamanya pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador (6/6), sebelum menghadapi Paraguay (11/6) di Sao Paulo.
Untuk dua pertandingan tersebut, Ancelotti memilih tidak memanggil Neymar. Mantan superstar Barcelona dan Paris Saint-Germain itu masih kerap bergelut dengan cedera setelah bergabung Santos pada Januari silam.
Neymar hanya bermain sebanyak 11 kali untuk Santos dengan sumbangan tiga gol dan tiga assist. Usai sembuh dari cedera hamstring pada dua pekan lalu, Neymar cuma bermain sekitar 20 menit dalam kemenangan Santos atas EC Vitoria 1-0 di akhir pekan.
“Sayang sekali, kami punya banyak pemain yang mengalami cedera dan tidak bisa berada di tim nasional seperti Neymar. Brasil toh memiliki banyak pemain berbakat, dan khusus Neymar kami mengandalkan dia,” ungkap Carlo Ancelotti dikutip AP.
“Dia kembali ke Brasil untuk bermain dan bersiap untuk Piala Dunia. Saya sudah berbicara dengan dia pada pagi ini untuk menjelaskan hal itu kepada dia, dan dia sepenuhnya setuju,” mantan pembesut AC Milan, Real Madrid, Chelsea, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain itu menambahkan.
Carlo Ancelotti juga memanggil Antony, yang bersinar setelah dipinjamkan ke Real Betis. Gelandang veteran Casemiro juga masuk skuad Brasil meskipun menjalani musim yang buruk di Manchester United.
Timnas Brasil sendiri sudah lebih dari 20 tahun mengalami puasa gelar juara. Carlo Ancelotti bertekad membawa Selecao ke tangga juara di Piala Dunia 2026.
Ancelotti direkrut Brasil setelah meninggalkan Real Madrid di akhir musim 2024/2025. Pelatih kawakan Italia itu menggantikan Dorival Junior, yang dipecat usai tim Samba jadi bulan-bulanan Argentina 1-4 pada Maret silam.
Ancelotti punya reputasi mentereng sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Di sepanjang kariernya melatih klub-klub top Eropa, Ancelotti sukses memenangi lima Liga Champions bersama Madrid (3) dan AC Milan (2) serta sukses meraih titel-titel domestik di Chelsea, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain.
Timnas Brasil menaruh ekspektasi besar kepada Carlo Ancelotti, usai terakhir kali juara dunia pada edisi 2002 di Korea/Jepang. Setelah itu Brasil lebih banyak melempem karena cuma sekali menjejak semifinal (2014) dan terhenti di delapan besar di piala dunia terakhir di Qatar.
“Saya memiliki pekerjaan besar di depan. Saya senang, tantangannya sangat besar,” ungkap Ancelotti dalam sesi jumpa pers dilansir BBC Sport.
“Saya selalu punya hubungan istimewa dengan tim ini. Kami akan bekerja untuk membuat Brasil juara lagi. Saya merasa terhormat dan bangga untuk memimpin tim terbaik di dunia,” kata Italiano berusia 65 tahun itu.
Adapun tugas pertama Carlo Ancelotti adalah memastikan Timnas Brasil lolos ke Piala Dunia 2026 lebih dulu. Saat ini Brasil menempati peringkat empat klasemen zona CONMEBOL dengan perolehan 21 poin, terpaut 10 poin dari Argentina di puncak. Hanya enam tim teratas yang akan lolos secara otomatis ke putaran final. (dm)