SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dua pekan menjelang Lebaran Iduladha tahun 2025, bukan hanya peternak dan pengusaha hewan kurban saja yang mendapatkan berkah. Namun, sejumlah perajin pandai besi atau golok dan pisau di Kabupaten Lebak juga turut mendapatkan keberuntungan. Sebab, mereka juga kebanjiran pesanan untuk kebutuhan memotong hewan kurban.
Salah satunya yang dirasakan Amsori (54), seorang perajin pandai besi warga Kampung Pulokempis, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Ia mengaku kebanjiran pesanan golok dan pisau.
“Alhamdulillah menjelang hari kurban ini ada peningkatan, biasanya saya produksi lima atau sepuluh buah setiap harinya, tetapi menjelang hari kurban ini selalu ada peningkatan, berdeda dengan hari-hari biasa,” kata Amsori, Selasa (27/5/2025) tanpa menyebut jumlahnya secara pasti.
Di tengah gempuran barang-barang impor atau pun produksi masal dari pabrik, usaha pandai besi yang telah dilakoni puluhan tahun atau turun-temurun ini masih eksis. Hampir setiap hari suara- suara pukulan besi terdengar dari dapur rumahnya yang tengah membuat golok dan pisau khas Lebak tersebut.
Sejak pukul 08:00 WIB, Amsori dan kedua anaknya itu mulai disibukkan dengan pekerjaan dalam memproduksi berbagai jenis golok dan pisau. Pembuatan senjata tajam ini pertama- tama diawali dengan mengumpulkan sejumlah besi baja, kemudian besi- besi itu dibakar di atas bara api yang panas. Setelah panas, besi itu kemudian dipukul berkali-kali dengan menggunakan palu besar. Setelah proses pengerjaan awal selesai, golok dan pisau itu lalu dihaluskan dan ditajamkan.
Untuk sarung dan gagang goloknya terbuat dari kayu mahoni yang diberi motif serta ukiran di bagian sarungnya sehingga terlihat indah. Bahkan proses pewarnaan sarungnya pun masih menggunakan bahan alami yaitu dari daun pohon jati.
Baca Juga: Polres Pandeglang Salurkan 39 Hewan Kurban
Selain memproduksi golok dan pisau, di tempat pandai besi ini juga Amsori dapat membuat berbagai jenis benda tajam seperti arit, kujang, dan yang lainnya. Dalam sehari Amsori mampu membuat belasan hingga puluhan berbagai pesanan jenis golok dan pisau.
Amsori menuturkan, pada Iduladha 2025 ini masyarakat lebih banyak memesan golok dan pisau untuk memotong hewan kurban. Karena golok atau pisau ini menjadi peralatan wajib digunakan pada saat pemotongan hewan kurban. “Ada golok, pisau, bervariasi sih, tapi untuk lebaran haji ini kebanyakan pesan pisau potong dan pisau rasah,” ujarnya.
Akibat banyaknya pesanan yang datang, Amsori mengaku kewalahan, bahkan dirinya terpaksa bekerja hingga larut malam. “Saya produksi setiap hari, kadang keteteran juga, jadi kekurangan tenaga, sedangkan yang mau servis juga banyak, kadang-kadang sampai jam 12.00 WIB malam,” ucapnya.
Dirinya menyebut, pesanan tidak hanya datang dari wilayah kampungnya saja atau pun daerah Kabupaten Lebak. Bahkan pesanan juga datang dari berbagai daerah di luar Banten seperti Jakarta, Jawa, Pulau Sumatera, Bali hingga Papua. “Banyak sih, ada yang dari Jawa, Jakarta, Bangka, Papua juga ada, soalnya di sini perajin semua tapi yang aktif hanya saya sama saudara saya,” tuturnya.
Untuk harga, golok dan pisau dijual mulai Rp 70 ribu hingga Rp 500 ribu per buah, tergantung jenis dan ukuran bentuknya. Sedangkan untuk harga jasa servis mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu, tergantung tingkat kesulitannya.
“Satuan harganya bervariasi, mulai dari Rp 70 ribu, Rp 300 ribu, bahkan ada yang Rp 500 ribu juga. Bahan yang digunakan di sini semua besi per, besi klaher, per keong, intinya yang ada bahan karbonatnya saja, kalau enggak ada yang bahan karbon enggak saya jadikan, karena di sini disebutnya plat jadi kurang bagus meskipun dipaksa dia enggak bakalan bagus,” ungkapnya.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1,1 Ton di Kota Tangerang Disembelih di Masjid Daarul Ihsan
“Untuk servis harganya bervariasi juga, ada yang Rp 50 ribu, ada yang Rp 25 ribu, ada yang Rp 20 ribu, gimana ukuran fisiknya, kadang ada yang pendek, panjang tergantung tingkat kesulitannya saja itu mah,” pungkasnya.
Salah seorang warga Apendi, mengaku sengaja melakukan pemesanan jauh-jauh hari jelang hari raya Iduladha untuk kebutuhan penyembelihan hewan kurban. Selain itu, dirinya juga mengaku membuat golok untuk keperluan membersihkan pekarangan rumah dan juga kebun. “Tadi juga saya bikin pisau, besinya saya bawa dari rumah, saya sering ke sini, soalnya tetangga kampung. Biasa buat peralatan di rumah, di kebun buat nebang pohon, bambu,” ucapnya. “Kalau di sini lumayan cukup murah sih, standarlah kalau untuk harga di kampung jadi sangat terbantu lah gitu,” pungkasnya.(mulyana)
























