SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Tekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM calon pencari kerja, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah resmikan mobil bus keliling untuk pelatihan tata busana atau Mobile Training Unit Pelatihan Tata Busana, Rabu (4/6), di Kantor Kecamatan Gunung Kaler.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, bahwa bus keliling ini berfungsi sesuai dengan namanya. Yaitu, berkeliling kesetiap desa dan kecamatan untuk memberikan pelatihan tata busana kepada para pencari kerja. Agar, meraka (para pencari kerja) ini bisa mendapatkan ilmu ataupun modal skil dasar sebelum melamar pekerjaan ke sebuah perusahan.
“Bus ini nantinya akan berkeliling kesetiap desa. Tentunya, berdasarkan permintaan, para pencari kerja yang telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan ketenagakerjaan, baik mendaftar secara ofline ataupun online. Khusunya, bidang tata busana,” kata pria yang biasa disapa akrab, Rudi Maesyal kepada Satelit News, Rabu (4/6).
Menurut Rudi, fungsi Mobile Training Unit Pelatihan Tata Busana ini sebetulnya sama dengan balai latihan kerja (BLK) yang berada di Jayanti dan Kosambi. Namun, untuk meminimalisir jarak yang jauh, karena khawatir dapat membebani masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan. Maka dibuatlah, terobosan dengan peluncuran Mobile Training Unit Pelatihan Tata Busana.
“Ini sama saja dengan BLK yang kita miliki di Jayanti dan Kosambi. Justru, ini lebih memudahkan, karena kami yang menjemput bola kewilayah masing-masing desa se Kabupaten Tangerang. Kan kasian, kalau yang dari Gunung Kaler harus ke Jayanti atau bahkan ke Kosambi,” katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menambahkan, bahwa peluncuran Mobile Training Unit Pelatihan Tata Busana ini juga merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam upaya menekan angka pengangguran dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Porseda 2026 Ponpes Tarbiyatul Mubtadiin, Tanamkan Cinta Budaya dan Toleransi
“Karena, selain dibekali ilmu pengetahuan. Kami, juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan, sehingga mereka yang mengikuti pelatihan bisa langsung diseleksi oleh perusahaan, dengan sesuai kebutuhan,” kata Intan.
Selain, bidang tata busana. Pelatihan jemput bola ini juga berlaku untuk dibidang otomotif kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor. Katanya, nantinya setiap peserta akan diberikan pelatihan selama kurang lebih 20 hari.
“Selain tata busana, layanan pelatihan jemput bola ini juga berlaku untuk dibidang otomotif,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono menjelaskan, bahwa bagi masyarakat atau calon pencari kerja yang hendak mendaftar menjadi peserta bisa mendaftar langsung (ofline) ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau secara online melalui website https//linktr.ee/Blkkabupatentangerang.com
“Bagi masyarakat yang mau menjadi peserta bisa daftar secara online ataupun ofline,” kata Rudi.
Menurut Rudi, untuk peserta di bidang tata busana nantinya, akan diberikan materi tentang bagaimana cara membuat pola, cara mengukur, memotong bahan, menjahit, mengobras, dan memasang kancing menggunakan mesin.
Baca Juga: Sastra Tangerang Berusaha Bangkit, KNPI Terbitkan Antologi 127 Puisi
“Intinya mereka akan diajakkan cara membuat baju secara utuh. Begitupun dengan otomotif, mereka akan diberikan pelatihan cara menyervis sepeda motor, mulai dari karbu, mesin, hingga kaki-kaki,” katanya.
Kata Rudi, dalam pelatihan secara mobile ini. Setiap kelasnya, terdiri dari 16 peserta, baik otomotif ataupun tata busana, dan saat ini dimulai diwilayah Desa Ranca Gede, Kecamatan Gunung Kaler.
“Peserta setiap kelas terdiri dari 16 peserta, dan setiap kelas akan diberikan masing-masing satu instruktur,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan dalam bidang tata busana, Sita Maharani mengaku senang, dengan adanya program pelatihan jemput bola ini. Karena, selain bisa mudah mendapatkan akses untuk melamar ke sebuah perusahaan, dalam pelatihan ini tidak memerlukan jarak tempuh yang jauh untuk belajar.
“Alhamdulillah, senang. Karena, lebih dekat buat belajar. Tidak harus jauh-jauh ke BLK yang berada di Kosambi dan Jayanti,” katanya. (alfian)





















