SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Suasana Idul Adha di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, kembali menjadi simbol solidaritas dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Tahun ini, panitia kurban masjid terbesar di Kota Tangerang itu, menyembelih sebanyak 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Hasilnya, sekitar 2.000 bungkus daging siap disalurkan kepada warga.
Proses penyembelihan dimulai sejak pagi hari, di bawah pengawasan ketat tim dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. Turut hadir tenaga medis dan dokter hewan yang memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, baik sebelum maupun sesudah disembelih.
“Semua hewan yang disembelih telah diperiksa terlebih dahulu. Alhamdulillah, seluruhnya dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi,” kata Khairudin, panitia kurban Masjid Raya Al-Azhom saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/6).
Distribusi daging kurban dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari lokasi penyembelihan utama di Al-Azhom, tetapi juga melalui pengiriman hewan hidup ke masjid-masjid di setiap kecamatan di Kota Tangerang.
“Kami tidak memotong semua hewan di sini karena logistik dan tenaganya tidak memungkinkan. Jadi beberapa hewan dikirim langsung dalam kondisi hidup ke masjid-masjid di kecamatan,” jelas Khairudin.
Ia menyebut, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, Masjid Al-Azhom menerima lebih dari 30 ekor sapi, sedangkan tahun ini hanya 13 ekor. Meski begitu, ia tetap optimistis dan menekankan, bahwa esensi dari kurban bukan terletak pada jumlah, melainkan pada semangat empati dan berbagi.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
“Teman-teman yang biasa mengirimkan hewan ke Al-Azhom kemungkinan besar tahun ini diarahkan oleh Pak Sekda ke Masjid Agung Al-Ijtihad. Tapi, harapan kami ke depan jumlahnya bisa meningkat lagi. Yang penting bukan banyaknya, tapi semangat berkurbannya,” imbuhnya.
Distribusi daging dilakukan secara merata. Setiap paket berisi satu kilogram daging agar dapat menjangkau lebih banyak warga. “Kalau dibanyakin khawatir nggak kebagian. Kadang ada yang datang tanpa kupon juga. Jadi biar semua bisa kebagian, kami buat merata,” terang Khairudin.
Daging kurban yang dibagikan ini disambut hangat oleh masyarakat. Salah satunya Citra, warga Kecil, Kecamatan Neglasari, yang sejak pagi datang ke Al-Azhom untuk mengambil daging.
“Alhamdulillah, membantu banget buat warga-warga yang belum tentu makan daging setiap hari. Jadi semuanya bisa kebagian rata,” ujar Citra dengan senyum lebar.
Citra mengaku rutin datang ke Masjid Al-Azhom setiap Iduladha dan selalu mendapat pembagian daging. “Biasanya dimasak rendang atau semur. Pokoknya dimasak apa aja mantap. Saya jarang makan daging, jadi seneng banget bisa dapet,” tambahnya.
Penerima daging kurban tidak hanya dari sekitar Al-Azhom, tetapi juga dari berbagai kecamatan yang menerima distribusi langsung melalui masjid-masjid lokal. Panitia menyebutkan, sedikitnya 12 masjid di berbagai kecamatan menerima hewan kurban dari Al-Azhom dalam kondisi hidup, sebagai bagian dari strategi penyebaran logistik kurban secara merata.
Baca Juga: Porseda 2026 Ponpes Tarbiyatul Mubtadiin, Tanamkan Cinta Budaya dan Toleransi
Selain dari masyarakat umum, hewan kurban yang diterima Masjid Raya Al-Azhom berasal dari berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan sekitar, hingga perseorangan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kurban di Kota Tangerang, tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam solidaritas sosial.
Khairudin menutup dengan harapan, bahwa nilai-nilai kurban seperti empati dan kepedulian sosial terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat. “Kalau cuma motong dan bagi-bagi daging saja, itu belum cukup. Semangatnya yang paling penting. Semangat berkurban, semangat berbagi dengan yang kurang mampu. Itu yang ingin kita hidupkan terus,” jelasnya.
Dengan segala keterbatasan, pelaksanaan kurban di Masjid Raya Al-Azhom, kembali membuktikan bahwa kehangatan Idul Adha bukan hanya soal tradisi tahunan, melainkan sebuah gerakan sosial yang mempererat persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat. (mg01)





















