SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Luciano Spalletti telah dipecat dari posisi pelatih tim nasional Italia. Itu setelah Gli Azzurri dibantai 0-3 oleh Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Spalletti mendapat sorotan tajam usai Italia dilibas Norwegia 0-3 pada Sabtu (7/6/2025) dini hari WIB lalu. Timnya tak bisa berbuat banyak dan gawangnya digilir oleh Alexander Sorloth, Antonio Nusa, serta Erling Haaland.
Meski itu baru laga pertama Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, namun menjadi pertanda yang buruk. Sebab hanya tim teratas dari grup yang lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026 dan Norwegia dalam posisi kuat usai sapu bersih tiga laga pertama.
Italia kemungkinan harus memperjuangkan kelolosan dari jalur play-off dengan finis kedua di grup. Masalahnya, mereka punya riwayat buruk di fase itu dengan selalu tersingkir di dua edisi terakhir.
Dalam jumpa pers jelang lawan Moldova, Selasa (10/6) dini hari WIB, Spalletti mengungkap bahwa dirinya telah dilepaskan dari jabatan pelatih. Ia masih akan memimpin tim melawan Moldova, tapi bebas tugas setelahnya. “Kami berbicara semalam dan mereka bilang bahwa saya akan dilepas dari posisi sebagai pelatih kepala tim nasional,” ungkap Spalletti merujuk ke FIGC.
“Saya meminta maaf, mengingat hubungan yang kami punya, saya tak punya niat menyerah. Saya lebih memilih untuk bertahan dan melakukan tugas terutama saat situasi tak berjalan baik.”
“Meski demikian, kalau ini adalah sebuah eksonerasi, saya harus menerimanya. Saya sudah selalu memandang peran ini sebagai pelayanan buat tanah air dan saya ingin membantu masa depan tim nasional,” ujarnya dikutip Football Italia.
Spalletti sudah menangani Timnas Italia sejak September 2023. Dia dikontrak 3 tahun menggantikan Roberto Mancini yang mengundurkan diri.
Sudah 23 pertandingan dilalui Spalletti membesut Italia. Hasilnya 11 kemenangan diraih, 6 imbang, dan 6 kalah. Italia juga dibawanya lolos ke Piala Eropa 2024 hingga babak 16 besar.
Pria berusia 66 tahun itu mengaku sedih lantaran gagal membawa tim mencapai level terbaik. “Tidak mencapai level permainan yang saya inginkan. Saya merasa kasihan pada diri saya sendiri, menerimanya, saya tahu akan ada saat-saat yang agak sulit untuk dilalui, untuk memasuki situasi seperti ini,” kata Spalletti, dilansir dari Calciomercato.
“Namun, saya tidak berhasil, bahkan pertandingan pada hari Jumat [kontra Norwegia]… Anda juga baik dalam mengomentarinya, mungkin saya pantas mendapatkan yang lebih buruk,” dia menambahkan.
“Saya kecewa dengan hasil yang saya capai. Saya menciptakan masalah bagi pergerakan dengan hasil saya, saya yakin bahwa saya bisa melakukan yang berbeda tetapi saya tidak berhasil. Saya kecewa dengan diri saya sendiri,” jelasnya.
Spalletti, yang ditunjuk menggantikan Roberto Mancini di tengah Kualifikasi Piala Eropa 2024, awalnya hadir dengan reputasi bagus usai membawa Napoli juara Liga Italia untuk kali pertama dalam 33 tahun. Namun yang terjadi setelahnya tak sesuai harapan.
Spalletti mencatat 11 kemenangan dan enam seri dari 23 laga yang ia pimpin, dengan rataan 1,7 poin per laga. Angka itu lebih buruk dari Roberto Donadoni, pelatih Italia pada 2006-2008 yang meraih 1,87 poin per laga berkat 13 kemenangan dan empat seri dalam 23 laga.
Bahkan jika mengecek statistik Gian Piero Ventura, pelatih yang gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018, Spalletti pun tak lebih baik. Ventura ‘setidaknya’ meraih 1,94 poin dalam 16 laga.
Eks pelatih Torino itu meraih sembilan kemenangan dan hanya tiga kali kalah, meski dua di antaranya saat takluk dari Spanyol dan Swedia terbukti berakibat fatal untuk Italia. (dm)