SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pengcab Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang resmi menggelar seleksi atlet bola basket tingkat pelajar sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 di Kota Cilegon.
Seleksi ini dimulai dengan tim putri yang berlangsung pada Senin (9/06/25) disusul tim putra pada Rabu besok (11/6).
Sebanyak 40 peserta putri dari berbagai SMP dan SMA di Kota Tangerang turut ambil bagian dalam seleksi awal yang dipusatkan di GOR Batuceper. Para peserta berasal dari sekolah-sekolah dan klub-klub lokal, dengan rentang usia kelahiran 2009 hingga 2011.
Pelatih tim putri, Arfansyah Gunawan, menjelaskan bahwa proses seleksi difokuskan pada pengamatan langsung melalui pertandingan atau game. Strategi ini dipilih mengingat keterbatasan waktu, sekaligus sebagai cara paling efektif untuk menilai berbagai aspek kemampuan atlet.
“Melalui game, kita bisa lihat semua, kemampuan dribble, sistem offense, sistem defense, daya juang, dan mental toughness mereka. Setelah tim terbentuk, baru kita akan masuk ke tahap pengembangan lanjutan,” jelas Arfansyah kepada wartawan satelitnews.
Target dari seleksi tahap awal ini adalah menjaring sekitar 15 atlet terbaik untuk kemudian masuk ke dalam tahap pemusatan latihan dan seleksi lanjutan. Arfansyah berharap, dengan waktu persiapan yang masih panjang, Kota Tangerang dapat mencetak atlet-atlet muda yang tangguh dan siap berkompetisi.
“Harapannya, kita bisa membentuk tim yang mumpuni, yang bisa dilatih secara intensif hingga puncaknya di Popda 2026. Target kami, tentu saja medali emas,” tegasnya optimistis.
Ketua Umum Perbasi Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengatakan bahwa seleksi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan.
“Tahun ini kami berfokus merekrut dan membina atlet muda lokal yang potensial. Tidak hanya dari seleksi hari ini, tapi juga memantau mereka di berbagai kompetisi sekolah dan kegiatan pekanan,” ujar Andri.
Ia juga mengakui adanya tantangan dalam merekrut atlet di tingkat Popda yang berorientasi pada domisili sekolah. Hal ini terutama karena sejumlah sekolah swasta di luar Kota Tangerang memiliki program beasiswa atlet yang menarik atlet potensial keluar dari kota.
“Ini memang jadi tantangan tersendiri. Tapi justru jadi keuntungan juga, karena atlet yang kita rekrut murni dari pelajar lokal yang nantinya bisa kita bina dalam jangka panjang. Mereka ini yang akhirnya bisa membawa Kota Tangerang berprestasi di Porprov karena sudah ditempa bersama sejak lama,” jelasnya.
Sebagai catatan, dalam gelaran Popda 2024 lalu yang digelar di Kota Tangerang, tim putri berhasil meraih medali perak, sementara tim putra membawa pulang perunggu. Dengan melihat potensi dan persiapan yang dimulai sejak dini, Perbasi Kota Tangerang menargetkan medali emas pada Popda 2026.
Dengan strategi rekrutmen yang lebih menyeluruh, pelatihan yang berkesinambungan, serta semangat juang para pelajar, harapan untuk mengharumkan nama Kota Tangerang di kancah olahraga pelajar tingkat provinsi semakin nyata.
“Kami tidak hanya mencari pemain bagus, tapi pemain yang siap berproses bersama, dari POPDA hingga Porprov. Kami yakin, dengan komposisi dan semangat yang tepat, kita bisa kembali berjaya,” pungkas Andri.
Seleksi putra akan digelar dua hari setelah seleksi putri, dengan sistem yang sama: registrasi terbuka, pemantauan melalui pertandingan langsung, dan seleksi berdasarkan performa menyeluruh. Nantinya, baik tim putra maupun putri yang terbentuk akan menjadi bagian dari skuad inti Popda Kota Tangerang untuk 2026. (mg01)