Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Nadiem Siap Diperiksa Dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Rp 9,98 T

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 10 Jun 2025 18:45 WIB
Rubrik Edukasi, Nasional
Nadiem Siap Diperiksa Dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Rp 9,98 T

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim saat berbicara dalam konferensi pers di sebuah hotel di kawasan Jakarta, Selasa (10/6/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim angkat suara terkait penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek pada 2019–2022.

“Saya tidak pernah menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun,” tegas Nadiem dalam konferensi pers di Ruang Nusantara Foyer, The Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Nadiem menyatakan siap memberi keterangan atau klarifikasi bila diminta oleh aparat penegak hukum. “Saya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung. Penegakan hukum yang adil dan transparan adalah fondasi negara yang demokratis,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan menyusul pemeriksaan terhadap tiga mantan staf khusus (stafsus) Mendikbudristek, yakni FH, JT, dan IA, oleh Kejagung mulai Selasa (10/6). Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook senilai Rp 9,982 triliun.

Sebelumnya, Kejagung telah menggeledah apartemen ketiganya pada 21 dan 23 Mei 2025 dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen dan perangkat elektronik. Penyidik mendalami dugaan pemufakatan jahat oleh berbagai pihak yang memengaruhi keputusan teknis agar memilih sistem operasi Chromebook, meskipun hasil uji coba pada 2019 menunjukkan hasil tidak efektif.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar, tim teknis awalnya merekomendasikan spesifikasi dengan sistem operasi Windows, namun hasil kajian itu kemudian diganti dan direkomendasikan penggunaan Chromebook. Anggaran pengadaan ini terdiri dari Rp 3,582 triliun yang bersumber dari Dana Satuan Pendidikan (DSP) dan Rp 6,399 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga: Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Kasus Eks Jampidsus, Pelimpahan Berlanjut

Merespons polemik tersebut, Nadiem menjelaskan bahwa pengadaan Chromebook merupakan bagian dari strategi mitigasi krisis pendidikan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020.

“Krisis pandemi Covid-19 bukan hanya krisis kesehatan, tapi juga krisis pendidikan. Kemendikbudristek harus melakukan mitigasi secepat dan seefektif mungkin agar hilangnya pembelajaran bisa ditekan,” jelas Nadiem.

BeritaTerbaru

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Selasa, 21 Jul 2026 22:56 WIB
Polsek Panongan Edukasi Bahaya Game dan Judi Online di SMP

Polsek Panongan Edukasi Bahaya Game dan Judi Online di SMP

Selasa, 21 Jul 2026 22:53 WIB
Kongres Umat Islam Bahas Isu Demokrasi hingga Ketahanan Nasional

Kongres Umat Islam Bahas Isu Demokrasi hingga Ketahanan Nasional

Selasa, 21 Jul 2026 18:26 WIB
APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

Selasa, 21 Jul 2026 18:22 WIB

Ia menyebut pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) – termasuk laptop Chromebook, modem, dan proyektor – ditujukan untuk lebih dari 77.000 sekolah di seluruh Indonesia. Dalam kurun empat tahun, Kemendikbudristek mengadakan sekitar 1,1 juta unit laptop guna mendukung pembelajaran jarak jauh, pelatihan guru, dan pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).

“Selain mendukung pembelajaran, perangkat TIK juga jadi alat peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidikan serta pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer,” ungkap Nadiem.

Nadiem juga mengungkap alasan pengadaan laptop Chromebook, yang digunakan untuk membantu mengejar learning loss siswa pada masa pandemi Covid-19. “Tim di Kemendikbudristek melakukan kajian mengenai perbandingan antara Chromebook dan operating system lainnya,” ungkap Nadiem. “Dan satu hal yang sangat jelas pada saat saya mencerna laporan ini adalah dari sisi harga Chromebook itu kalau speknya sama selalu 10-30 persen lebih murah,” imbuhnya.

Selain itu, ia menambahkan, operating systemnya, yaitu Chrome OS, gratis. Sedangkan operating system untuk laptop jenis lainnya berbayar. “Dan bisa berbayar sampai Rp 1,5 sampai 2,5 juta tambahan,” kata dia.

Baca Juga: LPSK Tolak Sony Sanjaya, Penyidikan Korupsi MBG Tetap Berjalan

Sementara itu, pengacara Nadiem, Hotman Paris Hutapea mengatakan bahwa proses pengadaan laptop ini dilakukan melalui e-katalog. Dalam hal ini, setiap calon vendor memasukkan produk yang ditawarkan melalui e-katalog, yang kemudian akan dipilih oleh kementerian.

“Jadi di e-katalog itu ada begitu banyak jenis-jenis laptop dan dengan spesifikasinya nanti dipilih salah satu. Jadi benar-benar open, terbuka. Dan akhirnya menurut BPKP di e-katalog itu harganya sekitar 6 sampai dengan 7 juta. Ternyata harga jadi yang dibeli oleh kementerian adalah sekitar 5 jutaan,” ucapnya. “Jadi jauh lebih murah dari harga yang tercantum di e-katalog,” imbuhnya.

Nadiem mengklaim seluruh kebijakan dibuat berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Selama saya menjadi Mendikbudristek, setiap kebijakan dirumuskan dengan asas transparansi, keadilan, dan iktikad baik,” katanya.

Di sisi lain, Nadiem mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses hukum tuntas. “Saya mengajak masyarakat tetap kritis namun adil, tidak terburu-buru menarik kesimpulan di tengah derasnya opini,” ujarnya.

Ia mengaku percaya bahwa proses hukum akan dapat memilah secara adil antara kebijakan yang dijalankan dengan niat baik dan pelaksanaan yang menyimpang.

“Saya berkomitmen untuk bersikap kooperatif demi menjernihkan persoalan ini dan menjaga kepercayaan terhadap transformasi pendidikan yang telah kita bangun bersama,” pungkasnya. (rmg/san)

Tags: ChromebookkorupsiNadiem Makarim
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah
Nasional

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak
Nasional

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
2.600 Mahasiswa UMT Jalani KKN, Rektor Pesan Peserta Bisa Beradaptasi
Edukasi

2.600 Mahasiswa UMT Jalani KKN, Rektor Pesan Peserta Bisa Beradaptasi

Senin, 20 Jul 2026 14:38 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam
Nasional

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis
Nasional

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB
Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

ILUSTRASI: ASN Lebak. ISTIMEWA

Honor ASN Jangan Jadi Tumbal Defisit APBD Lebak

Minggu, 19 Jul 2026 18:33 WIB
Kepala BPKAD Provinsi Banten, Mahdani. (ISTIMEWA)

Fantastis, Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Mencapai Rp55,47 Miliar

Selasa, 21 Jul 2026 14:13 WIB
Inggris Raih Posisi Terbaik Setelah 1966

Inggris Raih Posisi Terbaik Setelah 1966

Minggu, 19 Jul 2026 21:12 WIB
BERKUNJUNG - Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, mendatangi pangkalan nelayan di Kampung Lumalang Kaliasin, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). (ISTIMEWA)

Datangi Nelayan Bojonegara, HNSI Banten Imbau Tak Terprovokasi Kasus PT Gandasari

Minggu, 19 Jul 2026 11:34 WIB
DR. KH. ENCEP SAFRUDIN MUHYI. MM., M.Sc

Pemimpin Penentu Kunci Keberhasilan

Kamis, 23 Jul 2026 21:26 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.