SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang membutuhkan dana besar, untuk membangun sarana dan prasarana infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemkab.
Dana pembangunan itu, diperkirakan bisa mencapai Rp5 Triliun untuk membangun ruas jalan kabupaten dan jalan poros desa, yang saat ini kondisinya masih rusak berat.
Informasi yang berhasil didapat, total ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Pandeglang sepanjang 723,03 kilometer. Dari jumlah itu, sepanjang 251,985 kilometer kondisinya rusak berat, sedangkan sisanya sudah baik alias mantap betul. Ruas jalan itu, belum termasuk jalan poros desa yang kondisinya banyak rusak.
Berdasarkan perhitungan sementara, Pemkab Pandeglang membutuhkan anggaran sebesar Rp5 Triliun. Jika melihat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pandeglang, dana sebesar itu adalah alumulasi untuk dua tahun anggaran.
Kondisi itu diperparah, dengan adanya efisiensi anggaran, untuk pembangunan infrastruktur jalan yang nilainya mencapai Rp107 Miliar, belum termasuk perjalanan dinas. Artinya, ditahun 2025 ini, Pemkab tidak bisa melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan.
Masih banyaknya ruas jalan di Kabupaten Pandeglang, karena keterbatasan anggaran dan ketidakmampuan mengelola sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, pembangunan di Kabupaten Pandeglang belum bisa dilakukan secara merata dan berkesinambungan.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, pihaknya membutuhkan dana besar untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan, yaitu sekira Rp5 Triliun. Angka itu, kata dia, muncul berdasarkan perhitungan sementara dan merujuK pada kerusakan jalan.
“Kita hitung misal ada 300 sampai 500 kilometer jalan rusak, untuk pembangunan jalan satu kilometer empat Miliar, berarti kita butuh dua Triliun untuk membangun jalan yang jadi kewenangan kita,” katanya, Selasa (17/6).
Kemudian, lanjutnya, jalan poros desa yang rusaknya 1.500 kilometer dikalikan dengan biaya pembangunan Rp4 Miliar untuk satu kilometer. Dari angka itu, diketahui pembangunan jalan poros desa bisa mencapai Rp3 Triliun.
“Memang anggaran pembangunan ini cukup besar, ditambah sekarang sedang ada efisiensi anggaran, kita sangat kesulitan untuk membangun jalan,” tambahnya.
Iing mengatakan, pihaknya sudah membuat regulasi untuk mengatasi keterbatasan anggaran di Kabupaten Pandeglang. Salah satunya, dengan mengoptimalkan semua potensi atau sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pandeglang.
“Kita juga bentuk tim percepatan PAD, untuk meningkatkan pendapatan kita. Kita yakin, target PAD di tahun ini bisa tercapai dan bisa terus bertambah,” ujarnya
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat agar bisa membantu Pemkab Pandeglang dalam membangun sarana dan prasarana infrastruktur jalan.
“Tentunya kita terus berkoordinasi agar bisa mendapatkan bantuan pembangunan untuk Kabupaten Pandeglang. Baik itu melalui Pemprov Banten, maupun Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Ade Muamar menyarankan, agar Pemkab Pandeglang segera menginventarisir semua potensi PAD yang ada. Oleh karena, selama ini banyak sumber pendapatan yang tidak terkelola dengan baik.
“Banyak sumber PAD kita, yang belum terkelola dengan baik. Nah, ini merupakan potensi yang besar kalau bisa dimanfaatkan dengan baik. Keuangan daerah bisa terus bertambah apabila semua potensi yang ada dikelola dengan baik,” tuturnya.
Ade menyampaikan, salah satu sumber PAD terbesar apabila dikelola dengan baik yaitu tambak udang, parkir, pariwisata, dan lainnya. Selama ini, potensi tersebut belum terkelola dengan baik dan keuangan daerah tidak ada penambahan yang signifikan.
“Potensi kita ada, tinggal bagaimana pengelolaannya saja yang dibenahi agar tidak ada kebocoran. Kalau bisa dikelola dengan baik, saya yakin keuangan kita tidak ada kesulitan dan bisa terus bertambah,” imbuhnya. (adib)
























