SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya yang bermukim di pesisir dan bantaran sungai, agar lebih waspada, karena musim hujan belum usai.
Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, berpotensi menyebabkan banjir dibeberapa kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rian Sutansyah mengatakan, selama cuaca buruk pihaknya terus melakukan pemantauan ke semua wilayah Pandeglang, sebagai upaya mengantisipasi banjir. Meski demikian, hingga Rabu (18/6/2025) sore sekira pukul 03.33 WIB, pihaknya belum menerima ada laporan banjir.
“Semalem juga kita pantau ke sejumlah wilayah, tapi Alhamdulillah enggak ada banjir. Sekarang juga belum ada laporan yang masuk ke kita terkait banjir, semoga saja semuanya aman dan enggak ada banjir,” kata Rian, Rabu (18/6/2025).
Rian mengatakan, ada sebelas kecamatan yang rawan terjadi banjir dan longsor, yakni Kecamatan Patia, Sobang, Cisata, Panimbang, Sukaresmi, Munjul, Sindangresmi, Cikeusik, Labuan, Pagelaran, dan Kecamatan Picung. Bagi warga yang tinggal di lokasi itu, diharapkan agar selalu meningkatkan kewaspadaannya.
“Sebelas kecamatan itu, berdasarkan data banjir tahun kemarin. Jadi diharapkan tetap waspada. Sejak kemarin, kita juga menyiagakan personel untuk berjaga dan melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi banjir,” tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati mengatakan, melihat kondisi dan curah hujan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di Kabupaten Pandeglang.
Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat yang tinggal di lokasi rawan banjir, untuk waspada dan hati-hati. Meskipun, pihaknya sudah menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan dan memberikan pertolongan pertama.
“Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam, meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan. Karena hujan diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah di Pandeglang,” ujarnya.
“Kami sudah mempersiapkan peralatan evakuasi dan logistik, jika terjadi bencana alam, seperti banjir dan longsor. Kita harapkan, semuanya tidak ada masalah dan bencana alam tidak terjadi di Pandeglang,” sambungnya.
Menurut Lilis, salah satu faktor penyebab banjir bukan hanya karena terjadi pendangkalan sungai, melainkan karena ada aliran air yang tersumbat akibat sampah. Oleh karena itu, dia mengajak kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena bisa menjadi penyebab banjir.
“Sebaiknya tidak membuang sampah secara sembarangan ke aliran sungai dan drainase. Karena hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Pandeglang, saluran airnya jadi tersumbat,” imbuhnya. (adib)