SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kabupaten Lebak menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana, baik saat musim hujan maupun kemarau. Oleh karena itu, guna mengurangi risiko bencana yang diakibatkan peralihan cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak terus meningkatkan koordinasi baik dengan relawan maupun pemerintah kecamatan dan desa.
Beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin dan petir masih terjadi di wilayah Bumi Multatuli. Selain melakukan koordinasi, BPBD Lebak secara masif melakukan imbauan kepada warga agar mewaspadai segala potensi bencana guna mengurangi risiko bencana.
“Melalui relawan BPBD yang tersebar di 28 kecamatan serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI Polri, terus kita tingkatkan serta melakukan imbauan secara masif kepada warga agar mewaspadai potensi bencana yang ditimbulkan dampak peralihan cuaca ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, (24/6/2025).
Febby mengungkapkan, koordinasi serta imbauan tersebut dilakukan guna mengurangi risiko bencana yang terjadi. Imbauan yang terus dilakukan, mengingat wilayah Lebak salah satu wilayah di Provinsi Banten yang kerap terjadi bencana baik itu musim penghujan maupun kemarau.
Febby meminta warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan tidak berteduh di bawah pohon, memainkan telepon genggam maupun lainnya yang bisa kontrasi dengan bencana tersebut. “Lebak memiliki wilayah yang dikelilingi sungai yang rentan banjir, perbukitan yang rawan longsor. Tak hanya itu, wilayah Lebak juga salah satunya wilayah yang kerap dilanda bencana angin puting beliung,” tutur Febby.
“Dari 28 kecamatan terdapat 14 kecamatan yang menjadi titik rawan longsor yakni Bayah, Sobang, Lebakgedong. Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng,” kata Febby.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
Sementara, terdapat 12 kecamatan yakni Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan dan Bayah. Daerah tersebut, kata Febby merupakan jalur angin yang rawan terjadinya angin kencang atau puting beliung. “Jadi selain angin puting beliung, di musim penghujan ini yang juga harus diwaspadai adalah tanah longsor, dan banjir,” ujarnya.
“Kepada warga saya mengimbau untuk mewaspadai akan terjadinya potensi kedua bencana tersebut, dengan tetap berada di dalam rumah dan menghindari pohon besar saat terjadi angin kencang,” ujar Febby. “Warga juga diimbau agar melakukan perawatan saluran irigasi mereka sehingga dapat mencegah banjir,” pesannya. (mulyana)
