SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Anak laki-laki berinisial N (15) yang sempat viral di media sosial karena kakinya dipenuhi luka tetapi dipaksa berjualan saat ini masih berada di Rumah Aman milik Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Anak tersebut belum dipulangkan ke rumah karena konselingnya belum tuntas. Anak tersebut kini telah menjalani dua kali konseling dan bakal menjalani tahap akhir dari proses konseling dalam waktu dekat.
“Anaknya masih berada di Rumah Aman kami. Kan konselingnya belum selesai. Anaknya masih harus melakukan konseling yang terakhir, kemarin baru dua kali konseling jadi satu kali lagi,” ujar Kepada UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Minggu (29/6).
Tri menyampaikan bahwa anak tersebut sudah dipertemukan dengan keluarganya dalam proses pemulihan. Namun, selama proses pemilihan ini N tidak dipulangkan dikarenakan kondisi keterbatasan kemampuan keluarga untuk mengantar atau menjemput N.
“Kemarin yang bersangkutan pada hari Rabu sudah bertemu dengan ibu dan kakaknya di kantor. Keluarganya dari kurang mampu, jadi ibunya hanya mengandalkan kakaknya libur kerja, untuk datang ke kantor. Jadi dari pada kita ngebebanin keluarga ini untuk sementara N di Rumah Aman sampai selesai konselingnya,” jelasnya.
Mengenai kondisi anak, Tri memastikan bahwa secara fisik dan psikologis anak berada dalam kondisi baik. Namun, ia menekankan bahwa anak tersebut memiliki kebutuhan khusus, sehingga penanganannya tidak bisa disamakan dengan anak-anak lain seusianya.
Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
“Alhamdulillah anaknya dalam keadaan sehat. Ini anak memang punya kebutuhan khusus jadi jangan disamakan dengan anak normal se-usianya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial N (15), yang kerap terlihat berjualan risol di kawasan Griya Pamulang Extension, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Dugaan ini mencuat setelah seorang warga bernama Abizar mengunggah video dan kronologi kondisi mengenaskan Noval di media sosial viral. (eko)
























