SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang tengah mengupayakan perluasan jangkauan layanan transportasi gratis bagi pelajar. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyikapi aspirasi masyarakat yang merasa belum terlayani secara merata.
Maryono menegaskan bahwa pemerintah menyadari masih terdapat ketimpangan akses di sejumlah wilayah terhadap program transportasi gratis, seperti Bus Tayo dan angkot Si Benteng, yang saat ini berjalan melalui skema program “Gampang Sekolah.”
“Pemerintah Kota Tangerang, kami sedang mengupayakan penambahan rute di beberapa wilayah termasuk Batuceper, Benda, Neglasari, dan kemudian ke wilayah Pinang, Larangan, Ciledug, dan Karang Tengah. Itu kita sedang upayakan,” ujar Maryono Hasan kepada wartawan Satelit News, Minggu (29/6).
Program transportasi gratis ini telah mendapat apresiasi karena meringankan beban orang tua pelajar dan mendukung akses pendidikan. Namun, berbagai aduan dan masukan dari masyarakat di daerah-daerah yang belum terjangkau membuat Pemkot berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan pengembangan.
Menurut Maryono, aspirasi warga di berbagai kecamatan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Penambahan rute akan difokuskan pada kawasan yang padat penduduk, memiliki banyak sekolah, namun belum terintegrasi dengan jaringan transportasi pelajar gratis yang ada saat ini.
“Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan, rute tersebut bisa terakses seperti yang diharapkan banyak pemohon dari masyarakat,” tambahnya seusai mengikuti skuter sarungan di festival Al-Azhom.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol Apresiasi Pemkot Tangerang
Sebelumnya, program “Gampang Sekolah” telah menggratiskan layanan Trans Kota dan angkot Si Benteng bagi pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Tangerang selama hari dan jam sekolah berlangsung. Namun distribusinya belum sepenuhnya merata. Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang, Teja Kusuma, menyoroti bahwa hingga saat ini layanan angkutan gratis tersebut belum menyentuh sejumlah kecamatan seperti Batuceper, Neglasari, dan Benda.
“Pelayanan program Si angkutan gratis ini prinsipnya harus memenuhi prinsip asas keadilan. Jangan sampai ada siswa yang mendapat layanan transportasi gratis sementara di wilayah lain tidak akibat jauh dari akses,” kata Teja, Minggu (22/6).
Ia menekankan bahwa program ini harus memenuhi tiga prinsip utama: keadilan, utilitas, dan pemerataan. “Pertama, keadilan harus merata—semua pelajar tanpa terkecuali. Kedua, manfaat program ini harus benar-benar mengurangi beban pengeluaran orang tua. Ketiga, pemerataan yaitu infrastruktur dan trayek wajib diperluas agar benar-benar menyentuh pelosok Kota Tangerang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Teja juga mendorong peningkatan jumlah armada serta perbaikan akses jalan menuju sekolah. Ia meyakini bahwa jika program ini dijalankan dengan serius dan merata, bukan hanya pelajar yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat luas karena kemacetan berkurang dan potensi tawuran antarpelajar bisa ditekan.
“Program ini punya potensi besar. Tapi jangan hanya di tengah kota saja. Pemerintah harus hadir sampai ke wilayah-wilayah yang belum terjamah,” tambah Teja. (mg01)
