Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Warga Sukadana Kota Serang Tolak Penertiban Rumah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 3 Jul 2025 16:42 WIB
Rubrik Banten Region, Kota Serang
Warga Sukadana Kota Serang Tolak Penertiban Rumah

WARGA SUKADANA TOLAK PEMBONGKARAN- Ratusan warga menggelar penolakan pembongkaran rumah untuk kepentingan pembangunan dan penataan ruang dengan memblokir jalan di Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (2/7). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG—Program normalisasi Sungai Sukadana di Kota Serang menemui kendala. Musabab, warga bantaran kali menolak rencana penertiban rumah tinggal akibat proyek tersebut.

Penolakan itu disampaikan ratusan warga Kampung Sukadana I, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen Kota Serang kemarin. Mereka mengepung kantor Kecamatan Kasemen pada Rabu (2/7). Warga berkumpul di sekitar halaman kantor sejak pukul 07.00 WIB pagi. Di sana mereka membentangkan sebuah spanduk bertuliskan sindiran untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, “Janjinya Manis, Tapi Bikin Rakyat Menangis.”

Kelompok ibu-ibu yang juga ikut menggeruduk turut meneriakan nama Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, untuk mundur dari jabatannya. “Wahyu mundur, Wahyu mundur,” pekik warga di depan pintu masuk kantor Kecamatan Kasemen.

Tidak hanya itu para warga juga mendesak Walikota Serang, Budi Rustandi, bertanggung jawab atas nasib mereka yang terdampak rencana normalisasi sungai Sukadana. “Budi mundur, Budi mundur,” teriak mereka kembali.

Setelah sekian lama berorasi, sebanyak lima orang perwakilan warga Sukadana menghadap Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi, Wahyu Nurjamil; ASDA I Kota Serang, Subagyo; dan Camat Kasemen Kristiyanto untuk beraudiensi.

Namun, sayangnya, hasil audiensi itu diluar ekspektasi masyarakat. Karena Pemerintah Kota Serang tetap bersikukuh akan melakukan pembongkaran dan merelokasi warga ke rumah susun sewa (Rusunawa). Alasannya karena program normalisasi sungai itu merupakan perintah langsung dari pemerintah pusat yang harus dilaksanakan pemerintah di daerah.

Baca Juga: 1.800 Masker Gratis Dibagikan Kepada Pengendara di Kota Serang dan Cilegon

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Serang pertama kali akan melakukan pembongkaran terhadap tempat-tempat yang dikomersilkan seperti kontrakan dan lain sebagainya. Lalu yang kedua, rumah-rumah warga yang sudah dikosongkan.

“Pembongkaran itu, mohon maaf, dengan berat hati kami sampaikan bahwa akan tetap dilakukan,” kata Wahyu.

BeritaTerbaru

Maulid Ath-Thohariyyah, Bupati Dewi Doakan 8 Orang Hilang di Anak Krakatau

Sabtu, 12 Sep 2026 18:40 WIB

Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM

Sabtu, 12 Sep 2026 18:26 WIB

Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis

Sabtu, 12 Sep 2026 14:19 WIB

Warga Kab Serang yang Tercebur Sumur Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 12 Sep 2026 13:52 WIB

Mendengar keputusan itu ratusan warga berteriak kecewa. Mereka kemudian berbondong-bondong memblokir akses jalan Lopang-Banten Lama sebagai bentuk respon kekecewaan. Berdasarkan pantauan para warga memblokir jalan dengan membentang spanduk bertuliskan “Kami Menagih Janji Walikota, Tolong Kami Pak Gubernur” di tengah jalan.

Selain itu mereka juga merobek serta membakar baju kampanye pasangan Budi Rustandi-Nur Agis Aulia seraya mengatakan, “Kami akan mengembalikan uangnya yang Rp100 ribu dari pak Budi ke KPK. Pokoknya kita menolak digusur.”

Di samping itu kericuhan juga sempat terjadi. Camat Kasemen, Krisyanto, hampir menjadi bulan-bulanan warga yang tengah diselimuti amarah. Penyebabnya karena dia berniat ingin memindahkan ban bekas yang hendak dibakar oleh warga.

Melihat itu warga sontak marah dan mengerubunginya serta mendorong pejabat pemerintah di tingkat kecamatan itu. Beruntungnya aparat TNI yang berjaga berhasil melerai dan meredam amukan warga. Akibat pemblokiran itu kemacetan di Jalan Lopang-Banten Lama tak terelakkan.

Baca Juga: Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar

Indri Lestari, salah seorang warga yang rumahnya terdampak rencana pembongkaran, mengaku sedih mendengar kabar Pemkot Serang tetap akan melakukan pembongkaran. Apalagi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini membuat ia dan keluarganya bingung harus pindah kemana.

“Kita baru lulus sekolah terus nyari-nyari kerja susah, harus ada uang juga, terus dengar kaya mau ada penggusuran ini kita bingung mau kemananya,” ujar Indri.

Dia menilai rencana pemerintah memindahkan warga ke rusunawa bukanlah solusi. Sebab, menurutnya, fasilitas yang tersedia di sana belum aman dan memadai.

“Bayangin orang yang punya keluarga banyak, anaknya banyak masih pada kecil, kalau terjadi kecelakaan gimana, pak?” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh warga Sukadana lainnya. Indah Heriyah menilai rusunawa yang ditawarkan oleh Pemkot Serang tidak layak untuk dijadikan sebagai hunian.

“Rusunawa itu cuman satu petak. Di situ boker, di situ makan, di situ tidur itu nggak layak,” ujarnya.

Dia justru menagih janji Walikota Serang, Budi Rustandi, mengenai lahan yang disediakan untuk warga. Kata Indah, orang nomor satu di Kota Serang itu pernah menjanjikan lahan seluas 6×10 meter untuk warga yang terdampak program normalisasi sungai.

“Walaupun itu tanah di daerah sawah ataupun di daerah terpencil kita ikhlas menerima asal itu terbukti,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pembongkaran itu Pemkot Serang telah memperhatikan secara seksama kondisi masyarakat. Sebagai buktinya, pemerintah tidak begitu saja melakukan pembongkaran tanpa memberikan hunian alternatif sebagai solusinya.

“Kami sebetulnya sudah memanusiakan masyarakat yang akan dibongkar dengan menempatkan di Rusunawa,” katanya saat ditemui di kampung Sukadana.

Bahkan, Iwan menambahkan, Pemkot Serang akan membebaskan biaya sewa selama satu tahun lamanya guna sedikit meringankan beban masyarakat pasca pembongkaran.

“Sudah kami kaji dari Pemerintah Kota Serang akan memberikan bebas biaya sewa,” terangnya. “Dari kajian kami 6 bulan sampai dengan 1 tahun.”

Adapun penilaian warga terkait kondisi dan fasilitas rusunawa yang dianggap kurang layak dan tidak memadai, Iwan membantah hal itu. Menurutnya, fasilitas yang disediakan oleh pemerintah sudah cukup baik dan layak huni.

“Teman-teman mungkin bisa lihat rusunawa kita yang ada di Margaluyu sofa ada, tempat tidur ada. Terus yang tidak layak menurut masyarakat itu sebelah mana?” ujarnya menanyakan.

Karena itu, kata Iwan, karena program normalisasi sungai adalah mandat dari pemerintah pusat maka, Pemkot Serang tetap akan melaksanakan pembongkaran terhadap rumah-rumah warga yang berdiri di bantaran sungai. Terlebih lagi, lahan bantaran sungai itu adalah lahan milik negara.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, Pemkot Serang memberikan tenggat waktu selama satu bulan lamanya bagi warga untuk segera mengosongkan rumahnya sebelum dilakukan pembongkaran. “Saya sepakati tadi paling cepat 2 minggu, paling lambatnya 1 bulan,” kata Iwan.

Kemudian jika warga tetap bertahan, Iwan menegaskan, Pemkot Serang tetap akan bertahan pada pendiriannya.

“Sekarang mau tidak mau, suka tidak suka, karena ini perintah langsung. Kita juga menjaga marwah pak Walikota karena Walikota pasti dievaluasi terkait progres,” tandasnya. (tqs/rmg)

Tags: kota serangrumahSukadanawarga
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB
Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Di hari keempat, tim SAR gabungan, melakukan pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Hari Keempat, Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK Masih Nihil

Jumat, 11 Sep 2026 19:57 WIB
PENDAMPINGAN -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, melakukan pendampingan terhadap keluarga dari Yudhistiro Pranoto, Jurnalis iNews yang hilang di perairan kawasan Gunung Anak Krakatau. (ISTIMEWA)
Banten Region

PMI Banten Dampingi Keluarga Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 Sep 2026 18:56 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

MENUNJUKKAN LIFE JACKET : Pemilik Kapal Arupadatu 1, Sandi menunjukkan life jacket yang sempat ditemukan tim SAR gabungan. (ISTIMEWA)

Temuan Jaket Pelampung Dipastikan Bukan dari Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis

Jumat, 11 Sep 2026 18:49 WIB

Culinary Day 2026 Hadir Meriahkan Tangerang 10K, 80 Tenant Siapkan Kuliner Khas Kota Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis

40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis

Selasa, 8 Sep 2026 20:12 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)

Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang

Rabu, 9 Sep 2026 15:31 WIB
RAPAT KERJA -- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Karang Taruna Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat

Selasa, 8 Sep 2026 16:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.