SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Data Global Burden of Disease menunjukkan bahwa lebih dari 244 juta orang di dunia hidup dengan PJK, termasuk sekitar dua juta penduduk Indonesia.
Dokter Spesialis Jantung, pada RSUD Tigaraksa, dr. Randy Alfa Rabby, Sp. JP, FIHA, mengatakan bahwa serangan jantung atau dalam istilah medis disebut infark miokard akut, adalah kondisi darurat ketika aliran darah ke jaringan otot jantung terhenti secara tiba-tiba. Menurutnya, hal ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner akibat timbunan lemak (plak) yang pecah dan membentuk bekuan darah. Ketika jantung tidak mendapat pasokan oksigen, jaringan otot jantung bisa rusak secara permanen.
“Jika tidak segera ditangani, serangan jantung dapat berakibat fatal. Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat karena waktu sangat menentukan tingkat keparahan dan kemungkinan untuk perbaikan kondisi,” kata dr. Randy Alfa Rabby, Sp. JP, FIHA, Minggu (6/7/2025).
Pria yang biasa disapa akrab, dokter Randy ini menjelaskan, serangan jantung ini memiliki variasi gejala, diantaranya nyeri dada, dimana rasa nyerinya seperti ditekan benda berat, bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
Selain itu, penderita bisa mengalami sesak napas, mual, muntah, pusing, dan keringat dingin. Beberapa orang, terutama perempuan, lansia, ataupun penderita diabetes, dapat mengalami gejala yang tidak khas seperti rasa lelah ekstrem atau gangguan pencernaan. “Karena gejalanya bisa muncul mendadak, penting untuk segera mencari bantuan medis saat ada keluhan mencurigakan pada dada,” ujarnya.
Ciri khas nyeri dada pada serangan jantung memiliki ciri khas yang membedakannya dari nyeri biasa. Umumnya, nyeri terasa seperti ditekan benda berat, berlokasi di tengah dada, dan berlangsung lebih dari 15 menit.
Nyeri ini tidak membaik meskipun sudah beristirahat atau minum obat maag. Keluhan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang. Rasa sesak, mual, dan keringat dingin sering menyertai. “Jika seseorang mengalami gejala seperti ini, jangan tunda waktu, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat atau RSUD Tigaraksa karena ini merupakan tanda darurat jantung,” katanya.
Dokter Randy juga mengatakan, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena serangan jantung, antara lain faktor yang dapat dikendalikan (modifikatif) meliputi kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol tinggi (dislipidemia), diabetes, kurangnya aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan (obesitas).
“Faktor yang tidak dapat diubah mencakup usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Kombinasi dari faktor-faktor ini, terutama jika tidak dikendalikan, sangat meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung koroner,” ucapnya.
Adapun, untuk dilakukan penanganannya adalah, harus dilakukan secepat mungkin. Langkah pertamanya yaitu segera menghubungi layanan gawat darurat seperti 119 atau membawa pasien ke rumah sakit. Sambil menunggu pertolongan, penderita dianjurkan beristirahat dan tetap tenang.
Di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG) dan tes darah (troponin) untuk memastikan diagnosis. Pengobatan bisa berupa membuka sumbatan dengan kateterisasi jantung dan pemasangan stent, obat-obatan pengencer darah, pengontrol tekanan darah, dan terapi lanjutan lainnya. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang selamat dan pulih. “Selain itu, mencegah serangan jantung sangat mungkin dilakukan dengan gaya hidup sehat,” ucapnya.
Hal pertama yang penting adalah berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Pola makan sehat dengan membatasi lemak jenuh, garam, dan gula juga sangat dianjurkan. Rajin berolahraga minimal 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
Mengelola stres, menjaga berat badan ideal, serta tidur cukup juga berperan besar dalam pencegahan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah antisipasi yang penting. “Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika merasakan gejala tersebut, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Poliklinik Jantung hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut, Senin, Rabu, dan Kamis pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB,” ucapnya. (*/alfian)