SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Musim hujan belum usai, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebanyak 44 Puskesmas diinstruksikan untuk intensif menyosialisasikan gerakan 3M Plus, Rabu (9/7/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2025, pihaknya mencatat 200 kasus DBD di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.
“Januari hingga Mei terbilang cukup tinggi, kasusnya mencapai 200 orang,” ujar Muchlis kepada Satelit News, Rabu (9/7).
Namun, ia menyebut upaya pencegahan yang dilakukan Puskesmas—mulai dari edukasi hingga promosi hidup bersih dan sehat—berhasil menurunkan angka kasus DBD menjadi 100 kasus di bulan Juni.
“Alhamdulillah, Juni turun menjadi 100 kasus. Sementara untuk Juli masih dalam proses pendataan. Semua kasus yang ada sudah tertangani,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinkes telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh Puskesmas. Masyarakat juga diimbau untuk rutin melakukan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, serta tambahan seperti menggunakan kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan memakai obat anti-nyamuk.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
“Musim hujan masih berlangsung. Maka masyarakat harus tetap waspada,” tambahnya.
Sementara itu, dua anak bersaudara asal Kampung Sangereng, Desa Telagasari, Kecamatan Balaraja, yakni RM (5) dan N (6), dilaporkan terjangkit DBD. Keduanya kini sedang menjalani perawatan di RSU Siloam dan Puskesmas Balaraja.
Orang tua mereka, Ubaydilah, berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan antisipasi menyeluruh di wilayahnya.
“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai wabah DBD menjalar ke mana-mana,” tegas Ubay. (alfian/aditya)





















