Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Soal Haji Lewat Jalur Laut, BP Haji Tolak Menag

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 13 Jul 2025 18:15 WIB
Rubrik Nasional
Soal Haji Lewat Jalur Laut, BP Haji Tolak Menag

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalami Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) saat turut serta mendampingi Presiden Prabowo ke Arab Saudi, 4 Juli 2025 lalu. Sekembalinya dari sana, Menag mengungkap wacana naik haji lewat jalur laut. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Wacana pemberangkatan jemaah haji menggunakan kapal laut menuai penolakan dari Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Gagasan yang dilontarkan Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan ibadah haji.

“Betul, BP Haji tidak setuju keberangkatan haji menggunakan kapal laut,” kata Tenaga Ahli BP Haji Ichsan Marsha, di Padang, Sumatera Barat, dikutip Minggu (13/7).

Ichsan menilai, penggunaan kapal laut berpotensi memperpanjang waktu perjalanan dan bertolak belakang dengan upaya pemerintah untuk memangkas masa tinggal jemaah di Tanah Suci dari semula 40 hari menjadi 30 hari. Tidak sejalan dengan komitmen BP Haji dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan.

“Usulan ini justru menggeser fokus utama kami, yaitu menekan biaya perjalanan dan memangkas durasi pelaksanaan ibadah di Arab Saudi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ichsan, keberangkatan dengan kapal laut juga berisiko memperbesar tekanan logistik dan operasional di Tanah Suci. Waktu tempuh yang lebih panjang tidak hanya berdampak pada fisik jemaah yang sebagian besar lansia, tetapi juga meningkatkan kebutuhan akan logistik, tenaga medis, hingga pengelolaan darurat di tengah laut.

Untuk diketahui, mulai musim haji 2026, seluruh penyelenggaraan haji dan umrah akan sepenuhnya berada di bawah kewenangan BP Haji. Kementerian Agama (Kemenag) hanya akan bertindak sebagai regulator dan pengawas kebijakan secara umum. Dengan perubahan itu, BP Haji menjadi ujung tombak dalam pengambilan keputusan operasional, termasuk soal moda transportasi.

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB

Namun, Menteri Agama Nasaruddin Umar tetap menilai bahwa penggunaan kapal laut layak dipertimbangkan, terutama sebagai alternatif tambahan yang bisa menjangkau kelompok jemaah tertentu. Ia menyatakan pemerintah telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah otoritas Arab Saudi untuk menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut untuk haji dan umrah.

“Ke depan, kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut,” ujar Nasaruddin.
Nasruddin menambahkan, pada masa lalu, perjalanan ibadah lewat laut pernah menjadi pilihan utama. Kapal-kapal seperti Belle Abeto dan Gunung Jati digunakan untuk mengangkut jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi, meski kala itu perjalanan bisa berlangsung hingga tiga atau empat bulan.

Dengan kemajuan teknologi dan kecepatan kapal modern, ia optimistis waktu tempuh bisa dipangkas secara signifikan. “Sekarang ini mungkin kapalnya lebih cepat dan ada juga jalur lautnya,” tambah Nasaruddin.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto, menyatakan bahwa rencana pemberangkatan jemaah lewat laut memang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

“Ini peluang bisnis, dan kami siap jika dilibatkan. Tapi harus diperhitungkan dengan matang dari segala aspek,” kata Carmelita saat dihubungi di Jakarta. Dia berharap pelaku usaha pelayaran nasional dilibatkan dalam proses kajian dan perencanaan agar solusi yang diambil benar-benar realistis dan aman.

Jarak antara Indonesia dan Arab Saudi melalui jalur laut mencapai sekitar 5.000 nautical mile (NM). Dengan kecepatan kapal 15 knot, waktu perjalanan dapat mencapai 14 hari untuk satu kali jalan. Perjalanan pulang-pergi berarti membutuhkan hampir sebulan penuh, belum termasuk waktu pelaksanaan ibadah.

Carmelita juga menyoroti aspek teknis dan operasional yang kompleks. Mulai dari penyediaan fasilitas medis di atas kapal, pengelolaan jemaah sakit atau wafat dalam perjalanan, hingga kesiapan pelabuhan embarkasi dan debarkasi di kedua negara.

Selain itu, Indonesia saat ini belum memiliki kapal penumpang yang siap digunakan untuk rute semacam ini, sehingga opsi penyewaan atau pengadaan kapal harus dipertimbangkan. “Belum lagi soal kepastian model kerja sama dan sistem pengelolaan yang akan digunakan. Banyak tawaran sudah masuk dari berbagai pihak, tapi belum ada kejelasan konkret,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyatakan bahwa wacana ini masih dalam tahap kajian awal. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek biaya, tetapi juga keamanan, kenyamanan, dan kesinambungan operasional.

“Semua aspek harus dihitung secara menyeluruh agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dew. Kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, sistem layanan keimigrasian dan bea cukai, serta analisis perbandingan biaya dengan moda transportasi udara, juga perlu dipastikan.

Meski usulan jalur laut telah memasuki pembicaraan awal dengan Arab Saudi, pemerintah hingga kini belum mengambil keputusan final. BP Haji menegaskan bahwa setiap opsi transportasi harus memenuhi prinsip efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama. (rmg/san)

Tags: Arab saudiBP Hajihajilautmenteri agama
Share5TweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Rabu, 13 Mei 2026 13:44 WIB
ella_ai_draw_-1189849195997572312

Kejar Layangan, Bocah Tewas Tersetrum Tiang PJU Tangsel

Jumat, 8 Mei 2026 11:39 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, jadi tersangka dalam kasus laka lantas maut di SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Kepala DPMPTSP Pandeglang Jadi Tersangka Kasus Laka Lantas SDN Sukaratu 5 Majasari

Selasa, 12 Mei 2026 18:25 WIB
Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Selasa, 12 Mei 2026 19:20 WIB
Mancing 5 Ton Ikan, Cara Unik Buruh Kabupaten Tangerang Rayakan May Day

Mancing 5 Ton Ikan, Cara Unik Buruh Kabupaten Tangerang Rayakan May Day

Minggu, 10 Mei 2026 17:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.