Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Soal Haji Lewat Jalur Laut, BP Haji Tolak Menag

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 13 Jul 2025 18:15 WIB
Rubrik Nasional
Soal Haji Lewat Jalur Laut, BP Haji Tolak Menag

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalami Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) saat turut serta mendampingi Presiden Prabowo ke Arab Saudi, 4 Juli 2025 lalu. Sekembalinya dari sana, Menag mengungkap wacana naik haji lewat jalur laut. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Wacana pemberangkatan jemaah haji menggunakan kapal laut menuai penolakan dari Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Gagasan yang dilontarkan Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan ibadah haji.

“Betul, BP Haji tidak setuju keberangkatan haji menggunakan kapal laut,” kata Tenaga Ahli BP Haji Ichsan Marsha, di Padang, Sumatera Barat, dikutip Minggu (13/7).

Ichsan menilai, penggunaan kapal laut berpotensi memperpanjang waktu perjalanan dan bertolak belakang dengan upaya pemerintah untuk memangkas masa tinggal jemaah di Tanah Suci dari semula 40 hari menjadi 30 hari. Tidak sejalan dengan komitmen BP Haji dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan.

“Usulan ini justru menggeser fokus utama kami, yaitu menekan biaya perjalanan dan memangkas durasi pelaksanaan ibadah di Arab Saudi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ichsan, keberangkatan dengan kapal laut juga berisiko memperbesar tekanan logistik dan operasional di Tanah Suci. Waktu tempuh yang lebih panjang tidak hanya berdampak pada fisik jemaah yang sebagian besar lansia, tetapi juga meningkatkan kebutuhan akan logistik, tenaga medis, hingga pengelolaan darurat di tengah laut.

Untuk diketahui, mulai musim haji 2026, seluruh penyelenggaraan haji dan umrah akan sepenuhnya berada di bawah kewenangan BP Haji. Kementerian Agama (Kemenag) hanya akan bertindak sebagai regulator dan pengawas kebijakan secara umum. Dengan perubahan itu, BP Haji menjadi ujung tombak dalam pengambilan keputusan operasional, termasuk soal moda transportasi.

Baca Juga: Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Namun, Menteri Agama Nasaruddin Umar tetap menilai bahwa penggunaan kapal laut layak dipertimbangkan, terutama sebagai alternatif tambahan yang bisa menjangkau kelompok jemaah tertentu. Ia menyatakan pemerintah telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah otoritas Arab Saudi untuk menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut untuk haji dan umrah.

“Ke depan, kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut,” ujar Nasaruddin.
Nasruddin menambahkan, pada masa lalu, perjalanan ibadah lewat laut pernah menjadi pilihan utama. Kapal-kapal seperti Belle Abeto dan Gunung Jati digunakan untuk mengangkut jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi, meski kala itu perjalanan bisa berlangsung hingga tiga atau empat bulan.

BeritaTerbaru

APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

APBN Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Fiskal Tetap Kuat

Selasa, 21 Jul 2026 18:22 WIB
Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB

Dengan kemajuan teknologi dan kecepatan kapal modern, ia optimistis waktu tempuh bisa dipangkas secara signifikan. “Sekarang ini mungkin kapalnya lebih cepat dan ada juga jalur lautnya,” tambah Nasaruddin.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto, menyatakan bahwa rencana pemberangkatan jemaah lewat laut memang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

“Ini peluang bisnis, dan kami siap jika dilibatkan. Tapi harus diperhitungkan dengan matang dari segala aspek,” kata Carmelita saat dihubungi di Jakarta. Dia berharap pelaku usaha pelayaran nasional dilibatkan dalam proses kajian dan perencanaan agar solusi yang diambil benar-benar realistis dan aman.

Jarak antara Indonesia dan Arab Saudi melalui jalur laut mencapai sekitar 5.000 nautical mile (NM). Dengan kecepatan kapal 15 knot, waktu perjalanan dapat mencapai 14 hari untuk satu kali jalan. Perjalanan pulang-pergi berarti membutuhkan hampir sebulan penuh, belum termasuk waktu pelaksanaan ibadah.

Baca Juga: KPK Limpahkan Kasus Kuota Haji ke JPU, Yaqut Segera Disidang

Carmelita juga menyoroti aspek teknis dan operasional yang kompleks. Mulai dari penyediaan fasilitas medis di atas kapal, pengelolaan jemaah sakit atau wafat dalam perjalanan, hingga kesiapan pelabuhan embarkasi dan debarkasi di kedua negara.

Selain itu, Indonesia saat ini belum memiliki kapal penumpang yang siap digunakan untuk rute semacam ini, sehingga opsi penyewaan atau pengadaan kapal harus dipertimbangkan. “Belum lagi soal kepastian model kerja sama dan sistem pengelolaan yang akan digunakan. Banyak tawaran sudah masuk dari berbagai pihak, tapi belum ada kejelasan konkret,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyatakan bahwa wacana ini masih dalam tahap kajian awal. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek biaya, tetapi juga keamanan, kenyamanan, dan kesinambungan operasional.

“Semua aspek harus dihitung secara menyeluruh agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dew. Kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, sistem layanan keimigrasian dan bea cukai, serta analisis perbandingan biaya dengan moda transportasi udara, juga perlu dipastikan.

Meski usulan jalur laut telah memasuki pembicaraan awal dengan Arab Saudi, pemerintah hingga kini belum mengambil keputusan final. BP Haji menegaskan bahwa setiap opsi transportasi harus memenuhi prinsip efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama. (rmg/san)

Tags: Arab saudiBP Hajihajilautmenteri agama
Share5TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis
Nasional

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB
Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Nasional

Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas

Sabtu, 18 Jul 2026 17:49 WIB
Bisnis

Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 15:26 WIB
Nasional

Polri Serahkan Tersangka Korupsi Don Ritto ke Kejagung

Jumat, 17 Jul 2026 19:19 WIB
Nasional

Gus Lilur Usulkan Mahfud MD Jadi Menko Polkam, Busyro Muqoddas Wamenko

Jumat, 17 Jul 2026 18:38 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

BANTUAN AIR BERSIH - Warga Kampung Seuseupan RT 002/RW 001, Desa Seuseupan, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, berbondong-bondong membawa ember, galon, tong, serta wadah lainnya untuk menampung bantuan air bersih, Senin (20/7/2026). (ISTIMEWA)

Tampung Bantuan Air Bersih, Warga Sukaresmi Pandeglang Kumpulkan Ember dan Galon

Senin, 20 Jul 2026 18:22 WIB
Ketua DPRD Rusdi Alam Dimakamkan, Wali Kota Tangerang: Kota Kehilangan Putra Terbaik

Ketua DPRD Rusdi Alam Dimakamkan, Wali Kota Tangerang: Kota Kehilangan Putra Terbaik

Senin, 20 Jul 2026 15:25 WIB
Kemarau Melanda, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Menyusut

Kemarau Melanda, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Mulai Menyusut

Selasa, 21 Jul 2026 16:54 WIB
Bupati Tangerang Buka Jambore Koperasi, Perkuat UMKM, Koperasi dan KDKMP

Bupati Tangerang Buka Jambore Koperasi, Perkuat UMKM, Koperasi dan KDKMP

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB
Kemarau Sudah Membuat 372 Hektare Sawah di Lebak Kekeringan

Kemarau Sudah Membuat 372 Hektare Sawah di Lebak Kekeringan

Minggu, 19 Jul 2026 19:28 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.