SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Senin (21/07/2025). Di Kota Tangerang ada 104 KKMP disahkan sebagai lembaga koperasi tingkat kelurahan.
Pengesahan ini merupakan bagian dari program nasional pembentukan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan yang dicanangkan Presiden secara daring. Wali Kota Tangerang Sachrudin, bersama Wakil Wali Kota Maryono Hasan hadir dalam kegiatan tersebut secara virtual dari Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Dalam keterangannya, Sachrudin, menyebut kehadiran KKMP di tiap kelurahan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat secara langsung. “Koperasi ini bukan hanya lembaga ekonomi, tapi wadah pemberdayaan. KKMP akan menjadi ujung tombak dalam mendekatkan akses permodalan dan membuka peluang usaha masyarakat,” ujar Sachrudin.
Ia berharap, KKMP bisa berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi di wilayah masing-masing, bukan hanya sekadar formalitas kelembagaan. “Koperasi ini harus tumbuh menjadi solusi nyata, tidak hanya papan nama. Kita ingin warga merasa memiliki dan merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, tegas Sachrudin, siap memberi dukungan penuh mulai dari pembinaan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan. Dengan pengesahan ini, 104 KKMP diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan dari tingkat kelurahan, dan mampu menjawab tantangan ekonomi masyarakat secara konkret. “Kami akan kawal koperasi ini agar tidak hanya jalan, tapi juga tumbuh dan kuat. Kuncinya ada di pengelolaan yang jujur, profesional, dan terbuka,” tambahnya.
Sementara saat peresmian, Presiden Prabowo Subianto menyebut koperasi adalah bentuk nyata dari gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Ia menyayangkan sistem ekonomi yang selama ini membiarkan petani terus-menerus dirugikan.
Baca Juga: Petugas Damkar di Pinang Menjadi Korban Tindak Kekerasan, Ini Respons Wali kota Tangerang
Mulai dari akses pupuk, transportasi hasil panen, hingga permainan harga oleh tengkulak dan penggilingan padi besar. “Puluhan tahun petani kita dibeli hasil panennya sebelum panen, dengan harga yang sudah ditekan. Ini harus dipotong dan untuk memotongnya, kita butuh langkah besar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan masih adanya perusahaan penggilingan padi nakal yang memainkan harga gabah dan beras. Eks Danjen Kopassus itu berjanji akan menindak pengusaha-pengusaha yang serakah. Ia merujuk langsung pada Pasal 33 UUD 1945 yang memberi dasar hukum kuat bagi negara untuk mengatur cabang produksi penting.
“Ada penggilingan padi yang untung Rp2 triliun tiap panen. Tapi masih main-main harga. Saya bilang, kalau tidak patuh, saya sita! Dan saya serahkan ke koperasi!” seru Prabowo. Ia menambahkan, praktik curang seperti itu menyebabkan kerugian negara mencapai Rp100 triliun setiap tahun, yang hanya dinikmati oleh segelintir kelompok usaha.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menceritakan program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan. Ia mengaku prihatin karena masih ada anak-anak yang belum mendapatkan akses makan bergizi secara gratis. Ia berjanji akan memperluas program MBG. “Baru 6,7 juta anak yang dapat makan bergizi. Akhir tahun ini, insyaallah seluruh anak-anak Indonesia bisa menikmatinya,” katanya, disambut tepuk tangan hadirin. (made/rm)
























