SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman melakukan kunjungan langsung ke Sentra UMKM Gerai Lengkong di Jalan Skki, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa (29/7). Dalam kunjungan tersebut, Maman menegaskan pentingnya peran UMKM dalam mendukung ekosistem rantai pasok nasional, khususnya dalam program MBG yang digagas pemerintah pusat.
Maman menjelaskan, program MBG saat ini sudah berjalan namun belum memenuhi target dari segi jumlah dapur atau SPPG. Apabila nantinya jumlah dapur bertambah sesuai dengan target maka dapat memberikan peluang besar bagi para pelaku UMKM sebagai penyuplai bahan-bahan yang dibutuhkan. Dia mendorong UMKM masuk ke dalam rantai pasokan bahan makanan untuk program MBG.
“169 dapur yang akan disiapkan, per hari ini baru 14. Bayangkan, baru 14 dapur saja implikasi ekonominya saja sudah luar biasa, bagaimana kalau 169 terealisasi semua. Kami meyakini kalau sekarang suplayer kejar dapur-dapur. Kalau sudah 169 kebalik itu, dapur yang mengejar suplayer karena suplai barang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
“Inilah harapan kita, jadi tinggal nanti kalau sekarang ada suplayer ayam, tapi ke depan pada saat 169 titik semuanya plus di Banten, saya tidak tau bagaimana suplayer kewalahan dalam memenuhi kebutuhan dapur dalam kontek MBG,” sambungnya.
Ia meminta para pelaku UMKM, khususnya perempuan pengusaha, untuk aktif terlibat dalam program MBG, termasuk melalui koperasi Merah Putih yang akan berperan sebagai agregator distribusi. Gerai Lengkong juga diposisikan sebagai agregator khusus produk oleh-oleh, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kompetisi antar UMKM.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMKM Gerai Lengkong dan perusahaan ritel, sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Menteri Maman juga menekankan pentingnya UMKM mulai beradaptasi dengan ekosistem digital.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya
“Saya juga berharap sudah mulai familiar dengan ekosistem digital, market place tidak bisa kita hindari suka atau tidak, sudah harus beradaptasi dengan ekosistem digital tanpa harus meninggalkan konvensional. Dalam rangka untuk meningkatkan penjualan,” katanya.
Gerai Lengkong saat ini menaungi lebih dari 300 pelaku UMKM, dan diharapkan menjadi pionir pengembangan klaster UMKM di wilayah Tangerang Selatan. Pemerintah juga tengah menjajaki peluang integrasi UMKM ke dalam rantai pasok ritel besar seperti Alfamart, Indomaret, dengan menyesuaikan mekanisme bisnis dan standar yang berlaku di masing-masing jaringan.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan bahwa peran Gerai Lengkong sangat menjembatani antara pelaku usaha mikro terhadap pasar konsumen yang lebih luas. Apalagi, kata dia, antara produsen dengan Gerai Lengkong terjalin sistem putus.
“Dan sistemnya disini yang saya pahami itu beli putus, tidak konsinyasi. Jadi artinya modalnya bisa diputar lagi oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitasnya. Itu nilai keunggulan dari Gerai Lengkong sendiri. Saya berharap bahwa dalam tahap sekarang ini Gerai Lengkong bisa menjadi episentrum produksi pertemuan antar penjual dengan pembeli di sektor UMKM ekonomi,” ungkapnya.
Benyamin menjelaskan, keterkaitan pelaku UMKM dengan program MBG memiliki banyak irisan apalagi pada sektor kuliner. Produk matang hingga bahan mentah bisa dilibatkan guna memastikan ketersediaan stok bahan baku.
“Misalnya tadi pelaku usaha mikro kan bukan hanya di sektor kuliner. Di sektor produk jadi, produk mentahnya juga. Misalnya pengusaha telur. Tadi pengusaha lele. Dari pengalaman dapur SPPG kita. Ternyata murid-murid di Tangsel lebih menyukai lele. Ikan lele daripada yang lain. Nah kebutuhannya itu satu hari bisa 2, 3, 5 ton gitu. Dan itu didapatkan dari pelaku peternak-peternak,” bebernya.
Baca Juga: Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Terakhir, Benyamin berharap kedepannya agar keterlibatan UMKM semakin bertambah. Sehingga, jumlah dapur MBG yang ditargetkan dapat bertambah.
“Saya sangat berharap nanti keterlibatannya bertambah lagi. Karena begini, sekarang ini sudah ada 22 jenis makanan yang berputar. Bukan 22, setiap 22 hari selalu berputar jenis menu berbeda-beda. Dan itu semuanya dipasok oleh pelaku UMKM kita,” pungkasnya. (eko)
























