SATELITNEWS.COM, LEBAK–Beredarnya proposal perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang dikeluarkan Kecamatan Rangkasbitung dan ditujukan kepada sekolah, desa, hingga muspika dengan nominal yang sudah ditentukan terus kecaman. Kali ini datang dari anggota Fraksi PPP DPRD Lebak, Regen Abdul Haris. Dia menyoroti nilai kebutuhan pada acara tersebut salah satu nominal seragam panitia.
Pada proposal yang dikeluarkan Pemerintah Kecamatan Rangkasbitung, rekapitulasi dana yang dibutuhkan, masing-masing desa diminta 1 juta, kelurahan Rp600 ribu, UPT Kecamatan, Korwil, Polsek, Danramil dan kecamatan diakumulasi Rp11 juta. Sementara tingkat sekolah dasar masing-masing 300 ribu, SLTP Rp600 ribu, SLTA 1 juta, dan masing-masing perguruan tinggi Rp1.250.000. Total yang dibutuhkan sebanyak Rp61.650.000.
Anggaran tersebut diperuntukan bagi pengajian dan santuan anak yatim Rp10 juta, donor darah Rp2 juta, seragam panitia Rp10 juta, lomba mars PKK Rp2,5 juta, lomba pidato Rp1,5 juta, lomba volly ball Rp7 juta, catur Rp5 juta, lomba bulu tangkis Rp7 juta, jalan santai Rp15 juta, dan komba hiburan iainnya Rp2 juta.
Nominal yang dibutuhkan pada proposal untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini, disayangkan oleh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. Regen selain menyoroti nilai yang dipatok juga menyoroti nilai baju panitia yang mencapai Rp10 juta.
“Jangan sampai dijadikan aji mumpung, tapi seadanya. Apalagi sekarang lagi efisiansi anggaran boleh kita memeriahkan HUT RI jangan terlalu berlebihan. Apalagi sampai memaksakan jangan sampai mencari kesempatan dalam kesempitan,” sindir Regen kepada SatelitNews.Com, Rabu (30/7/2025).
“Kalau menurut saya jangan seperti itu, kalau bisa sekolah seadanya tidak usah menye-menye, cawe-cawe lah. Kemerdekaan itu boleh lah meriah tapi jangan sampai mekaksanakan,” sambung Regen menyarankan.
Baca Juga: Anggota Fraksi PPP DPRD Lebak Minta Sistem Parkir Elektronik Pasar Sampay Dibongkar
Klarifikasi Camat Rangkasbitung
Sementara Camat Rangkasbitung, Zakaria Hartanto saat ditemui wartawan di kantornya membenarkan, bawah proposal untuk pelaksanaan kegiatan PHBN Kecamatan Rangkasbitung, yang kini ramai jadi perbincangan dikeluarkan pihaknya.
Kendati demikian, kata Zakaria, sebelum membuat proposal tersebut pihak kecamatan sudah bermusyawarah dengan pihak desa, UPT, Kapolsek, Danramil, dan ibu PKK terkait dengan persiapan dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-80 di Kecamatan Rangkasbitung tersebut.
“Kita juga mendapatkan edaran dari Mensesneg terkait bagaimana pelaksanaan dalam memeriahkan HUT RI ke-80, sekaligus juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memeriahkan dan mengisi kemerdekaan tersebut,” ujarnya
Zakaria berkilah, adapun untuk nominal yang ada di dalam proposal tersebut pihaknya sama sekali tidak memaksakannya, tapi sukarela.
“Kita tidak memaksa kok, itu sukarela saja. Dari mulai adanya proposal hingga hari ini saja baru terkumpul uang sebesar Rp4 juta,” katanya.(mulyana)
Baca Juga: Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air
























