SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang berhasil menghimpun dana hampir Rp 2 miliar. Dana tersebut terkumpul dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk sumbangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangerang.
“Alhamdulillah, dalam momentum HUT ke-50 MUI Kota Tangerang, kami berhasil mengumpulkan donasi. Dari Pemkot melalui OPD terkumpul sekitar Rp918 juta, dan dari masyarakat melalui panitia mencapai lebih dari Rp1 miliar. Total keseluruhan dana yang terkumpul mencapai Rp1.956.559.754,” ungkap Ketua Panitia Aksi Peduli Palestina, Turidi Susanto.
Turidi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, bantuan akan disalurkan melalui jalur Yordania.
“Kami akan kirimkan bantuan lebih dari Rp1 miliar melalui jalur Yordania. Kami sudah komunikasi dan menyusun teknis pengiriman. Insya Allah, kami berharap blokade bisa dibuka di awal Agustus agar bantuan bisa langsung masuk,” jelasnya, Jumat (1/8/2025).
Menurut Turidi, panitia tengah mempersiapkan pengiriman logistik kebutuhan dasar masyarakat Gaza, termasuk sembako, selimut, dan perlengkapan lainnya. “Kita bekerja sama dengan para aktivis kemanusiaan dan mahasiswa Indonesia di Yordania. Bantuan akan dikirimkan dalam bentuk satu truk kebutuhan utama. Kami juga sudah koordinasi dengan Pak Wali Kota Sachrudin, Ketua MUI KH. Baijuri, dan relawan-relawan kemanusiaan,” terangnya.
Terkait keberangkatan perwakilan dari Indonesia, Turidi menyebut kemungkinan akan ada utusan dari MUI atau relawan untuk mendampingi proses penyaluran bantuan di wilayah perbatasan. “Kita berharap ada perwakilan dari Tangerang yang bisa mengawal langsung penyaluran ke Gaza. Untuk saat ini, jalur Yordania jadi opsi pertama. Tahap kedua, kami targetkan melalui jalur Mesir, karena itu jalur yang paling dekat dan langsung akses ke Gaza,” jelasnya.
Namun, proses penyaluran tersebut sempat tertunda akibat kembali diperketatnya blokade pasca serangan militer di wilayah Palestina. Padahal, kata Turidi, panitia sudah mempersiapkan teknis penyaluran sejak acara puncak digelar.
“Memang sempat terkendala. Harapan kami saat acara kemarin adalah bantuan bisa langsung disalurkan ke warga Palestina. Tapi setelah acara, kondisi memanas dan blokade diperketat. Akhirnya, kami harus menyesuaikan kembali teknis penyaluran,” ujarnya.
Turidi menegaskan, meski distribusi terkendala, semangat solidaritas dan komitmen untuk membantu rakyat Palestina tetap menyala. “Kita terus berdoa dan berusaha agar bantuan dari masyarakat Kota Tangerang ini benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan. Mudah-mudahan, Agustus ini jalur pengiriman bisa terbuka lebih luas,” pungkasnya. (mg01)