SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Gubernur Banten Andra Soni mengatakan sudah menginstruksikan Dindikbud Banten untuk turun ke lapangan mengecek setiap kondisi sekolah di seluruh daerah yang menjadi kewenangan Provinsi. Hal itu menyusul terjadinya kasus belajar siswa SMKN 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak mendapatkan meja dan kursi hingga harus belajar di lantai.
“Apa yang nanti disampaikan oleh Dindikbud itu nantinya menjadi gambaran yang akurat tentang keadaan sekolah demi perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan, serta untuk menangani berbagai permasalahan,” kata Andra, Rabu (30/7).
Pendataan itu, kata Andra, memuat kondisi setiap sekolah baik yang baru dibangun, yang akan dibangun, maupun yang telah lama dibangun, jadi kondisi toilet dan sebagainya.
Ia menegaskan, kondisi sekolah yang belum siap untuk melakukan proses belajar mengajar seperti di SMKN 8 jangan pernah terulang. Terlebih sudah dua tahun sekolah tersebut berjalan namun belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mumpuni.
“Perlu menjadi perhatian dindik, sekolah itu harus siap bagaimana mau belajar kalau belajarnya di lantai. Padahal Provinsi Banten punya anggaran yang cukup untuk itu,” ungkapnya.
Menurut Andra, mebeler tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar siswa. Maka dari itu pihaknya akan terus melakukan percepatan pembangunan, salah satunya lewat aduan atau laporan dari masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
“Jadi harus ada percepatan yang dilakukan bareng-bareng, saya terima kasih atas masukan teman-teman media, masyarakat, dan mohon diinformasikan agar bisa ditindaklanjuti bersama,” tuturnya.
Dikatakan mantan Ketua DPRD Banten, saat ini pihaknya telah mengirim mebeler untuk SMKN 8 Kota Tangsel. Meski begitu kebutuhannya belum mencukupi, dan akan ditindaklanjuti agar dapat memenuhi kebutuhan yang tentunya dengan kondisi yang layak.
“Nanti saya akan datang, itu yang saya akan tindaklanjuti, itu sekolah sudah dua tahun, dan saya baru dapat laporan kemarin,” ungkapnya.
“Sekarang sudah dikirim tapi kebutuhannya lebih dari itu, dan ini perlu menjadi perhatian Dindikbud,” ujar dia.
Sementara itu ara siswa SMKN 8 Tangerang Selatan akhirnya tidak perlu lagi belajar sambil lesehan di lantai. Itu setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengirimkan ratusan meja dan kursi ke sekolah tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 8 Tangsel, Muraja mengatakan, bantuan yang diterima terdiri dari berbagai jenis kursi dan meja. Seluruh kebutuhan bangku dan meja tersebut, kata Muraja, langsung dipenuhi dalam waktu sehari, Selasa (29/7) kemarin.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
“Terdiri dari kursi dan meja lipat 80 unit, dan sisanya kursi meja kayu 200-an lebih. Yang datang semalam totalnya sekitar 300 unit. Ada kursi lipat, kursi kayu panjang, dan meja. Kalau ditambah dengan yang sebelumnya, jumlahnya sekarang sudah mencapai sekitar 500 meja dan kursi,” jelas Muraja, Rabu (30/7)
Seluruh ruang kelas yang berjumlah 11 ruangan kini sudah terisi penuh dengan kursi dan meja yang sesuai kebutuhan. Bahkan, kelebihan sekitar 40 kursi dalam kondisi baik ditempatkan di ruang pertemuan sekolah. Pihak sekolah pun bersyukur karena kini proses belajar mengajar bisa berjalan lebih optimal dan nyaman.
Riska, siswi kelas X SMKN 8 Tangsel, mengaku sangat senang akhirnya bisa belajar seperti semestinya.
“Senang banget. Akhirnya ada bangku sama meja,” ujar Riska.
Selama dua minggu sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Riska dan teman-temannya harus belajar duduk di lantai karena belum tersedia cukup bangku dan meja. Hal itu membuat mereka merasa tidak nyaman dan merasa sakit di sebagian tubuhnya.
“Sakit banget badan, karena kan pegel belajarnya menunduk gitu. Terus dengkul sakit banget,” tambah Riska.
Pantauan di lokasi setelah kursi dan bangku tiba, para siswa terlihat tengah bersih-bersih seluruh sudut ruang kelas mereka. Sehingga mereka bisa belajar dengan suasana kelas yang lebih bersih dan nyaman. (rmg/luthfi)
























