SATELITNEWS.COM, SERANG – Skema pelantikan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang diagendakan dilaksanakan pada Jumat (1/8/2025), mendadak berubah.
Semula pelantikan itu akan dihadiri oleh seluruh PPPK, yang sudah dinyatakan lolos dan mendapatkan SK. Namun belakangan, skema itu diubah menjadi hanya perwakilan dari masing-masing OPD dua orang.
Ketua Forum Pegawai Non PNS Banten, Taufik Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan, informasi tersebut. Menurut Taufik, dirinya mendapatkan informasi itu di injury time atau H-1 siang, dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten.
Setiap OPD hanya diwakilkan dua orang saja, satu laki-laki dan satu perempuan.
“Infornya keputusan itu, berdasarkan arahan dari pak Gubernur Banten, agar proses pelantikan ini tidak mengganggu pelayanan masyarakat mengingat jumlahnya yang cukup banyak,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Taufik menilai, pertimbangan itu tidak mendasar. Pasalnya, kendatipun jumlah PPPK yang akan dilantik cukup banyak, tidak lantas membuat pelayanan di OPD terhenti, karena masih ada honorer lainnya yang masih bertugas.
Baca Juga: Pejabat Internal Diprioritaskan Untuk Isi Kekosongan Jabatan Di Pemprov Banten
“Kan masih ada honorer yang masuk gelombang ke-2, yang baru akan dilantik pada bulan Oktober nanti. Mereka kan tetap masih bertugas, tidak ikut dilantik. Sehingga pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Selain itu, prosesi pelantikan juga tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar dua jam, setelah itu Kembali ke OPD masing-masing untuk tandatangan MoU, dan Kembali bertugas.
“Jadi saya rasa tidak ada pelayanan yang terganggu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Taufik menyayangkan kebijakan dadakan yang diputuskan oleh Pemprov Banten, di waktu injury time seperti sekarang ini. Gubernur dinilai tidak melihat, bagaimana teman-teman yang dari Selatan jauh-jauh datang ke Kota Serang.
Mereka sudah sewa penginapan, hotel, kendaraan juga untuk mengikuti pelantikan, namun ternyata tiba-tiba dibatalkan.
“Yang jauh dari Selatan itu rata-rata sudah berangkat. Masa mau dibatalkan sewa penginapan, mobil, hotel segalanya. Kan tidak mungkin. Bahkan, sebagian besar hotel yang ada di sekitar Kota Serang sudah hampir penuh terisi oleh teman-teman PPPK yang akan dilantik,” jelasnya.
Baca Juga: BKD Banten Komitmen Wujudkan ASN Profesional dan Berkinerja Tinggi
Berapa banyak dana yang sudah dikeluarkan, entah itu dari tabungan ataupun dapat minjam. Itu dilakukan, hanya ingin mengikuti pelantikan yang hanya seumur hidup sekali mereka rasakan. Seharusnya itu jadi pertimbangan, ketika akan memutuskan kebijakan.
“Apalagi kami juga sudah komitmen, tidak akan membawa anggota keluarga,” pungkasnya.
Jika dibandingkan dengan daerah lain, kata Taufik, tidak ada masalah. Semua PPPK yang akan dilantik hadir semuanya, tidak ada istilah diwakilkan, kecuali yang di Provinsi Banten ini.
Memang, kata dia, Banten ini terhitung yang paling banyak mengangkat PPPK.
“Tapi yo dipikir dulu dong, kalau mau membuat kebijakan itu, jangan dadakan seperti ini,” ucapnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Nana Supiana, sebelumnya mengatakan jika lapangan Setda Provinsi Banten itu bisa menampung untuk 9.700 PPPK, yang akan dilantik. Pasalnya, mengaca dari beberapa kegiatan sebelumnya, yang mengerahkan masa cukup banyak juga berjalan dengan baik.
“Insya Allah muat,” katanya.
Dikatakan Nana, jumlah 9.700 itu didominasi oleh tenaga pendidik dan Kesehatan, setelah itu tenaga teknis di OPD Pemprov Banten. Jumlah itu, jika dibandingkan dengan daerah lain paling besar, bahkan bisa dikatakan terbanyak se-Indonesia.
Namun demikian, angka itu masih dinamis karena ada saja yang sakit dan tidak bisa hadir. Atau ada kendala lainnya yang memungkinkan tidak bisa hadir. “Rencananya pelantikan dimulai pukul 08.00 WIB dengan menggunakan baju batik Korpri,” pungkasnya. (luthfi)
























