SATELITNEWS.COM, SERANG – Belasan jabatan eselon II atau setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di lingkungan Pemrpov Banten mengalami kekosongan.
Terkait hal itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Open Bidding atau lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut.
Diketahui, belasan jabatan yang kosong itu yakni, untuk posisi Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kepala Biro Umum, Inspektur Daerah Provinsi Banten, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Selanjutnya, untuk jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Biro Hukum, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Kepala BKD Pemprov Banten Nana Supiana mengatakan, pihaknya telah selesai membentuk Pansel Open Bidding untuk melakukan pemetaan, terhadap kekosongan jabatan setingkat kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten.
“Iya terkait kekosongan jabatan itu, kita sudah sampaikan dan kita juga sudah bentuk tim Pansel, sekarang sedang berproses dan terus berjalan untuk menutup kekosongan pejabat,” kata Nana, Selasa (22/7/2025).
Baca Juga: Tiga Jabatan Eselon II Masih Kosong, Pemprov Lakukan Pemetaan Pegawai
Nana mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk menutupi kekosongan jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Banten. Walaupun, kata dia, ada banyak jabatan eselon III dan IV yang mengalami kekosongan juga, sejak beberapa waktu lalu.
“Sekarang kita fokuskan dulu untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II, dimana saat ini tahapannya sedang berjalan dan berproses. Setelah itu, baru kita lanjutkan untuk menutup kekosongan jabatan eselon III dan IV,” ujarnya.
Nana menargetkan, dalam waktu dekat kekosongan jabatan itu bisa segera terisi, terlebih dirinya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni untuk menyelesaikan persoalan kekosongan jabatan tersebut.
“Mudah-mudahan saja, di bulan Agustus mulai kita isi semua untuk kekosongan jabatan eselon II. Untuk sekarang, sedang dalam proses nih tahapan open biddingnya,” ujarnya.
Nana menerangkan, mekanisme seleksi open bidding dilakukan dengan skema Manajemen Talenta, sebagaimana diatur dalam regulasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Keputusan Gubernur Banten.
“Kita menggunakan mekansime manajemen talenta, dan sekarang penilaiannya sedang berproses. Ya perlahan, kita selesaikan satu-satu kekosongan jabatan yang ada dulu,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Pemprov Evaluasi Jurusan SMK, Dindikbud Banten Lakukan Optimalisasi Kejurusan
Ditanya kemungkinan adanya pejabat di luar Pemprov Banten, yang akan masuk ke lingkungan Pemprov Banten, Nana mengaku kemungkinan itu ada. Akan tetapi, untuk saat ini pihaknya masih fokus melakukan penilaian pejabat di lingkungan Pemprov Banten.
“Ya bisa saja dari luar Pemprov Banten juga masuk, bisa dari kabupaten atau kota di Banten, bisa juga dari kementerian. Namun yang jelas, untuk sekarang ini kita masih dalam proses pelaksanaan open bidding,” ucapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten, Deden Apriandhi mengaku, dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Banten untuk ditindaklanjuti, terkait pengisian kekosongan jabatan tersebut.
“Sudah kita ajukan, sekarang kita tinggal menunggu arahan dari Pak Gubernur saja,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya pegawai di luar Pemprov Banten, yang akan mengikuti seleksi Open Bidding, Deden mengaku, akan memprioritaskan para pejabat di lingkungan Pemprov Banten terlebih dahulu, agar jenjang karir pegawai tersebut terus berkembang.
“Kita ingin, agar bisa segera dibahas dan diproses. Tetapi, untuk sekarang kita prioritaskan pejabat di Pemprov Banten dulu, supaya jenjang karirnya terus bergerak,” imbuhnya. (adib)
























