SATELITNEWS.COM, SERANG – Pembangunan 40 ruas jalan poros desa program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), diproyeksikan selesai sebelum tahun anggaran 2025 ditutup.
Dari empat Pemda yang menjadi sasaran, Kabupaten Pandeglang mendapatkan porsi yang paling banyak sekitar 25 titik, sementara Kabupaten Lebak hanya 8 titik. Sedangkan 7 ruas lainnya, tersebar di Kabupaten Serang dan Tangerang.
Dua Pemda itu, mendapatkan porsi paling banyak karena jangkauan luasan wilayahnya yang cukup besar. Dua Pemda itu juga, menjadi central lumbung padi di Provinsi Banten. Sementara itu, kondisi fiskal keuangan daerahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, untuk memperkecil disparitas dengan Pemda lainnya, kedua Pemda itu mendapatkan porsi lebih banyak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan, usai mendampingi Gubernur Banten saat meninjau pembangunan jalan di Desa Sindangmulya, Kabupaten Lebak, Kamis (31/7/2025) mengatakan, program Bang Andra sudah mulai berjalan di empat Pemda sasaran.
“Untuk di Lebak ini ada 8 titik lokasi jalan desa, salah satunya yang dikunjungi pak Gubernur langsung. Progresnya semuanya sudah berkontrak, mudah-mudahan kita kerja sampai dengan Desember,” kata Arlan.
Ia menjelaskan, 40 ruas jalan dengan panjang mencapai 33 kilometer dibangun lewat APBD murni 2025 senilai Rp83 miliar. Adapun mekanisme pembangunan, dilakukan dengan dua pilihan material, yakni kontruksi menggunakan beton dan hotmix, yang dibangun menyesuaikan dengan kondisi jalan.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
“Jadi pemilihannya itu kita lihat dulu kondisi tanah dan lalu lintas di jalan desa itu,” terangnya.
Program Bang Andra ini, menjadi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk meningkatkan aksesibilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan pemerataan pembangunan di pedesaan Banten.
Arlan mengaku, pihaknya akan kembali membahas untuk penambahan program Bang Andra pada APBD Perubahan 2025.
“Di perubahan Ini sedang dibahas kaitan dengan ketersediaan anggaran, memang program yang paling prioritas yang pak Gubernur canangkan ini,” ungkapnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya tengah fokus dalam melaksanakan program Bang Andra yang dibiayai lewat APBD Pemprov Banten.
Meski begitu, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan kabuapten kota lain untuk sama-sama membangun jalan desa untuk mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur di desa.
Baca Juga: Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi
“Membangun jalan desa ini harus dikerjakan bersama-sama, sehingga kita mengharapkan lebih banyak desa yang mendapatkan program ini. Saya punya keyakinan desa yang dibangun ini akan menjadi desa yang produktif, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Program pembangunan jalan desa ini, merupakan bagian dari aspirasi masyarakat, maka ia meminta kepada masyarakat untuk sama-sama merawat jalan yang telah dibangun oleh pemerintah, dengan begitu jalan desa dapat digunakan untuk waktu yang lebih panjang.
Ia meminta agar ada pembatasan terhadap kendaraan yang melintasi jalan desa, seperti kendaraan yang melebihi muatan.
“Jangan sampai jalannya menjadi rusak dini. Pesan saya kepada masyarakat untuk menjaga setiap hasil pembangunan, merawat hasil pembangunan supaya bisa dipergunakan lebih panjang daripada yang diperkirakan,” tuturnya. (luthfi)
























