Selasa, 8 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Kuda Kepang, Kesenian Kuno Dari Menes Pandeglang Yang Lestari Hingga Satu Abad Lebih

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Jumat, 1 Agu 2025 13:50 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
Kuda Kepang, Kesenian Kuno Dari Menes Pandeglang Yang Lestari Hingga Satu Abad Lebih
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Tahukah anda di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, ada satu kesenian kuno yang sudah berusia lebih dari satu abad yaitu, Kuda Kepang. Kesenian ini, mengkombinasikan gerakan trengginas jurus pencak silat dengan musik, serta keunikan properti berupa kuda yang terbuat dari bambu yang dilapisi ijuk.

Namun, jangan samakan kuda kepang ini dengan kuda lumping dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena dari bentuk kudanya saja sudah jauh berbeda. Kuda kepang khas Menes, bentuk kudanya lebih realistis seperti bentuk asli hewan kuda, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur kudanya berbentuk pipih dan dijepit mengggunakan kaki.

Dari pengamatan wartawan satelitnews.com, untuk membuat kuda kepang khas Menes harus menggunakan bambu sebagai rangka. Bambu tersebut dibentuk menjadi kepala, serta badan kuda tanpa ada bagian kaki. Di bagian punggung kuda dibentuk semacam lubang, untuk tempat masuk badan pemain kuda kepang.

Setelah rangkanya jadi, badan dan kepala kuda akan dilapis dengan ijuk yang sudah dianyam atau disebut dengan ijuk kepang, agar menyerupai bulu badan kuda lengkap dengan surainya.

Bagian mulut serta mata kuda, juga dipasangi hiasan dari kertas agar menyerupai mulut dan mata kuda yang asli.

Setelah itu, bagian badannya akan dihias dengan kertas krep atau kain sebagai lis, yang berfungsi sebagai hiasan.

Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Agar lebih mirip kuda betulan, dipasang juga seperangkat tali kekang agar saat dipentaskan, pemain kuda kepang bisa memegangnya seolah sedang menunggangi hewan kuda asli.

Sementara itu, bagian kaki kuda akan dihiasi dengan janur atau daun kelapa yang masih muda yang disuwir suwir. Terkadang hiasan janur itu, diganti dengan rafia warna kuning atau hijau yang disuwir suwir, sehingga saat pemain kuda kepang bergerak maka hiasan itu akan bergerak gerak menambah keindahan gerakan pemain kuda kepang.

BeritaTerbaru

Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian

Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian

Senin, 7 Sep 2026 20:01 WIB
Ditengah Aktivitas Erupsi GAK, Anggota DPC Partai Demokrat Pandeglang Bagikan Masker

Ditengah Aktivitas Erupsi GAK, Anggota DPC Partai Demokrat Pandeglang Bagikan Masker

Senin, 7 Sep 2026 19:54 WIB
Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September

Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September

Senin, 7 Sep 2026 19:46 WIB
Abu Vulkanik GAK Masih Menyebar, DLH Lebak Pantau Kualitas Udara

Abu Vulkanik GAK Masih Menyebar, DLH Lebak Pantau Kualitas Udara

Senin, 7 Sep 2026 19:41 WIB

Namun, Janur ini rupanya bukan sembarangan hiasan. Warnanya yang kuning kehijauan, melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Karena, kesenian ini biasa ditampilkan dalam acara-acara hajat seperti khitanan, perkawinan atau penyambutan tamu agung.

Tak lupa di bagian punggung kuda yang bolong tersebut, dipasangi tali yang nantinya digantungkan di leher pemain kuda kepang sehingga tidak mudah lepas saat pemain tersebut beraksi.

Jadi pada intinya, berbeda dengan kuda lumping di Jawa Tengah atau di Jawa Timur, pemain kuda kepang khas Menes akan masuk ke bagian rongga atau lubang pada bagian punggung kuda dan kaki si pemain, seolah-olah menjadi kaki kuda tersebut.

Surya Galung, guru besar padepokan pencak silat Maung Pande, yang menjadi pionir untuk memprakarsai pengusulan kesenian kuda kepang menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) khas dari Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Kata dia, dari penelusuran pihaknya sebagaimana diceritakan oleh para tetua kampung, kesenian ini sudah berusia ratusan tahun.

“Yang menciptakan kesenian ini, pertama kalinya Ki Durachman. Beliau adalah, ulama sekaligus tokoh jawara dan guru pencak silat dari Kampung Kadu Cukang, Desa Alas Wangi, Kecamatan Menes. Dari cerita orang tua kami, kuda kepang diciptakan beliau antara tahun 1839 hingga 1840 atau sekitar 10 tahun, setelah Gunung Krakatau meletus” paparnya.

Surya melanjutkan, kesenian ini diciptakan oleh beliau selain untuk hiburan bagi masyarakat saat ada hajatan, juga berfungsi sebagai penolak bala, agar acara-acara adat serta hajatan bisa berlangsung dengan lancar dan meriah.

Kesenian ini, makin dikenal luas saat dipentaskan pada pesta rakyat menyambut perkawinan Ratu Juliana, dari Kerajaan Belanda pada tahun 1937 di Alun-Alun Menes, tepat di depan gedung Kawedanaan Menes.

Saat itu Indonesia, termasuk Banten, masih berada di bawah cengkraman pemerintahan kolonial Belanda sehingga perkawinan Ratu Belanda tersebut, dirayakan dengan meriah di seantero tanah air dengan menanggap berbagai kesenian khas daerah masing-masing. Arak arakan Kuda Kepang di Menes itu, disambut meriah oleh masyarakat atau para pejabat yang saat itu hadir dalam perayaan.

Oh ya, kembali lagi ke bahasan tentang perbedaan kuda kepang khas Menes dengan kuda lumping dari Jawa Tengah atau Jawa Timur, maka yang paling mencolok adalah kesenian kuda kepang khas Menes ini juga memiliki irama atau musik yang berbeda dengan kesenian kuda lumping khas Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kesenian kuda kepang khas Menes ini diiringi dengan musik yang sangat khas, dengan instrumen utamanya adalah semacam terompet yang biasa dibunyikan dalam pertunjukan pencak silat. Soalnya, kuda kepang khas Menes ini memang seolah sudah satu paket dengan atraksi pencak silat.

Jadi ketika dimainkan suara terompet yang melengking, hentakan kendang pencak, akan mendominasi irama pada kesenian kuda kepang khas Menes ini. Alat musik lainnya yang dimainkan dalam kesenian kuda kepang khas Menes ini, adalah terbang rudat sehingga sangat berbeda dengan Jawa Timur yang menggunakan instrumen atau alat musik gamelan.

Rancaknya irama musik pada kesenian kuda kepang khas Menes tersebut, seolah menghipnotis para penari hingga secara otomatis bergerak, berjoget, serta beratraksi atau biasa disebut dengan ngalagé.

Saat ngalagé, terkadang pemain kuda kepang menjadi setengah sadar atau dalam kondisi “trance”. Maka peran pawang atau pimpinan grup, untuk membuat pemain kuda kepang sadar kembali sangatlah penting.

“ Saat ini, ada sekitar 42 grup kuda kepang yang menginduk ke perguruan kami, Maung Pande. Dan kami bersyukur, karena kuda kepang khas Menes ini diterima dengan baik di berbagai wilayah, karena selain pentas di dalam Provinsi Banten, kami juga sering diundang ke luar Provinsi Banten. Terakhir, kami pentas di Mataram dan Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memeriahkan acara sosialisasi kesehatan yang diadakan oleh IDI” tutur Surya.

Oleh karena itu, ia berharap agar kuda kepang segera ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco, karena kesenian tersebut terbukti sudah ratusan tahun dipentaskan di Banten. Sehingga, sangat layak untuk ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. (mardiana)

Tags: kabupaten pandeglangKecamatan MenesKuda Kepang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029
Banten Region

Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Senin, 7 Sep 2026 19:37 WIB
Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
Banten Region

Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Senin, 7 Sep 2026 17:56 WIB
DPRD Banten Dukung Kebijakan PJJ, Yeremia: Pelajaran Harus Tetap Berbobot
Banten Region

DPRD Banten Dukung Kebijakan PJJ, Yeremia: Pelajaran Harus Tetap Berbobot

Senin, 7 Sep 2026 17:43 WIB
Pemprov Banten Siagakan Layanan Faskes Di Seluruh Tingkatan
Banten Region

Pemprov Banten Siagakan Layanan Faskes Di Seluruh Tingkatan

Senin, 7 Sep 2026 17:37 WIB
Relawan FBn Bagikan Masker Dilokasi Wisata Pantai Anyer dan Sekitarnya
Banten Region

Relawan FBn Bagikan Masker Dilokasi Wisata Pantai Anyer dan Sekitarnya

Senin, 7 Sep 2026 17:29 WIB
Pegawai Pemprov Banten Tetap Masuk Kerja, Agar Pelayanan Tidak Terganggu
Banten Region

Pegawai Pemprov Banten Tetap Masuk Kerja, Agar Pelayanan Tidak Terganggu

Senin, 7 Sep 2026 17:14 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
Pasar Tigaraksa Tangerang Sepi, Banyak Pedagang Gulung Tikar

Pasar Tigaraksa Tangerang Sepi, Banyak Pedagang Gulung Tikar

Selasa, 1 Sep 2026 21:42 WIB
Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini

Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini

Minggu, 6 Sep 2026 17:21 WIB
Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa

Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa

Selasa, 1 Sep 2026 17:25 WIB
Wisuda Lulusan Bidan Perdana,  Institut Asyifa Indonesia Minta Alumni Jangan Gaptek

Wisuda Lulusan Bidan Perdana, Institut Asyifa Indonesia Minta Alumni Jangan Gaptek

Kamis, 3 Sep 2026 16:48 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.