SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pebulutangkis muda Alwi Farhan keluar sebagai juara Macau Open 2025. Alwi mengalahkan wakil Malaysia, Justin Hoh, dua gim langsung di laga final.
Pertandingan final Macau Open 2025 antara Alwi Farhan kontra Justin Hoh berlangsung di Macao Dome, Minggu (3/8). Alwi mendominasi gim kedua sebelum menang dengan skor 21-15, 21-5.
Gelar juara Macau Open ini adalah yang kedua bagi Alwi Farhan di level senior. Satu-satunya gelar lain yang pernah diperoleh Alwi adalah Indonesia Masters II di 2024.
Kedua pemain bersaing ketat di gim pertama. Usai tertinggal di poin-poin awal, Alwi Farhan mengungguli Justin Hoh 7-6, kemudian 11-9 menuju interval.
Justin Hoh lantas menambah dua angka untuk meyeimbangkan kedudukan. Alwi berhasil membuka jarak empat poin usai memenangi empat poin berturut-turut.
Alwi Farhan tak memberi Justin Hoh kesempatan sehingga dengan mudah unggul 19-3. Hoh menambah satu angka, Alwi mencapai game point 20-14.
Justin Hoh menambah angka lagi setelah challenge-nya sukses. Alwi memastikan keunggulan di gim pertama 21-15 setelah pengembalian lawan gagal menyeberangi net.
Alwi Farhan meneruskan momentumnya. Alwi unggul 3-1 atas Justin Hoh, lalu merebut 10 poin berturut-turut untuk memimpin 13-1 selepas interval kedua.
Hoh mencoba melawan dengan memperoleh dua poin berikutnya. Permainan cepat Alwi Farhan membuat lawan kewalahan sehingga unggul 18-4.
Hoh mendapat satu angka tambahan setelah pukulan Alwi melebar. Alwi Farhan kemudian meraih tiga angka berikutnya untuk memastikan kemenangan 21-5.
Hasil ini menjadi yang terbaik bagi Alwi sepanjang tujuh bulan terakhir. Sebelumnya, dalam 10 turnamen individu yang ia ikuti, hasil terbaik juara dunia junior 2023 tersebut cuma sampai perempatfinal Super 300 Thailand Masters.
Sisanya, ia kandas di babak 32 besar dan 16 besar. Tapi di Macau Open 2025 kali ini, Alwi berhasil membuktikan diri dengan menduduki podium tertinggi. “Dua minggu ke belakang di Jepang dan China banyak pelajaran yang bisa diambil. Bermain di level elite dan belajar dari Kunlavut (vitidsarn) dan lawan-lawan lain, itu bagus buat saya dan ini bagian dari prosesnya,” kata
Alwi, dalam keterangannya melalui federasi, setelah memastikan tempat di final Macau Open.
Sebelum Alwi, rekannya, Mohammad Zaki Ubaidillah juga baru saja memenangkan gelar juara Asia 2025, pada pekan lalu. Meskipun di Macau Open, ternyata hasilnya cuma sampai 16 besar.
Namun, gelar-gelar dari kedua atlet muda Indonesia seolah menjadi angin segar bagi tunggal putra yang tengah dalam pemulihan.
Bagaimana pun, tunggal putra menyisakan Anthony Sinisuka Ginting, Alwi, Ubed, dan Yohanes Saut Marcellyno di level utama.
Mereka tengah dalam proses regenerasi, apalagi setelah ditinggal Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo. “Intinya kalau dibilang mau cepat (regerenasi) pastinya mau cepat, harus cepat banget, tapi semua butuh proses dan kesabaran,” kata Pelatih Kepala Tunggal Putra Indonesia Indra Widjaja, saat ditanya terkait progres regenerasi atletnya, beberapa waktu lalu.
“Apalagi saya sebagai pelatih harus sabar dalam arti proses latihan harus dijalani dengan benar. Ya, dari porsi latihan apa semua, apalagi yang nunggu di luar pasti ingin cepat. Sama kita punya ambisi seperti itu.”
“Kalau saya lihat Alwi, Ubed, permainannya sudah mendekati top level, tapi yang perlu diingat atlet yang sudah menjadi pemain top juga perlu satu jam terbang, tingkat kematangan, dan itu perlu diuji. Seperti Alwi, Ubed, oke kita bicara menjanjikan tapi untuk prosesnya ini enggak bisa dibilang mudah,” tutur Indra.
Pada laga lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal menyumbangkan gelar kedua bagi Indonesia di Macau Open 2025. Sabar/Reza dikalahkan ganda Malaysia.
Sabar/Reza, yang tampil sebagai unggulan teratas, menghadapi Junaidi Arif/Roy King Yap di Macao Dome, Minggu (3/8) siang WIB. Sabar/Reza melakoni dua gim yang alot sebelum menyerah 20-22, 18-21. (dm)