Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Sidak ke Industri di Jatake Kota Tangerang, Menteri Lingkungan Hidup Soroti Cerobong Pabrik

Oleh Made Nusantara
Senin, 4 Agu 2025 14:37 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Pemerintah Batalkan PSEL Kota Tangerang dan Tangsel, Proyek Digabung di Jatiwaringin

TANAM POHON: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menanam pohon di kawasan Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang. ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS.COM

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (4/8/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menekan tingkat pencemaran udara di wilayah Jabodetabek.

Dalam kunjungannya, Hanif menyoroti kontribusi signifikan sektor industri terhadap memburuknya kualitas udara, terutama dari emisi cerobong pabrik. Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, di kawasan Jabodetabek terdapat 48 kawasan industri dengan total 6.800 cerobong aktif yang terdata secara resmi. Dari jumlah itu, tujuh kawasan industri berada di Kota Tangerang.

“Cerobong-cerobong ini menyumbang sekitar 16 persen dari total penyebab pencemaran udara. Hari ini kami melakukan verifikasi langsung di Jatake, dan akan berada di sini selama beberapa hari untuk mengontrol semua cerobong. Ini bukan hanya di satu perusahaan seperti Gajah Tunggal, tapi seluruh kawasan,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, Kementerian LH telah mengembangkan sistem pengawasan berbasis teknologi yang memungkinkan pemantauan emisi secara real-time. Sistem ini terintegrasi dengan alat Continuous Emission Monitoring System (CEMS) yang wajib dipasang pada cerobong-cerobong industri. Data yang masuk secara langsung ke pusat pemantauan Kementerian digunakan untuk mengambil keputusan cepat terhadap pelanggaran.

“Kalau terbukti melanggar, sanksi akan kami keluarkan. Saat ini kami sudah memberikan sanksi administratif terhadap empat kawasan industri besar seperti KPN, M2100, JIP, dan Pulogadung. Di Tangerang juga, jika ada pelanggaran berulang, kami akan lanjutkan ke proses hukum,” tegas Hanif.

Ia menambahkan, pendekatan hukum yang digunakan mengikuti Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sanksi awal berupa denda Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang dihitung berdasarkan lamanya pelanggaran. Jika tidak ada perbaikan dalam 30 hari, maka perusahaan bisa dikenai pidana sesuai Pasal 98 UU No. 32 Tahun 2009.

Baca Juga: Gandeng PT Gajah Tunggal, PMI Kota Tangerang Gelar Donor Darah Konvalesen

Salah satu kebijakan yang saat ini sedang digenjot adalah pemasangan Stasiun Pengamat Kualitas Udara (SPKAU) atau Air Quality Monitoring System (AQMS) di setiap kawasan industri. Hanif menekankan bahwa dalam luasan 500 hektare, setidaknya harus ada satu SPKAU yang aktif dan terkoneksi dengan sistem nasional.

“Kami sudah minta seluruh kepala daerah, termasuk wali kota dan bupati di wilayah Jabodetabek, untuk mempercepat pemasangan SPKAU. Ini bukan hanya formalitas, tapi langkah konkret untuk memulihkan kualitas udara,” ungkap Hanif.

BeritaTerbaru

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

Rabu, 9 Sep 2026 22:56 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Rabu, 9 Sep 2026 21:02 WIB
Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Rabu, 9 Sep 2026 20:59 WIB

Berdasarkan data internal Kementerian LH, kualitas udara Kota Tangerang saat ini tergolong berat. Meskipun kondisi udara pada hari kunjungan dinilai cukup baik, tetapi data sebelumnya menunjukkan tren memburuk. “Kami memantau langsung dari pusat. Data yang kami terima identik dengan laporan dari Pak Wali kota. Karena itu kami apresiasi adanya Satgas Langit Biru yang dibentuk oleh Pemkot Tangerang,” kata Hanif.

Wali kota Tangerang, Sachrudin yang turut mendampingi Menteri LH dalam kunjungan tersebut, menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan pihaknya untuk memperbaiki kualitas udara di kota industri ini.

“Pemkot mencanangkan gerakan uji emisi terhadap 2.000 kendaraan setiap tahun, membina 500 sekolah Adiwiyata, serta mengembangkan kampung iklim di 509 RW. Kami juga sudah pasang alat ukur kualitas udara di empat titik,” jelas Sachrudin.

Ia menegaskan bahwa pengendalian pencemaran udara kini menjadi prioritas pembangunan daerah. “Kami sepenuhnya menyadari, kualitas udara adalah salah satu indikator utama yang mencerminkan kelanjutan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Maka itu pengendalian pencemaran udara kami jadikan salah satu prioritas dalam kebijakan pembangunan,” katanya.

Baca Juga: Belasan Karyawan Positif Corona, Satgas Datangi Gajah Tunggal

Selain udara, pencemaran aliran sungai di Kota Tangerang juga menjadi perhatian serius Kementerian LH. Hanif menyebut bahwa selain limbah industri, limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik turut memperparah kondisi sungai-sungai di wilayah ini. “Aliran sungai di Tangerang termasuk yang berat tingkat pencemarannya. Beberapa waktu lalu kami bahkan memproses pidana terhadap unit usaha yang membuang limbah ke sungai,” ujarnya.

Namun demikian, proses hukum terhadap pencemaran lingkungan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Hanif menjelaskan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan hanya untuk menganalisis sampel air, belum termasuk proses penyidikan dan pengumpulan keterangan ahli. “Penegakan hukum lingkungan berbeda dari tindak pidana umum. Kami harus berhati-hati dan ilmiah, karena menyangkut pembuktian teknis,” katanya.

Hanif mengakui bahwa pemantauan cerobong di seluruh kawasan industri tidak bisa dilakukan hanya oleh kementerian. Untuk itu, pihaknya meminta bantuan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, khususnya Pemkot Tangerang. “Tidak mungkin dikerjakan KLH sendiri. Kami akan bekerja bersama jajaran Pak Wali Kota untuk mengawasi semua kawasan industri di Tangerang. Setelah dari Jatake, kami akan lanjut ke enam kawasan lainnya,” terang Hanif.

Ia juga menekankan bahwa pemantauan cerobong bukan pekerjaan ringan. Petugas harus naik langsung ke cerobong untuk mengambil data dan sampel. Proses ini membutuhkan waktu dan keahlian teknis, karena setiap cerobong memiliki karakteristik emisi yang berbeda.

Menariknya, Hanif menyebut bahwa beberapa inisiatif Kota Tangerang akan dibawa ke tingkat nasional sebagai contoh praktik baik. Salah satunya adalah target uji emisi tahunan dan pengembangan kampung iklim. “Kota Tangerang ini bisa jadi model. Kita akan listen and learn dari sini, dan bawa kebijakan itu ke nasional,” ujarnya.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, sanksi tegas, dan kolaborasi antara pusat dan daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menegakkan perlindungan lingkungan hidup. Kota Tangerang, sebagai salah satu simpul industri di Jabodetabek, menjadi titik awal dari gerakan besar menuju langit yang lebih biru dan air yang lebih bersih. (mg01)

 

Tags: Menteri Lingkungan Hidup Soroti Cerobong PabrikMenteri Sidak ke Industri di Jatake Kota Tangerangpt gajah tunggal
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras
Kota Tangsel

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras

Rabu, 9 Sep 2026 20:56 WIB
Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Edukasi

Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 20:53 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang

Rabu, 9 Sep 2026 15:31 WIB
MENDATANGI POS SAR : Kapolda Banten Irjenpol Hengki, mendatangi pos SAR untuk mengetahui perkembangan pencarian lima wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 15:25 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang, yang diduga hilang di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tim Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 11:14 WIB
Kota Tangerang

Uji Emisi di Kota Tangerang, 95 Persen Kendaraan Bensin Lolos

Rabu, 9 Sep 2026 10:33 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

DIKELUHKAN -- ETLE terpasang di Jalan Soekarno-Hatta atau yang di kenal Jalan Bypass, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Tak Pernah ada Edukasi, ETLE di Jalan Bypass Lebak Dikeluhkan Masyarakat

Rabu, 9 Sep 2026 19:22 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Senin, 7 Sep 2026 17:56 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
Real Betis vs Real Madrid, Lanjutkan Tren Sempurna

Real Betis vs Real Madrid, Lanjutkan Tren Sempurna

Jumat, 4 Sep 2026 07:48 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.