SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Seorang anak perempuan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berinisial NE yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya hingga mengalami sejumlah luka mengalami trauma berat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto.
“Anak trauma berat iya, nggak mau pulang kayaknya kita pun sayangkan. Kita nunggu aja hasilnya, dan apa yang akan kita lakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (13/8).
Sebagai informasi, tindak penganiayaan itu terkuak setelah guru sekolah NE melapor. Akhirnya, NE langsung diamankan ke rumah aman milik UPTD PPA Tangsel untuk menjalani serangkaian penanganan.
“Ketakutan, iya emang ketakutan pulang nggak mau pulanglah, katanya gitu makanya dia ngomong sama guru-gurunya. Sebetulnya katanya sudah pernah melaporkan cuma mungkin kali nggak di exspose jadi laporkan ke dinas gitu nggak tau,” paparnya.
Tri melanjutkan, NE tinggal bersama dengan ayah kandung dan ibu tirinya do wilayah Ciputat. Kata dia, UPTD PPA Tangsel saat ini tengah mencari keluarga terdekat korban.
“Saya juga sedang mencari keluarga terdekat, bapak kandungnya tidak bisa berbuat apa karena tinggal dengan ibu tiri. Anaknya kepengen pulang kampung, cuma kan tidak bisa. Bapak kandungnya karena emang nggak bekerja, sama ibu tiri jadi nggak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Lebih jauh Tri menerangkan, NE mendapatkan perlakuan tidak benar lantaran ibu tirinya geram.
“Kalau versi mereka sih anak lemot, disuruh ini itu lama. Baru kita panggil kemarin orang tuanya. Orang tuanya datang kesini jadi kita edukasi,” sebutnya.
Tri menuturkan bahwa untuk beberapa waktu kedepan NE akan tinggal di rumah aman dalam waktu yang tidak ditentukan. Tindakan itu dilakukan lantaran NE harus kembali menjalani konseling. Berdasarkan informasi yang didapatkan, NE sudah lama mengalami perlakuan serupa oleh ibu tirinya. Masih dibutuhkan waktu untuk mengetahui hasil konseling NE secara rinci. (eko)