SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Kasus dugaan penculikan RN (15), warga Kampung Gedong, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga saat ini masih menyisakan misteri. Pasalnya, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap peristiwa yang telah dilaporkan pada Rabu (6/8/2025) lalu.
Kepala Seksi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Muhamad Agil Sahril membenarkan adanya laporan terkait hilangnya RN yang diduga pergi meninggalkan rumah tanpa izin orang tua. Walaupun begitu, dirinya mengklaim bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
“Terkait laporan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan,” ujar Agil saat dikonfirmasi, Kamis (14/8).
Agil melanjutkan, berdasarkan keterangan awal dari orang tua korban, RN diketahui meninggalkan rumah pada Minggu (3/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB tanpa berpamitan. Korban diduga pergi bersama seorang laki-laki yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
“Benar terdapat laporan polisi terkait adanya anak pergi meninggalkan rumah tanpa ijin orang tuanya, identitas anak inisial R.N (perempuan, umur 15 tahun). Diduga korban pergi bersama seorang laki-laki,” katanya.
Polisi belum dapat memastikan apakah kasus ini murni kabur dari rumah atau mengarah ke tindak pidana seperti penculikan. Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial RN (13) dilaporkan hilang sejak Sabtu, (3/8/2025) lalu. RN diduga dibawa kabur oleh seorang pemulung yang tinggal di dekat rumah korban di Kampung Gedong RT 003 RW 002 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 24 Agustus 2026: Lokasi, Syarat dan Biayanya
Rosiman (40) ayah dari RN mengatakan bahwa peristiwa yang menimpa putrinya itu telah dilaporkan ke Mapolres Tangerang Selatan, pada Rabu, (6/8). Laporan tercatat dengan nomor: LP/B/31/VIII/2025/Resor Tangerang Selatan.
Menurut keterangan Rosiman, RN terakhir terlihat di rumah pada pukul 12.00 WIB, sebelum akhirnya hilang tanpa pamit pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Korban diduga pergi bersama seorang pria yang selama ini dikenal dekat dengan keluarganya.
“Dia tinggal ngontrak hanya dua meter dari rumah saya. Awalnya saya percaya karena dia sering bantu, bahkan beliin seragam dan sepatu sekolah anak saya,” ujar Rosiman, Senin (11/8/2025). (eko)
























