SATELITNEWS, LEBAK—Sosialisasi relokasi dengan sistem para pedagang kaki lima (PKL) dipanggil ke pendopo Pemkab Lebak secara bertahap terus dilakukan. Dari hasil audiensi dan beberapa keterangan yang didapat, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah pun secara blak-blakan mengungkapkan apa yang menjadi penyebab pemindahan itu agak alot.
Rencana relokasi pedagang pasar subuh atau yang berjualan di Jalan Sunan Kalijaga, Tirtayasa dan di lorong pasar kata Amir, ke Pasar Semi, Narimbang Muia, Rangkasbitung masih mendapat penolakan sejumlah pihak. Hal itu kata Amir lantaran ada oknum yang memang sengaja mempengaruhi pedagang.
“Jadi begini, ketika mereka datang ke sini (untuk mengikuti sosialisasi) tidak ada satu pun yang menolak, yang masih menolak itu yang tidak datang karena dipengaruhi oknum. Intinya pedagang mau pindah cuma oknum aja enggak mau,” kata Amir, Kamis (14/8/2025).
Namun Amir tak secara jelas menyebutkan siapa oknum yang mempengaruhi para pedagang agar tak mau direlokasi ke pasar yang baru dibangun dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. “Bisa dari ASN, atau instansi aparat, bisa jadi dari ormas tapi mereka bergerak pribadi ya bukan atas nama lembaganya,” ujar Amir.
Meski begitu, lanjut Amir, Pemkab Lebak akan terus menyosialisasikan kepada 800 lebih pedagang yang masuk dalam daftar relokasi. Sistemnya, lanjut Amir dengan cara bertahap dipanggil secara masif ke pendopo Pemkab Lebak agar bisa dipahami tujuan-tujuannya. “Kita tetap sabar terus sosialisasi, karena saya yakin kalau kita niatnya baik pedagang nurut. Kalau dirasa sudah cukup jumlahnya, nanti kita kumpulkan lagi semua,” ucapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Orok Sukmana mengatakan, Pemkab Lebak menargetkan pemindahan ratusan pedagang ke Pasar Semi bisa dilakukan pada bulan Oktober 2025. “Mudah-mudahan kita bisa bulan Oktober. Maka dari itu sosialisasi secara masif akan terus dilakukan dengan cara dipanggil ke ruangan Wabup,” kata singkatnya. (mulyana)
Baca Juga: Wabup Lebak Dorong Deteksi Dini HIV bagi Warga Binaan Lapas
