SATELITNEWS.COM, LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak memperkuat upaya pencegahan penyebaran HIV dan penyakit menular lainnya melalui pemeriksaan kesehatan serta deteksi dini bagi warga binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung, Kamis (7/5).
Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Hepatitis C. Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapat edukasi serta konseling terkait bahaya dan pencegahan penyakit menular.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Lebak mengatakan, langkah tersebut penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau selama menjalani masa pembinaan.
“Kami ingin membantu warga binaan agar dapat memeriksakan kesehatannya supaya hidup sehat dan jangan sampai terpapar penyakit menular yang berbahaya. Itu menjadi tugas kami,” ujar Amir.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah dalam kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga binaan hingga nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Maksud kedatangan kami supaya kesehatan warga binaan bisa terus terpantau, sehingga nanti saat pulang ke rumah dalam keadaan sehat,” katanya.
Baca Juga: Biaya Sekolah Menghimpit, Wabup Lebak Minta Warga Atur Prioritas
Pemkab Lebak berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya warga binaan pemasyarakatan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini penyakit menular.
Sementara, kasus HIV di Kabupaten Lebak menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 terdapat 32 kasus HIV.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah, mengatakan angka tersebut menjadi sinyal kewaspadaan karena berpotensi meningkat hingga akhir tahun. Pada 2025 lalu, jumlah kasus HIV di Lebak tercatat mencapai 126 kasus.
“Awal tahun ini saja sudah ada 32 kasus. Kalau melihat pola sebelumnya, jumlahnya bisa terus bertambah sampai akhir tahun,” ujar Nining.
Ia menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel CD4, sehingga penderitanya rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Penularan terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti darah dan cairan reproduksi.
Menurutnya, perilaku berisiko masih menjadi faktor utama penyebaran HIV, di antaranya hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik tidak steril.
Baca Juga: Wabup Lebak Warning ASN: Jangan Hedon Saat Lebaran
“Penularan umumnya dari hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi,” katanya. (mulyana)
