SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 136 rumah milik warga, yang berdiri di bantaran sungai di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, menjadi sorotan. Karena keberadaannya berdiri di tanah negara, dan harus segera direlokasi.
“Memang salah satu yang menjadi sorotan di Domas itu adalah hunian yang berada di bantaran irigasi, ilegal, ada 136 rumah, harus di relokasi,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, Kamis (25/6/2026).
Kata Okeu, dari Kementerian memang sempat mempertanyakan keberadaan rumah yang berdiri di bantaran sungai tersebut. Namun saat itu, Pemerintah Daerah belum memiliki konsep untuk merelokasi rumah rumah itu.
“Tapi sekarang, setelah kami melakukan kunjungan ke Habitat For Humanity Indonesia, disana ada gambaran kita. Karena rupanya Pemda tidak bisa membeli lahan, untuk diserahkan kepada masyarakat. Jadi ada beberapa skema yang ditawarkan habitat,” tambahnya.
Skema yang dimaksud, lanjut Okeu, yang pertama adalah dengan membuat koperasi dan koperasi ini yang berhubungan langsung dengan perbankan, sehingga koperasi yang membeli lahan dan koperasi akan menjual kembali kepada masyarakat dengan cara mencicil.
“Untuk pembangunnya akan dibantu habitat,” tuturnya.
Baca Juga: Wujudkan Smart City, Diskominfo Kabupaten Serang Kolaborasi Bersama 2 Kementerian
Kemudian, alternatif kedua yang akan di tawarkan adalah berupa bantuan stimulan kepemilikan lahan.
“Selama ini kita memberikan bantuan stimulan perumahan yaitu BSPS rutilahu Rp25 juta, tapi kami akan coba mengajukan ke ibu Bupati kedepan agar memberikan bantuan stimulan untuk kepemilikan lahan, sehingga mereka nanti punya lahan,” tuturnya lagi.
Okeu menuturkan, rumah yang berdiri di bantaran sungai di Desa Domas tersebut merupakan milik warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Namun demikian mereka sudah menyadari dan siap untuk direlokasi.
“Jadi memang itu nanti harus di relokasi, bekas huniannya nanti buat ruang terbuka hijau, itu sudah ada di master plane kita, cuma karena memang terkendala fiskal kita, maka kita harus berinovasi mencari bantuan,” pungkasnya. (sidik)
