SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai menyiapkan konsep besar penataan kawasan Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung. Jalan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) itu direncanakan disulap menjadi kawasan ikonik bergaya seperti Malioboro Yogyakarta dan Braga Bandung.
Namun, rencana tersebut masih menunggu dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lantaran kewenangan penataan Jalan Sunan Kalijaga berada di tingkat provinsi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa mengatakan, Pemkab Lebak telah menyampaikan rencana tersebut dalam pembahasan pembangunan kawasan Pasar Semi yang kini menjadi lokasi baru bagi para pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa. “Jalan tersebut kan kewenangannya provinsi, jadi kami ingin pemprov intervensi dulu terkait dengan penataan jalur pedestriannya,” kata Imam, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, konsep penataan tersebut membutuhkan dukungan penataan trotoar atau pedestrian yang lebih representatif, dilengkapi fasilitas umum, aksesibilitas yang baik, serta konsep kawasan rendah emisi. “Kalau Pemprov Banten sudah menata pedestriannya baru kita bisa kondisikan pedagang, parkir kendaraan dan hal lainnya sehingga menjadi destinasi wisata, terutama kuliner yang memang wajib dikunjungi ketika ke Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Imam menyebut, rencana menjadikan Jalan Sunan Kalijaga sebagai kawasan pusat kuliner dan wisata perkotaan juga mendapat dukungan dari jajaran Pemprov Banten. Bahkan, mantan Sekda Lebak yang kini menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Banten, Budi Santoso, disebut siap mendorong agar konsep tersebut masuk dalam program provinsi. “Pak Budi siap mendorong rencana tersebut untuk bisa masuk ke dalam program Pemprov,” ucapnya.
Ia berharap, rencana penataan kawasan Sunan Kalijaga dapat segera mendapat perhatian dari Gubernur Banten Andra Soni agar kawasan tersebut memiliki daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan. “Kalau di Yogya ada Malioboro dan Bandung ada Braga, kenapa tidak kita bisa jadikan kawasan Kalijaga menjadi tempat seperti itu agar mengundang banyak wisatawan,” katanya.
Baca Juga: Harga Daging Sapi di Lebak Tembus Rp140 Ribu
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Rully Edward membenarkan adanya rencana tersebut. Menurutnya, konsep penataan Jalan Sunan Kalijaga sudah mulai dirancang sejak Pemkab Lebak menggulirkan program penataan kota. Langkah awalnya, kata Rully, dilakukan melalui relokasi para PKL pasar subuh dari Jalan Sunan Kalijaga ke Pasar Semi yang berada di Desa Narimbang Mulya. “Rencana seperti itu seperti Malioboro, konsepnya ada pada penataan trotoarnya,” singkatnya.(mulyana)
