SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat, mendukung dan mendorong kesiapsiagaan, tanggap dan kepedulian masyarakat terhadap potensi bencana, yang dimungkinkan akan terjadi, untuk terus disosialisasikan.
Katanya, hal itu ditanamkan, dengan harapan dapat mengurangi risiko dan korban bencana yang akan di timbulkan.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat menyatakan, mitigasi kebencanaan harus melekat, dan masyarakat harus secara mandiri dapat menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.
Diakuinya pula, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah rentan bencana, baik banjir, longsor, puting beliung, kebakaran dan jenis bencana lainnya.
“Kami harap, semua pihak yang konsen terhadap penanganan kebencanaan selalu memberikan pelayanan dan pembinaan secara intensif kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Membangun kesadaran kolektif terhadap mitigasi kebencanaan, tambahnya, juga harus terus ditingkatkan. Sehingga, masyarakat di wilayah rawan bencana dapat terus melestarikan alam, serta menjaga lingkungannya.
Baca Juga: Bapemperda DPRD Pandeglang Usulkan Perubahan PD PBM Menjadi Perseroda PBM
Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang, E. Supriadi menambahkan, walau bencana tidak dapat dihindari, paling tidak dapat di mitigasi untuk menekan risiko dan korban yang ditimbulkannya.
Diberitakan sebelumnya, Koordinator Boedak Suang Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, pihaknya membangun koordinasi dengan seluruh pihak, salah satunya dengan SIGAP Bencana PGRI Kabupaten Pandeglang.
Setelah nota kesepahaman ditandatangani bersama, kata Ade, pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih massif. Dalam rangka menyamakan persepsi, serta menyusun rencana kerja bersama kedepannya.
“Kita harus sadar, bereaksi cepat, peduli dan menanamkan solidaritas bersama kepada masyarakat. Agar kita semua tidak gagap bencana,” kata Ade, Senin (22/6/2026).
Katanya, kalangan pelajar dan guru merupakan komponen strategis yang harus memahami betul apa langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Ia juga berharap, sosialisasi mitigasi kebencanaan dapat dilaksanakan secara massif mulai dari sekolah. Dengan begitu, pelajar dapat memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.
Baca Juga: Pimpinan DPRD Masih Enggan Ungkap Sosok Sekwan Pengganti Suaedi
Ditegaskannya, BSR memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah tersebar di 6 Kecamatan yaitu Panimbang, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung, Cibitung, Sumur.
Sementara , Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan, pihaknya sangat merespon kerjasama yang dibangun dengan BSR.
“SIGAP Bencana PGRI Kabupaten Pandeglang, salah satunya fokus pada distribusi bantuan atau membantu korban bencana,” ungkap Sutoto.
Ia juga menambahkan, penyampaian wawasan dan pengetahuan tentang kebencanaan kepada para pelajar dan guru sangat penting. Agar tumbuh kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap bencana yang terjadi.
Diakuinya, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah yang memiliki beragam potensi bencana, baik longsor, banjir, kebakaran, puting beliung dan bencana lainnya.
“Kedepan, kita berharap anak didik dan para guru dapat memahami penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” pungkasnya.
Diketahui, belum lama ini BSR dan SIGAP Bencana PGRI Kabupaten Pandeglang menjalin kerjasama untuk melakukan berbagai program terkait mitigasi kebencanaan.
Atas dasar itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan bersama, khususnya sosialisasi mitigasi kebencanaan ke sekolah – sekolah. (mardiana)
