SATELITNEWS.COM, SERANG – Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki, berharap semua tokoh agama dapat menjaga kerukunan antar umat beragama. Tindakan itu penting dilakukan, sebagai upaya mencegah adanya perpecahan ditengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Kapolda, diacara doa bersama lintas agama, pada rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara, Kamis (25/6/2026).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, ASDA I Provinsi Banten Dr. Komarudin, Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar Embay Mulya Syarif, Ketua MUI Provinsi Banten Bazari Syam, Pejabat Utama Polda Banten, Ketua FKUB Provinsi Banten A. M. Romly, Pastor RD. Yohannes Suradi, Romo Xaverius Kallen, Jro Mangku Gede Suwono, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan, doa bersama lintas agama yang dilaksanakan merupakan cerminan nilai luhur bangsa Indonesia. Tujuannya, sebagai upaya mencegah perpecahan dan konflik agama ditengah masyarakat.
“Di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan, masyarakat Indonesia tetap berdiri dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh,” katanya.
“Kebersamaan tersebut, menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat ketahanan bangsa, menghadapi berbagai tantangan zaman,” sambungnya.
Baca Juga: Kapolda Banten: Tindak Tegas Truk Odol Yang Melanggar
Menurut Hengki, melalui kegiatan tersebut seluruh elemen masyarakat menyatukan harapan dan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, dan keberkahan.
“Selain itu, doa juga dipanjatkan agar Provinsi Banten tetap menjadi daerah yang aman, harmonis, serta mampu terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Hengki mengatakan, keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata. Kamtibmas yang kondusif, kata dia, lahir dari sinergi dan kepedulian seluruh elemen bangsa.
“Polri menempatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat, sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan, menyejukkan kehidupan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya.
“Dengan terus disampaikannya pesan-pesan kesejukan, persatuan, dan kasih sayang, maka ruang bagi perpecahan dan konflik akan semakin sempit.” sambungnya.
Hengki mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Banten.
Baca Juga: Kapolda Banten Ajak Personel Tingkatkan Pelayanan
“Sinergi yang telah terjalin dengan baik ini merupakan modal utama dalam mewujudkan Banten yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Ketua MUI Banten Bazari Syam mengatakan, doa bersama yang dilakukan merupakan kegiatan positif antar umat beragama di Provinsi Banten.
Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi cerminan bagi semua lapiran, bahwa keberagaman merupakan anugerah dan tidak boleh dijadikan alasan perpecahan.
“Kegiatan ini merupakan momentum baik, untuk saling menjaga silaturahmi dan mencegah perpecahan. Banyaknya tokoh agama yang dilibatkan, menjadikan gambaran keberagaman bukanlah alasan untuk saling terpecah belah,” imbuhnya. (adib)
