SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Allin Hendallin Mahdaniar menyampaikan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan. Hingga Agustus 2025, setidaknya terdapat kurang lebih 400 kasus.
“Kalau melihat dari tahun-tahun berikutnya, turun. Tapi kita kan masih di bulan Agustus. Kita kasus sudah 400, tahun ini 465. Tapi kalau dilihat trennya per bulan turun, kemudian dilihat dari tahun-tahun sebelumnya juga turun. Tapi kan ini belum sampai Desember,” ujarnya, Minggu (24/8).
Walaupun begitu, Allin menghimbau masyarakat waspada terhadap DBD menjelang musim penghujan.
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendallin Mahdaniar mengatakan, update data kasus DBD hingga Agustus 2025 ini terdapat 400 lebih. Ia memastikan tidak ada angka kematian dalam kasus tersebut. “Tidak ada kematian,” katanya.
Allin melanjutkan, kasus DBD tertinggi pada 2025 terdapat di Kecamatan Pondok Aren dengan 112 kasus dan kasua DBD terendah terdapat di Kecamatan Setu dengan 41 kasus.
“Sedangkan untuk kasus DBD kelurahan tertinggi terdapat di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Serua Indah, Kelurahan Pondok Pucung, dan Kelurahan Kedaung dengan 20 kasus DBD. Sementara kelurahan dengan kasus terendah yakni Kelurahan Buaran, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Ciputat, dan Setu dengan 2 kasus, Kelurahan Paku Alam 1 kasus dan Kelurahan Pakulonan tidak ada kasus DBD,” papar Allin.
Baca Juga: Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik
Sebagai upaya pengendalian DBD meliputi pencegahan dan pemutusan rantai penularan, Dinkes Kota Tangsel telah melakukan berbagai program. Mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus dengan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta penyemprotan fogging di wilayah terjadi penularan.
“Pemutusan rantai penularan DBD ini perlu kolaborasi dan komitmen kita semua, pemerintah dan juga masyarakat. Cara paling mudah seperti menguras, mendaur ualng dan menghindari gigitan nyamuk. Serta menjadi penggerak Gerakan 1 rumah 1 jumantik di rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (eko)
























