SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lebak mulai menggencarkan sosialisasi program subsidi rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selain masyarakat berpenghasilan rendah, buruh juga berkesempatan mendapatkan rumah bersubsidi tersebut.
Plt Kepala Disnaker Lebak Rully Charuliyanto mengatakan, program FLPP sendiri merupakan upaya pemerintah mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk untuk para buruh di Kabupaten Lebak.
“Kemarin kita sempat melakukan sosialisasi bersama para HRD dari berbagai perusahaan di Kabupaten Lebak. Selanjutnya, tiap perusahaan akan menyampaikan ke para pekerjanya,” kata Rully, Senin (25/8/2025).
Rully menyebutkan rumah subsidi tersebut bisa dimiliki buruh dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema FLPP. Program pembiayaan perumahan tersebut juga dirancang untuk membantu MBR, seperti buruh yang sering kali menghadapi tantangan ekonomi akibat sifat pekerjaan yang tidak selalu menjamin penghasilan tetap.
“Kami ingin menekankan pentingnya FLPP bagi MBR. Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo dalam Asta Cita, yaitu pembangunan 3 juta rumah,” terangnya.
Ia menambahkan masih belum mendapat informasi resmi terkait jatah subsidi rumah dengan skema FLPP untuk Kabupaten Lebak. Namun, terang Rully, beberapa hal yang harus diketahui oleh para buruh, program tersebut dilakukan agar para pekerja berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah layak dengan suku bunga tetap, tenor panjang, dan persyaratan terjangkau.
Baca Juga: PT PWI 6 Dikabarkan Bakal Hengkang dari Lebak, Ada Potensi PHK Besar-besaran
“Kami harap bisa lebih banyak pekerja di Lebak yang bisa memanfaatkan fasilitas FLPP dalam mewujudkan impian mereka memiliki rumah,” imbuhnya.
Salah seorang buruh di Kabupaten Lebak Nurohman menyambut baik program tersebut. Walaupun kata dia belum memahami skemanya, dia menyatakan ini menjadi momen bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan buruh pabrik untuk memiliki hunian.
“Daripada ngontrak ya mending kredit rumah, kedepannya menjadi aset kita. Ya semoga aja program tersebut bisa direalisasikan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dan buruh pabrik memiliki hunian untuk masa depannya,”pungkasnya.(mulyana)
























