Selasa, 8 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Kasus Dugaaan Korupsi Kuota Haji, Bos Maktour Dicecar KPK

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 28 Agu 2025 18:59 WIB
Rubrik Nasional
Kasus Dugaaan Korupsi Kuota Haji, Bos Maktour Dicecar KPK

Fuad Hasan Masyhur, bos agen perjalanan Maktour Travel saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis (28/8/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Fuad Hasan Masyhur, pemilik agen perjalanan haji dan umrah Maktour Travel, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 6,5 jam pada Kamis (28/8) terkait dugaan korupsi kuota haji 2024. Meski mengaku menerima kuota haji tambahan, Fuad membantah sejumlah tudingan.

“Pemeriksaan sangat baik. Itu mengenai bagaimana kuota tambahan. Kami memberikan penjelasan,” ujar Fuad usai keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Fuad hadir sekitar pukul 09.56 WIB dan tampak keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.30 WIB.

Fuad mengatakan, kuota haji tambahan itu adalah hadiah yang diberikan dari Pemerintah Arab Saudi sehingga harus dijaga dengan baik. “Hadiah yang diberikan oleh pemerintah Saudi tujuannya sangat baik. Makanya kita jaga semua agar tidak nanti justru memberikan dampak negatif kepada kedua belah pihak,” ujarnya.

Meski demikian, Fuad menegaskan bahwa Maktour hanya menerima sebagian kecil kuota haji khusus dari tambahan 20.000 yang diberikan Arab Saudi. “Maktour hanya jumlah yang sangat terbatas. Tidak sampai ribuan, enggak,” katanya, tanpa menyebut angka persis.

Selain itu, Fuad juga juga membantah ikut dalam rombongan Presiden Joko Widodo saat permintaan tambahan kuota. “Saya hanya seorang pelayan, enggak ada kapasitas ikut di rombongan,” tegas Fuad.
Terkait pertemuan dengan Kementerian Agama, Fuad menjelaskan itu murni silaturahmi. “Kalau bilang pertemuan, saya silaturahmi di kantor saya untuk kawan-kawan asosiasi Jumat. Kantor saya terbuka untuk siapa saja, termasuk media,” kata dia.

Soal dugaan penghilangan alat bukti saat KPK menggeledah Wisma Maktour, di Otista, Jakarta Timur, pada 14 Agustus 2025 lalu, seperti disampaikan KPK, Fuad juga membantah. “Enggak ya. Nggak ada itu ya,” katanya.

Baca Juga: Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut dalam pemeriksaan Fuad dalam kapasitasnya sebagai saksi, penyidik mendalami pengaturan pembagian kuota tambahan, termasuk pembagian 50:50 antara haji reguler dan khusus serta pengisian kuota tanpa antre. Tambahan kuota haji ini diperoleh setelah Presiden Jokowi bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Oktober 2023.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019, kuota haji khusus maksimal 8 persen, sedangkan reguler 92 persen. Artinya, tambahan 20.000 seharusnya dibagi 18.400 untuk reguler dan 1.600 untuk haji khusus. Namun, SK Menag Nomor 130 Tahun 2024 menetapkan pembagian 10.000 untuk reguler dan 10.000 untuk khusus.

BeritaTerbaru

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Selasa, 8 Sep 2026 08:06 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 08:02 WIB
Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB

KPK menduga adanya dugaan setoran travel haji penerima kuota tambahan ke oknum Kemenag, berkisar USD 2.600–7.000 per kuota, melalui asosiasi haji. Perubahan pembagian kuota ini diduga menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp 1 triliun karena dana yang seharusnya masuk ke negara dari jemaah reguler mengalir ke pihak travel swasta.

Selain memeriksa bos Maktour, di hari yang sama KPK juga memeriksa lima saksi lainnya. Yakni Direktur PT Anugerah Citra Mulia (AA), Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag tahun 2024 (JJ), Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kemenag periode Oktober 2022-November 2023 (RFA), Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata (IM), dan Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji atau Himpuh (MFT).

Adapun JJ adalah Jaja Jaelani (JJ), RFA adalah Rizky Fisa Abadi (RFA), dan MTF adalah M. Firman Taufik.

Sampai saat ini, tiga orang dicegah bepergian ke luar negeri, yaitu eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, mantan stafsus Menag Ishfah Abidal Aziz, dan Fuad Hasan Masyhur. KPK juga menggeledah sembilan lokasi, termasuk rumah dan kantor Yaqut, kantor Maktour, kantor Kemenag, kantor asosiasi travel, rumah ASN Kemenag, serta rumah di Depok. Barang bukti yang disita meliputi dokumen, barang bukti elektronik, kendaraan, dan properti. (rmg/san)

Baca Juga: Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Tags: agenhajikpkkuota
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
Nasional

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB
Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Minggu, 6 Sep 2026 17:17 WIB
Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Minggu, 6 Sep 2026 21:36 WIB
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tiba di Tangerang, Bupati Imbau Warga Pakai Masker

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tiba di Tangerang, Bupati Imbau Warga Pakai Masker

Senin, 7 Sep 2026 20:28 WIB
Gyokai Indonesia Kompeten Gandeng UNTARA, Siapkan Lulusan SMK Kuliah Sambil Bekerja

Gyokai Indonesia Kompeten Gandeng UNTARA, Siapkan Lulusan SMK Kuliah Sambil Bekerja

Rabu, 2 Sep 2026 12:32 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.