SATELITNEWS.COM, LEBAK – Beredar di akun program televisi nasional di media sosial seorang pendemo di DPR RI mengaku warga Baduy, Lebak saat diwawancara. Saat dimintai ihwal pendemo laki-laki tersebut, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom membantah bahwa yang bersangkutan adalah warga Baduy yang berada di bawah kewenangannya.
Massa yang saat ini melaksanakan aksi unjuk rasa di gedung DPR RI berasal dari berbagai daerah. Dari anak sekolah, mahasiswa hingga pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan menyuarakan aksinya.
Namun menurut Jaro Oom tidak untuk warga Baduy. Sebab, di Baduy tidak ada istilah demo melainkan musyawarah jika mau menyampaikan aspirasi.
Setelah melihat seorang pendemo mengatasnamakan warga Baduy, Jaro Oom mengaku kaget, di media sosial itu dirinya langsung memberikan komen karena sudah mencemarkan nama baik warga Baduy.
“Atuh sanes, eta mah urang mana boa teu apal. Ulah gancang dipercaya. Diwawancara bae kitu titahna ditanyakeun secara identitasna.(Bukan itu, itu mah warga mana gak tahu. Jangan cepat percaya, diwawancara dulu suruh tanyain identitasnya),” kata Jaro Oom saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (29/8/2025).
“Naon ngaku-ngaku urang Baduy turun demo. Sistem demo eta kan teu meunang ku adat.(kenapa (harus) ngaku-ngaku warga Baduy turun demo. Sistem demo itu kan tidak boleh dalam adat),” jelas Oom.
“Paling oge biasana seketika na aya orang pejabat dinas nu ngadep kunjungan kadang disampekeun kitu. Lebih ka pendekatan musyawarah. (Kalau mau biasanya itu ketika ada orang pejabat atau dinas yang berkunjung disampaikan (aspirasi warga Baduy) Kitu. Ya lebih ke pendekatan),” timpal Oom menjelaskan jika warga Baduy ingin menyampaikan aspirasinya.
Oom pun memastikan bahwa itu bukan orang Desa Kanekes, dan Oom pun kerap memberikan imbauan kepada pengunjung Baduy, ketika berada di daerahnya masing-masing untuk tidak mengatasnamakan warga Baduy.
“Cuma ngaku-ngaku kitu. Mangkana urang mah sok ngahimbaukeun nya ka saha tamu bae geh bahkan ka masyarakat luas eta nya. Sok ngahimbau ulah nu ngaku-ngaku urang baduy.(Cuma ngaku-ngaku (warga Baduy) aja. Makanya sama saya mah suka memberikan imbauan ke tamu siapa saja bahkan ke masyarakat luas itu nya. Sok memberikan imbauan jangan mengaku-ngaku warga Baduy),” Oom menjelaskan.
“Nya kemungkinan eta anu seketika ka kota eta mawa surat jalan atas nama desa Kanekes bahkan nomor urang oge sok di kolom surat jalan eta. Oh, heueuh heueuh heueuh. Oh, kitu. Enya. (Itu kemungkinan itu yang sedang ke kota itu biasanya bawa surat jalan atas nama desa Kanekes. Bahkan nomor saya juga suka tercantum di kom surat jalan itu),” tandasnya.(mulyana)