SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Pandeglang, kembali berunjuk rasa menyuarakan aspirasinya menolak kerjasama pembuangan sampah dari luar Pandeglang.
Di iringi mobil komando, pendemo longmarch dari depan Gedung Graha Pancasila (GP) ke gedung Sekretariat Daerah (Setda), kemudian bergeser ke depan Pendopo Bupati Pandeglang, Jumat (29/8/2025).
Di depan kantor Setda Kabupaten Pandeglang, pendemo berorasi meneriakkan aspirasinya, sambil beberapa massa aksi diantaranya membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan “Pandeglang Darurat Sampah”.
Dalam pengawalan ketat aparat kepolisian, pendemo secara bergantian terus menyuarakan aspirasinya sambil meneriakkan yel-yel perjuangan. Namun sayang, selama beberapa menit pendemo bertahan di depan kantor Setda Pandeglang, tak satupun pejabat terkait, termasuk Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang menemuinya.
Lalu, massa aksi bergeser ke depan Pendopo Bupati Pandeglang. Di sana, pendemo menyegel gedung pendopo dengan melilitkan lakban di gerbang Pendopo Bupati. Sambil terus berorasi, menyuarakan aspirasinya.
Bahkan, seorang pendemo nekat naik ke gerbang Pendopo Bupati Pandeglang, sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Sementara, sebagian massa aksi lainnya, membakar ban. Kemudian, pendemo juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai simbol penyemangat dan perjuangan mereka.
Baca Juga: BEM Pandeglang Kepung Kantor Setda, Orator: Tolak Kerjasama Pembuangan Sampah Dengan Tangsel
Koordinator BEM Se-Pandeglang, Rafiudin menyatakan, ini aksi jilid III yang dilakukannya, dengan konsisten mengusung isu dan menyampaikan aspirasi menolak kerjasama pembuangan sampah dari luar Pandeglang.
“Mau sampah dari Kabupaten Serang atau Kota Tangsel, pokoknya kami menolak,” kata Rafiudin, Jumat (29/8/2025).
Katanya, Pandeglang bukan penampungan sampah. Oleh karenanya, Pemerintah Daerah (Pemda) harus jeli dan berempati terhadap masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, sebagai masyarakat terdampak dari bau tak sedap yang ditimbunkan akibat sampah.
Ditambahkannya, dengan kerjasama pembuangan sampah dari Kabupaten Serang dan Kota Tangsel itu, tentunya volume sampah yang akan dibuang ke TPA Bangkonol akan semakin melimpah.
“Sementara, kita lihat di TPA. Infrastruktur dan sarana prasarana nya, belum mendukung untuk mengolah sampah yang nantinya akan dikirim dari luar Pandeglang,” tambahnya.
Pendemo juga menuntut secara tegas, agar Pemda Pandeglang membatalkan kerjasama pembuangan sampah dengan luar daerah.
Baca Juga: Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air
“Tolak, apapun alasannya,” pungkasnya.
Setelah adzan maghrib, pendemo bergeser ke sekretariat nya masing-masing dengan tertib. (mardiana)
























