SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Seorang pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang berinsial ALF meninggal dunia setelah setelah menjalani perawatan intensif di RS Mitohardjo Jakarta, Senin (1/9). Warga Perumahan Puri Bidara Desa Pasirnangka Kecamatan Tigaraksa itu diketahui sempat mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Slipi Jakarta Barat, pada Kamis (28/8) lalu.
Salah satu warga Perumahan Puri Bidara yang enggan disebutkan namanya mengatakan ALF berangkat ke Jakarta meskipun telah dilarang orangtuanya. Menurut warga tersebut, ada pihak yang menjemput dan memprovokasi ALF sehingga akhirnya tetap tergiur untuk ikut aksi unjuk rasa di Jakarta.
“Orang tuanya sudah melarang, namun sepertinya korban berangkat tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ditambah ada yang menjemput dan memprovokasi korban sehingga korban ikut aksi unjuk rasa, ” kata dia, Senin (1/9).
Di Jakarta, ALF diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum tidak dikenal sehingga terluka. Remaja tersebut akhirnya dibawa ke RS Mintohardjo Jakarta dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU oleh tim medis selama tiga hari. ALF kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Senin (1/9) siang.
Berdasarkan rekaman rontgen, ALF mengalami luka di bagian kepala. Bahkan, tempurung tengkorak kepalanya mengalami keretakan. Diduga, korban terkena pukulan benda keras pada bagian kepala.
“Berdasarkan hasil rontgen juga ditemukan keretakan di bagian kepala, ” ucapnya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran
Di tempat terpisah, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada membenarkan terkait adanya seorang anak berstatus pelajar di Kabupaten Tangerang menjadi korban dalam unjuk rasa berujung kerusuhan di wilayah Jakarta.
“Betul, dan kami sangat berduka atas hal tersebut,” katanya.
Kapolres menjelaskan ALF berpamitan kepada orang tua untuk berangkat sekolah dan pulang ke rumah siang hari. Namun, tidak lama, ALF izin melaksanakan kegiatan di luar. Setelahnya baru termonitor bahwa posisi ALF sudah di rumah sakit tanpa identitas.
“Sampai akhirnya, diketahui identitasnya dan diinformasikan kepada pihak keluarganya, ” ujarnya.
Kapolresta juga mengatakan pihak keluarga secara sepakat tidak ingin melanjutkan kasus ke jalur hukum atas peristiwa yang menimpa sang putra.
“Memang kami pastikan juga kepada pihak keluarga apakah ini harus kita lanjutkan, tapi keluarga tidak menuntut dan secara ikhlas,” terang Andi.
Baca Juga: BEM Banten Bersatu Demo Kantor Gubernur, Ini Tuntutannya
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengaku turut prihatin atas musibah yang menimpa ALF. Dia prihatin karena anak-anak sekolah ikut aksi unjuk rasa di Jakarta bahkan hingga mengalami hal yang tidak diinginkan.
“Kami sangat-sangat prihatin sekali bagaimana anak-anak kita kok bisa ikut-ikutan gitu kan ke sana. Untuk itu, kami menghimbau kepada para orang tua, kepada para guru, para kepala sekolah di semua tingkatannya. Agar menjaga anak-anak kita, agar tidak terprovokasi ikut-ikutan sesuatu yang mungkin tidak mereka pahami, ” katanya. (alfian)
























