SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Meski sejumlah daerah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyikapi perkembangan situasi sosial masyarakat, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang tetap menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung atau tatap muka. Namun demikian, opsi PJJ tetap disiapkan apabila kondisi dirasa tidak menentu.
Kepala Disdik Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan, pihaknya mempunyai alasan kuat mengapa tidak memberlakukan PJJ saat ini. Salah satunya adalah karena berdasarkan pengalaman pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun silam, PJJ kurang efektif dan lebih cenderung mengarah kepada libur.
“Alhamdullilah di Kota Tangerang situasinya cukup kondusif dan mudah-mudahan aman terus, khususnya di Kota Tangerang tidak sampai terjadi tindakan anarkis, sehingga kita dalam hal ini Dinas Pendidikan mengadakan kegiatan belajar mengajarnya seperti biasa,” ujarnya, Selasa (2/9/2025) pagi di Puspem Kota Tangerang.
Jamal juga mengatakan, apabila kondisi seperti saat ini terus terjaga di Kota Tangerang maka tidak akan ada PJJ. “Kami menganggap PJJ ini tidak maksimal terkait belajar mengajar, sebab yang efektif adalah pembelajaran di sekolah masing-masing. Maknya kita berdoa saja agar Kota Tangerang selalu aman, kondusif jangan sampai terjadi tindak anarkis sehingga KBM berjalan normal. Tapi apabila terjadi hal yang di luar keinginan seperti unjuk rasa besar maka kita ambil langkah secara situasional, artinya ketika terjadi (unjuk rasa besar) kita langsung ambil keputusan PJJ,” jelasnya.
Meski tidak ada PJJ, Jamal juga tidak melarang apabila ada sekolah swasta mengambil keputusan untuk PJJ maupun meliburkan siswanya. “Kalau dari pihak yayasannya ingin meliburkan siswanya tidak masalah, yang penting itu disampaikan ke kami. Seperti yang ada di Ciledug itu mereka khawatir soalnya ada isu demo besar ya silakan saja,” terangnya.
Pria yang juga Ketua PGRI Provinsi Banten ini menambahkan, bukan saja proses belajar mengajar masih normal, namun terkait jam belajar pun tidak berubah. “Terkait jam belajarnya juga masih sama, yakni dari pukul 07.00 WIB-12.00 WIB, bahkan ada yang sampai pukul 14.00 WIB,” pungkasnya. Dia juga bercerita bahwa alas an lain tidak menerapkan PJJ atau pun meliburkan aktivitas KBM sekolah memberi dampak psikologis yang kurang baik pada kondisi di masyarakat. “Kan kalau sampai tidak ada belajar mengajar kesannya nggak baik soal kondisi di wilayah kita,” jelasnya.
Baca Juga: Soal Guru Honorer, Begini Kata Kadisdik Kota Tangerang
Sementara berdasarkan pengamatan di sekolah, siswa memang nampak belajar seperti biasanya. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 4 Kota Tangerang di Jalan Muhammad Yamin No.1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang. Siswa nampak belajar sebagaimana hari-hari yang dijalani.

Salah seorang siswa kelas IX, Rhania Atshila Zahra (14) mengatakan, dirinya tetap bersekolah seperti biasa meski ada temannya ada yang libur, khususnya dari sekolah swasta. “Kita masih belajar kayak biasa di sekolah, waktunya juga sama. Nggak ada PJJ walau pun ada aksi massa kita masih belajar biasa,” jelasnya.
Meski mengaku agak khawatir, namun siswi yang biasa disapa Shila ini percaya bahwa keamanan para siswa tetap dijaga baik oleh pihak sekolah maupun aparat keamanan. “Kita percaya aman. Soalnya ada guru dan keamanan juga,” ujarnya. Dirinya pun mengatakan sudah diizinkan oleh orang tuanya untuk pergi bersekolah.
“Paling cuma dipesenin agar hati- hati saja di jalan,” jelasnya. Ketika ditanya, apakah dirinya ingin PJJ atau KBM tatap muka, siswa kelas IX.1 ini lebih memilih KBM normal. “Jujur sih menurut aku secara tatap muka saja, secara langsung karena lebih jelas materi,” pungkasnya.
Senada dengan Shila, yakni Putri Ayu Sari Wibowo (14) dan Lathisa Maica Aurora (15) juga berpandangan sama. Keduanya mengaku mengetahui kondisi yang terjadi di luar Kota Tangerang berkaitan maraknya aksi demonstrasi.
Namun begitu mereka mengikuti KBM secara tatap muka. “Tau kondisi sebenarnya, tapi kita bismillah saja,” ujar Putri Ayu. Putri juga mengatakan bahwa dirinya juga diberi pesan oleh orang tua agar berhati-hati di jalan baik saat berangkat sekolah maupun pulang.
Baca Juga: Juknis SPMB 2026 Kota Tangerang Resmi Ditetapkan, Ini Aturan Lengkapnya
“Kita juga dipesanin kalau pulang langsung pulang ke rumah, nggak perlu mampir kemana-mana lagi, terus perhatiin kondisi,” tambah Lathisa. Keduanya juga kompak mengaku lebih senang belajar secara tatap muka dibanding dengan PJJ.
“Kalau PJJ itu bosen, terus belajarnya juga nggak terlalu efektif, materinya juga kurang masuk di otak, kalau tatap muka lebih cepet nangkep pelajar, terus ketemu teman-teman juga lebih asyik,” ujar Putri Ayu. (made)
























