SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Anak perempuan berinisial NE (10), yang sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), telah resmi dipulangkan ke keluarganya di kampung halaman, Banyumas, Jawa Tengah.
Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan bahwa NE dipulangkan pada Senin, 1 September 2025, setelah menjalani serangkaian pendampingan dan konseling.
“Iya, anak tersebut telah pulang dijemput sama keluarganya yang ada di kampung daerah Banyumas. Anak sudah tidak di Rumah Aman Tangsel dan pulang pada Senin tanggal 1 September lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (7/9/2025).
Dari informasi yang didapat, sebelum pulang ke kampung halamannya, NE sempat mendatangi sekolahnya yang berada di wilayah Ciputat. Disana, suasana haru terjadi dengan adanya sambutan hangat teman-temannya sekaligus momen emosional untuk perpisahan.
Diketahui, NE sudah satu bulan tinggal di rumah aman milik Pemkot Tangsel untuk menjalani konseling. Sedangkan, terduga pelaku yang merupakan ibu tiri NE hanya menjalani konseling oleh pusat pembelajaran keluarga (Puspaga).
Kasus NE mencuat setelah guru NE di SD Negeri mencurigai adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban dan segera melaporkan hal tersebut ke UPTD PPA Tangsel pada Selasa (5/8).
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Setelah menerima laporan, petugas segera mengevakuasi NE ke rumah aman guna mendapatkan perlindungan dan pendampingan psikologis. Korban kemudian menjalani sesi konseling pertama, dan selama masa pemantauan tidak dipulangkan ke rumah.
Dalam proses pendampingan, NE mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya. Sang ibu tiri berdalih, tindakan itu dilakukan karena merasa kesal dengan NE yang dianggap “lemot”.
Kasus ini sempat menjadi perhatian publik dan mendorong banyak pihak untuk menyoroti pentingnya perlindungan anak dari kekerasan dalam rumah tangga.
UPTD PPA Tangsel memastikan bahwa kondisi NE saat ini dalam keadaan lebih stabil dan aman di bawah pengawasan keluarga kandungnya di kampung halaman. (eko)
























